KEAKRABAN : Beredar video yang berhasil mengambil moment penting menunjukkan sebuah keakraban. (FT/IST)

JAKARTA | duta.co – Indonesia Development Monitoring (IDM) mengeluarkan hasil exit poll-nya  yang dimulai sejak pukul 7 Pagi (WIT,WITG,WIB) hingga pukul 9 pagi, melibatkan10.950 pemilih.

Hasilnya, menurut Direktur Executive IDM, Bin Firman Tresnadi, Capres 02, Prabowo-Sandi unggul di angka 54,4 persen, sementara Capres-cawapres 01 Jokowi-Amin memperoleh sekitar 43,8 persen. Artinya, ada selisih 11,6 persen.

Seperti kita ketahui, exit poll adalah cara untuk memperoleh jawaban cepat akurat melalui pertanyaan langsung kepada pemilih begitu mereka keluar dari mencoblos. “Dari 10.950 pemilih yang kita survey (tanya red.), hanya 1,8 persen yang belum bersedia memberikan jawaban,” ujarnya.

Untuk Jenis Kelamin yang menjawab pertanyaan Exit Poll, kata dia, sebanyak 49,7 persen adalah wanita, dan 50,3 persen laki laki. Dan ketika ditanya apa alasan ikut nyoblos di Pilpres kali ini? Sekitar 20.6 persen menjawab, karena kewajiban sebagai warga negara.

“Kemudian ada sekitar 48,6 persen yang beralasan karena ingin Indonesia lebih baik dari sebelumnya,” tandasnya.

Hasil akhirnya, menurut Bin Firman, Capres 02, Prabowo-Sandi unggul di angka 54,4 Persen. Sementara Capres-cawapres 01 yakni Jokowi-Amin hanya dipilih sekitar 43,8 persen. “Dari 10.950 pemilih yang kita survei, hanya 1,8 persen yang belum bersedia memberikan jawaban,” ujarnya.

Metodelogi yang digunakan IDM dalam Exit Poll kali ini adalah multi stage random sampling dengan mengunakan TPS yang menjadi pengamatan langsung, adalah sebanyak 5.475 TPS dari 81.0329 TPS di 34 Provinsi, 492 Kabupaten/Kota secara proposional.

“Jadi, setiap TPS kita ambil dua sample pemilih yang baru keluar dari TPS dengan jenis kelamin 1 laki laki dan 1 perempuan,” jelasnya.

Hasil Exit Poll ini, kata dia, memiliki Margin of Error kurang lebih (+/- ) 1,32% dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Diumumkan Sebelum Perhitungan

Exit poll berbeda dengan quick count. Kalau quick count dilakukan semata-mata untuk penghitungan hasil pemilu secara cepat, maka Exit Poll memiliki 3 fungsi sekaligus, yakni memprediksi perolehan suara dalam pemilu, memetakan pola dukungan pemilih terhadap partai, capres dan lainnya dan memberikan kontribusi yang luas bagi kebutuhan penelitian akademis. Exit Poll dilakukan pada saat proses pemilihan di TPS.

“Begitu penghitungan di TPS dilakukan, maka Exit Poll sudah berakhir,” tandasnya.

Menanggapi hal itu, Komisioner KPU, Viryan Azis, menjelaskan quick count dan exit poll di dalam negeri diumumkan ke publik terhitung 2 jam setelah pemungutan suara di wilayah Indonesia bagian barat rampung dikerjakan atau sekitar pukul 15.00 WIB.

“Yang kami atur adalah exit poll di dalam negeri. Sudah diatur demikian, dua jam setelah pencoblosan selesai,” ujarnya di Jakarta beberapa waktu lalu.

Sementara, H Agus Solachul A’am Wahib, menilai kabar IDM ini sebagai awal yang baik. Meski bukan referensi utama,  setidaknya ini menunjukkan tanda-tanda kemenangan 02.

“Saya sangat yakin, exit poll ini bisa menjadi kabar awal. Bahwa ini memang harus diumumkan lebih awal, karena dia dapat datanya lebih awal. Kalau menunggu perhitungan, namanya bukan exit poll,” tegas Gus A’am.

Menurut Gus A’am, kemenangan Prabowo-Sandi akan mempermudah kiai-kiai untuk membenahi dan menegakkan khitthah NU. Ini sekaligus pelajaran berharga bagi struktural NU yang, sudah dua kali mempolitisasi NU, mereka itu tidak mengindahkan etika atau norma organisasi.

“Saya yakin, exit poll IDM memiliki akurasi sehingga linier dengan kemenangan nasional,” tegasnya. (we,net,mky)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.