SURABAYA | duta.co – Menarik! Sidang perkara korupsi Pasar Manggisan di Tanggul yang menjerat 4 orang terdakwa, menghadirkan 12 saksi berlangsung menarik. Semua saksi berstatus ASN Pemkab Jember. Mereka dimintai keterangan di Pengadilan Tipikor Surabaya di Sidoarjo, Selasa (30/6).

Para saksi itu, Kepala Bapekab Ahmad Imam Fauzi, Plt Kepala Dinas PU Cipta Karya Yessiana Arifa, ST, Kepala Unit Layanan Pengadaan Jember Ni Ketut Ardhani,  Pejabat Pengadaan Barang dan Jasa Sri Wahyuni, Pejabat Pemeriksa Hasil Pekerjaan, Pengurus Barang, hingga Ketua beserta anggota Pokja.

Namun dari kesemuanya itu, ada tiga nama yang banyak dicerca pertanyaan. Mereka adalah Fauzi, Yesi dan Danang. Materi pemeriksaan jaksa, hakim, hingga pertanyaan para penasehat hukum keempat terdakwa, fokus pada pertemuan, terutama pertemuan Dodik dan Faris di Pendopo bersama Bupati Faida.

Para saksi yang hadir di persidangan, ternyata tidak semua tahu pada Dodik dan  Faris. Bahkan yang (katanya) mengaku mengetahui keduanya, tak lebih sekali saja jumpa dengan Dodik dan Faris. “Saya sekali saja bertemu. Itu dalam satu forum yang dihadiri oleh saya, Pak Anas, Bu Yesi dan ada juga Bu Ketut. Tapi Bu Ketut keluar masuk terus,” ungkap Fauzi.

Yesi pun mengakuinya. Bahkan menurut Yesi, saat itu Dodik banyak diskusi tentang konsep disain penampakan 3 dimensi. Sedangkan Faris, berperan sebagai operator di forum itu.

“Waktu itu saya ada pekerjaan yang sudah selesai di tahun sebelumnya. Ibu bupati minta mereview hasil kerja saya. Kemudian, Pak Dodik mengomentari dan membantu mengevaluasi,” paparnya.

Dijelaskan Yesi dan Fauzi, dalam pertemuan itu sama sekali tidak membahas Pasar Manggisan. Melainkan pekerjaan ruang terbuka hijau yang sudah tergarap.

Nuril, penasehat hukum Anas sempat menyampaikan pertanyaan tentang perpindahan Eko sebagai PPK proyek di Disperindag ke Anas Ma’ruf.

Baginya, Anas yang juga Pengguna Anggaran (Kepala Disperindag) apa tak melanggar aturan? Belum lagi ternyata kata Nuril, Anas tak memiliki Sertifikat pengadaan barang dan jasa.

Fauzi, lalu menyampaikan, itu bukan sepenuhnya kehendak Bupati Faida. Saat itu kata Fauzi, bupati memanggil tiga kepala Dinas yang serapannya rendah. Mereka Anas (Kadispendag), dr. Nurul (Kadinkes), dan Yesi (Plt Kadis Cipta Karya).

Dijelaskan Fauzi, Bupati Faida membuka omongan tentang program revitalisasi yang gagal di tahun 2017. “Bupati bilang begini: Ini (Revitalisasi pasar, Red) janji kerja saya Nas. Anak buahmu tidak bisa bekerja dengan baik. Gimana ini Nas,” begitu dengan bahasa Jawa.

Karena bupati ingin revitalisasi pasar segera terealisasi, akhirnya Fauzi mengusulkan ke bupati tentang rangkap jabatan Anas sebagai PA dan PPK. Fauzi mengaku, usul ke bupati bahwa dia pernah mempelajari aturan PA boleh merangkap jadi PPK.

“Bupati tidak langsung memutuskan. Tanya dulu ke Anas. Begini kata bupati: Bagaimana Nas. Anas menjawab, Siap,” bebernya.

Fauzi menegaskan bahwa saat mendapat tawaran merangkap PPK, Anas tidak menolaknya.

“Bupati masih peduli. Beliau tanya lagi ke kami. Pak Anas kan tidak pernah garap konstruksi, terus siapa yang akan membantunya? Baru Bu Yesi menyanggupi,” imbuhnya.

Yesi membenarkan pernyataan Fauzi. Kata Yesi, di hadapan bupati, dia siap membantu Anas secara teknis. Namun faktanya, tawarannya itu tidak pernah dimanfaat Anas.

“Pak Anas sama sekali tidak pernah tanya apa-apa ke saya,” akunya.

Danang, anggota Pokja yang juga pernah menjabat Plt Kadispendag menggantikan Anas yang dimutasi menjadi Kepala Dinas Pariwisata, dicecar tentang sepengetahuannya bahwa Anas pernah mengajukan review proyek Pasar Manggisan ke Inspektorat dan BPK.

Namun Danang tegas menyampaikan ‘Tidak Pernah Tahu’.

Sebagai anggota Pokja, Danang juga paling sering ditanya jaksa, penasehat hukum dan hakim, ketimbang Ketua Pokja yang juga hadir jadi saksi.

Fakta persidangan, dari keempat terdakwa yang disidang virtual dari Lapas Jember, ketiganya tidak ada yang menyanggah keterangan para saksi.

Hanya Anas Ma’ruf, yang menyebut keterangan Fauzi dan Yesi, ada yang perlu diluruskan. “Pertemuan di pendopo, saya diundang khusus untuk pemaparan Pak Dodik dan Fairs,” ungkapnya. (rep/eno)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry