Pertemuan para anggota UKM esport Untag Surabaya beberapa waktu lalu. DUTA/ist

SURABAYA | duta.co – Tim esport Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya harus bisa menembus kancah internasional atau minimal tingkat nasional.

Karena, esport yang sudah mulai berkembang di kampus tersebut tidak ingin hanya main-main dalam mengembangkan olahraga ini.

Target itu pun menjadi bahasan para anggota unit kegiatan mahasiswa (UKM) eSport Untag Surabaya dalam rapat program kerja dan pembekalan anggota secara virtual melalui Zoom meeting, Selasa (9/2/2021) lalu. Rapat bertujuan supaya anggota beserta jajaran pengurus dapat lebih siap dalam menjalankan kegiatan selama satu tahun ke depan.

Pembina UKM E-Sport Untag Surabaya, Supangat, MKom, ITIL, COBIT mengatakan, dalam berorganisasi harus dapat menciptakan sesuatu yang berbeda dan mampu mengungguli organisasi lainnya. Baik unggul di sisi persaudaraan atau kepekaan terhadap bidang yang telah digeluti.

‘’Kita harus memiliki target ke depan, baik target tingkat nasional atau bahkan di tingkat internasional. Tidak masalah bermimpi atau berekspektasi terlalu tinggi, karena mimpi itu gratis. Jadi jangan nanggung-nanggung, karena kita sudah terlanjur nyemplung,’’ ujar Direktur sitem Informasi YPTA Surabaya tersebut, Jumat (12/2/2021).

Meskipun begitu Dosen Teknik Informatika yang telah mengabdi selama 30 tahun di Untag Surabaya ini mengimbau supaya anggota UKM E-Sport Untag Surabaya tetap dapat membagi waktunya antara kegiatan UKM dan kegiatan lain di bidang akademik.

‘’Harapan saya teman-teman di UKM ini mampu membagi waktu dengan kegiatan akademiknya, jangan sampai kita mendapat penilaian negatif karena terlalu fokus dengan game, dan tugas-tugas kuliah jadi berantakan. Maka dari itu, saya selaku Pembina juga akan memantau pada sisi akademik,’’ imbuh Supangat.

Di samping itu, Fahmi yang merupakan Katua Umum UKM E-Sport Untag Surabaya mengatakan, saat ini organisasi yang ia pimpin menurutnya perlu melakukan perombakan, Hal ini ia ungkapkan supaya anggota dapat lebih fokus dengan tugasnya masing-masing.

‘’Saya ingin melakukan perombakan struktural, karena yang saya lihat ada beberapa anggota yang merangkap. Hal ini membuat apa yang mereka kerjakan sedikit kurang maksimal. Sejauh ini kita fokuskan pada 10 game, ke depan rencananya akan saya pangkas supaya masing masing anggota bisa jauh lebih fokus,’’ papar mahasiswa Teknik Informatika tersebut. end/ril

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry