ALAT PERAGA : Fasilitator daerah Lembaga Pendidikan Ma’arif dilatih untuk membuat alat peraga pembelajaran. DUTA/istimewa

SURABAYA | duta.co – Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Pusat bekerjasama dengan Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI) melatih 46 fasilitator daerah melalui kegiatan Pelatihan dan Pendampingan Literasi – Numerasi untuk Kelas Awal.

Kegiatan yang berlangsung 11 Mei hingga 13 Mei 2019 melatih fasilitator daerah Madrasah Ibtidaiyah dari Kabupaten Sumenep, Kabupaten Pasuruan dan Kabupaten Sidoarjo.

KH Zainal Arifin Junaidi Ketua Ma’arif NU Pusat saat membuka acara mengatakan kegiatan ini sangat didukung sehingga dia menyempatkan hadir langsung dari Jakarta untuk menyaksikan kegiatan ini.

“Kegiatan ini menurut saya sangat bagus dan perlu mendapat dukungan penuh, sejalan dengan visi dan misi Ma’arif yang mengutamakan inovasi dalam pendidikan,” ungkapnya.

Ia mengatakan  sebagai lembaga pendidikan terbesar di Indonesia di mana 7.159 madrasah ada di Jawa Timur dan menjadi yang terbesar pula di Indonesia, Ma’arif patut mengembangkan inovasi pendidikan melalui penguatan fasilitator daerah.

Dia juga sangat setuju apabila model pelatihan digunakan dengan metode Training of Trainer (ToT) dimana setiap kabupaten mengirimkan fasilitator daerahnya untuk dilatih, kemudian fasilitator daerah akan mengembangkannya di wilayah masing-masing.

Mengapa Kabupaten Sumenep, Sidoarjo, dan Pasuruan yang terpilih untuk mendapatkan pelatihan ini, karena 3 daerah tersebut memiliki madrasah terbesar di Jawa Timur.

Silvana Erlina, Provincial Manager INOVASI Jawa Timur mengungkapkan, pelatihan ini bertujuan untuk membentuk fasiitator daerah di lingkungan Ma’arif yang handal dalam bidang literasi dan numerasi. Sementara itu yang melatih para fasilitator daerah juga para faslitator daerah dari kabupaten yang sama, namun sebelumnya telah dilatih oleh INOVASI.

“Nantinya para fasilitator yang 3 hari ini memberikan materi kepada peserta yang merupakan fasilitator daerah Ma’arif, juga akan mendampingi mereka sesampainya di kabupaten masing-masing. Sehingga pelatihan ini dari kabupaten dan untuk kabupaten,” terangnya.

Choyatin Nasuha, Pengawas PPAI dari Kecamatan Purwosari Kabupaten Pasuruan yang menjadi fasilitator dalam kegiaatan ini mengatakan, seusai pelatihan dirinya sangat terbuka apabila diminta untuk mendampingi fasilitator daerah yang dia latih selama 3 hari ini untuk mengimplementasikannya di sekolah masing-masing.

“Saya dengan senang hati siap mendampingi mereka dalam implementasinya di sekolah-sekolah di Kabupaten Pasuruan,” terangnya.

Puncak kegiatan ini, akan berlangsung peresmian kerjasama antara Ma’arif dan INOVASI di Surabaya pada akhir Mei nanti. Silvana Erlina berharap, Jawa Timur dengan kerjasama yang baik dengan Ma’arif dapat menjadi contoh untuk provinsi-provinsi lainnya yang ingin mengembangan pendidikan, terutama yang berada di lingkungan pendidikan Ma’arif. end

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry