Materi Workshop Linguistik Forensik yang digelar Laboratorium Kajian Bahasa dan Budaya (LKBB) Fakultas Humaniora UIN Malang.

MALANG | duta.co – Fakultas Humaniora Universitas Islam Malang (UIN) Malang mengupas pentingnya bahasa Forensik dalam membantu mengungkap kasus kejahatan.

Menurut Dekan Fakultas Humaniora UIN  Malang, Dr. Hj. Syafiyah, M.A., bahwa workshop   linguistik forensik ini merupakan kajian yang masih baru. Kajian ini menunjukkan luasnya lingkup linguistik juga bisa bersentuhan dengan aspek kehidupan manusia. Linguistik forensik dapat berkontribusi dalam studi kasus pembunuhan dari statemen pelaku dan hasil kesaksian dapat dijadikan pertimbangan oleh hakim.

“Kejahatan baik tulisan maupun lisan menjadi kajian menarik, sehingga kehadiran ahli bahasa menjadi sangat ditunggu-tungggu,” ungkap Syafiyah.

Workshop linguistik forensik ini diselenggarakan oleh Laboratorium Kajian Bahasa dan Budaya (LKBB) Fakultas Humaniora UIN Malang. Dengan menghadirkan Presiden Komunitas Linguistik Forensik Indonesia (KLFI), Susanto, Ph.D. Ia lulusan S3 Linguistik dan Fonetik, EFLU, India.

Dalam kesempatan tersebut, Susanto memaparkan kajian forensik menjadi sangat dibutuhkan karena analisis kebahasaan sangat dibutuhkan. Terdapat dua kelompok dalam konteks forensik bahasa yaitu investigasi kasus yang berimplementasi pada kasus yang melibatkan keahlian linguistik forensik dan penegakan hukum.

Ia mencontohkan dalam kasus pembunuhan yang korbannya dibuat seolah-olah bunuh diri. Cara yang dapat dilakukan untuk menganalisisnya yaitu dengan melihat surat wasiat bunuh dirinya. Kemudian ditarik kesimpulan apakah betul tulisan korban atau manipulasi.

“Jika ada rekamanan suara dapat diteliti dari alur melodi, frekuensi, harmoni, dan intonasinya. Dari iramanya tersebut dapat diketahui asli atau palsu,” ujar Susanto. (ADV/dah)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry