SURABAYA | duta.co – Menuju Indonesia Emas 2045, kehadiran Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola oleh BPJS Kesehatan telah menjadi pondasi utama dalam menjaga kualitas kesehatan masyarakat.

Namun, keberlangsungan Program JKN tidak hanya bergantung pada pemerintah, karena peran generasi muda pun dapat menjadi kunci penting agar program tersebut tetap berjalan dengan baik dan berkelanjutan. Hal ini dirasakan oleh Farrij Adinur Ramawijaya (17), siswa kelas 11 asal Surabaya.

“Menjaga kesehatan bukan hanya sekadar gaya hidup, tetapi sebagai bentuk tanggung jawab serta investasi jangka panjang untuk diri sendiri dan generasi berikutnya. Kalau kita ingin masa depan bangsa yang hebat, maka generasinya harus sehat terlebih dahulu,” ungkap Farrij di Surabaya, Rabu (12/11/2025).

Farrij merupakan salah seorang peserta JKN dari segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI). Ia menuturkan bahwa sejak kecil, kedua orang tuanya telah mengajarkan pola hidup sehat seperti bagaimana cara menyusun menu makanan bergizi seimbang, menghindari makanan maupun minuman yang mengandung pengawet dan pemanis buatan, hingga rutin melakukan olahraga minimal 30 menit sehari.

“Meskipun aktivitas saya sebagai siswa kelas 11 sangat padat, namun saya selalu meluangkan waktu untuk berolahraga sebelum berangkat ke sekolah. Tidak perlu yang berat, cukup jalan kaki, bersepeda santai, dan senam ringan. Jika dilakukan secara rutin, tubuh akan terasa lebih bugar” tutur Farrij.

Tak hanya itu, Farrij menjelaskan bahwa dirinya juga melakukan skrining riwayat kesehatan melalui Aplikasi Mobile JKN. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan sejak dini terhadap penyakit kronis seperti penyakit jantung, hipertensi, diabetes, dan gagal ginjal.

“Aplikasi Mobile JKN sangat membantu saya dalam memantau kondisi kesehatan. Cara pengisian skrining riwayat kesehatan ini hanya memerlukan waktu sekitar 5-10 menit, serta dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja. Peserta cukup mengisi jawaban dengan memilih pernyataan yang sesuai dengan kondisi kesehatan. Kemudian hasil dari pengisian tersebut akan menunjukkan apakah peserta berisiko menderita suatu penyakit kronis atau tidak,” terang Farrij.

Selain melalui Aplikasi Mobile JKN, skrining riwayat kesehatan juga dapat diakses melalui laman webskrining.bpjs-kesehatan.go.id. Seluruh peserta JKN yang berusia di atas 15 tahun diwajibkan mengikuti skrining ini sebanyak satu kali dalam setahun. Jika hasil skrining menunjukkan adanya risiko penyakit serius, peserta akan diarahkan untuk segera melakukan pemeriksaan kesehatan lebih lanjut di FKTP tempatnya terdaftar.

“Melalui penerapan pola hidup sehat dan skrining riwayat kesehatan, saya merasa tidak mudah lelah dan lebih semangat dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Meskipun belum menderita penyakit kronis, setidaknya saya dapat mengetahui jika ada beberapa faktor risiko yang perlu diperbaiki,” tutup Farrij.

Program JKN menjadi satu-satunya asuransi sosial di Indonesia yang memberikan perlindungan di setiap tahapan kehidupan manusia, sejak bayi baru lahir, masa sekolah, bekerja, hingga lanjut usia. Oleh karena itu, melalui dukungan generasi muda yang sadar akan pentingnya kesehatan seperti Farrij, diharapkan Program JKN akan terus tumbuh menuju masyarakat Indonesia yang sehat, maju, sejahtera dan Indonesia Emas yang sesungguhnya. Ril/lis

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry