DISABILITAS : Coaching Clinic diberikan anggota Satlantas Polres Kediri kepada warga berkebutuhan khusus (istimewa/duta.co)

KEDIRI|duta.co – Jajaran Polres Kediri terus berinovasi demi memberikan pelayanan terbaiknya kepada warga di Kabupaten Kediri. Salah satunya dengan Program Coaching Clinic, diperuntuk bagi pemohon SIM agar patuh dan memahami tentang pentingnya tata tertib berlalu lintas. Disampaikan Kapolres Kediri AKBP Lukman Cahyono .S.I.K melalui Kasat Lantas AKP Bobby .M Zulfikar bahwa layanan ini gratis dan dijadikan bekal sebelum menempuh ujian SIM.

Puluhan penyandang disabilitas di Kabupaten Kediri berkumpul di Ruang Pelayanan SIM Satlantas Polres Kediri, terlihat sejumlah anggota memberikan penjelasan tentang rambu – rambu berlalu lintas dan tata cara berkendaraan di jalan raya. Terlihat satu orang perempuan bertindak sebagai penerjemah bahasa isyarat berdiri dihadapan puluhan orang, merupakan warga berkebutuhan khusus.

“Pada hari ini anggota Gerkatin di Kabupaten Kediri mendapatkan fasilitas dan pelayanan dari Satlantas Polres Kediri untuk memperoleh SIM D,” terang Masykurun, Ketua DPD Gerakan untuk Kesejahteraan tuna rungu Indonesia (Gerkatin) Jawa Timur saat dikonfirmasi Jumat (11/09). Sebelum proses mendapatkan SIM ini, jajaran Satlantas memberikan pembekalan khusus dalam bentuk coaching clinic, dimana para penyandang khusus harus menjalani ujian tulis dan ujian simulasi praktek berkendara.

“Sebelumnya Gerkatin sudah memberikan data usulan ujian SIM D sebanyak 53 orang, dan hari ini baru terlaksana 28 orang sisanya 25 orang akan dilakukan kemudian hari. Pelayanan yang diberikan Polres kepada disabilitas sangat luar biasa, termasuk saat memberikan penjelasan tentang tata cara ujian SIM sampai pada simulasi ujian praktek berkendara,” terang perempuan akrab disapa Mbak Yuyun ini.

Sosialisasikan Coaching Clinic Bagi Pemohon SIM

DISABILITAS : Coaching Clinic diberikan anggota Satlantas Polres Kediri kepada warga berkebutuhan khusus (istimewa/duta.co)

Diketahui bersama SIM D dibuat untuk para pengendara yang memiliki keterbatasan yaitu penyandang disabilitas atau yang berkebutuhan khusus. “Masya Alloh luar biasa baik pelayanannya, bahkan tadi kita disediakan makan siang dan kita makan bersama – sama. Matur nuwun atas kebaikan bapak Kapolres juga para anggotanya,” imbuhnya.

Kapolres Kediri justru memberikan apresiasi kepada penyandang disabilitas yang ingin memiliki SIM D dan mau patuh dalam berlalu lintas. “Justru Bapak Kapolres memberikan apresiasi kepada rekan – rekan disabilitas, sesuai atensi pimpinan kami diminta memberikan pelayanan terbaik. Kami justru berterima kasih rekan – rekan mau tertib berlalu lintas dan berharap untuk berhati – hati di jalan serta turut berpartisipasi mengajak seluruh pengendara untuk tertib juga,” terang AKP Bobby.

Bila kemudian melakukan pelanggaran, terang Kasat Lantas, akan mendapatkan perlakukan sama dan tidak bisa dibeda – bedakan dalam hal penindakan. “Namun dari berbagai survei, bahwa rekan – rekan kita dari disabilitas jarang sekali melakukan pelanggaran. Kami malah berharap kepada penyandang disabilitas, siapapun yang ingin mendapatkan SIM, monggo datang ke Satlantas Polres Kediri atau berlatih pada program Coaching Clinic,” jelasnya.

Coaching Clinic ini digagas AKBP Lukman agar para pengendara di jalan raya memahami rambu – rambu lalu lintas dan memiliki wawasan cukup dalam mengendarai kendaraannya. “Telah satu bulan ini, program ini berjalan dan semacam les gratis kepada siapapun. Program ini buka mulai Hari Senin hingga Sabtu,” terangnya.

Untuk Hari Senin hingga Jumat dimulai pukul 15.00 wib hingga pukul 17.00wib kemudian untuk Hari Sabtu dibuka mulai pukul 11.00 wib hingga pukul 13.00wib. “Kami berikan kesempatan bagi yang belum memiliki SIM untuk simulasi ujian teori dan ujian praktek. Mau berapakali latihan, kami berikan kesempatan tanpa dipungut biaya kepada siapapun. Karena ini program bapak Kapolres untuk tertib berlalu lintas,” jelas Kasat Lantas. (nng/adv)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry