SURABAYA | duta.co –Tahun 2019 persaingan bisnis telekomunikasi di Indonesia makin ketat meski kini hanya tujuh operator yang bertahan dari puluhan yang pernah beroperasi. Hingga saat ini, terdapat enam operator seluler yakni Telkomsel, Indosat, XL, Hutchison 3 Indonesia, Smartfren dan Net1 Indonesia.

Tiga operator dengan basis pelanggan tertinggi yakni Telkomsel dengan 167,8 juta nomor, Indosat 64,1 juta nomor dan XL 53,9 juta nomor yang setiap tahunnya perusahaan ini membelanjakan sekira 80% belanja modal untuk jaringan.

Dan peta persaingan bisnis telekomunikasi juga terus bergeser. Kalau 10 tahun lalu jor-joran merilis tariff voice murah bahkan ada operator menetapkan tariff Rp 1. Dalam lima tahun terakhir bergeser ke persaingan layanan data dan digital sesuai kebutuhan pelanggan yang lebih dominan ke layanan data.

Sementara rilis analisis Moody’s Investors Service menyebutkan, sektor telekomunikasi di Asia Pasifik akan mengalami persaingan yang makin ketat di tahun 2019.

Moody’s juga pertumbuhan pendapatan sektor telekomunikasi di negara berkembang diperkirakan turun hingga 3,5%.  Perusahaan telekomunikasi diperkirakan akan mencari diversifikasi pendapatan yang mengarah ke lebih banyak kemitraan lintas sektor.

Menarik pernyataan yang dilontarkan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, persaingan bisnis di bidang telekomunikasi seluler membutuhkan modal kuat di beberapa bidang. Terdapat tiga modal agar bisnis telekomunikasi seluler bisa bertahan yakni teknologi, modal besar dan adaptasi.

Rudiantara menambahkan syarat pertama, teknologi. Pelaku usaha, ujarnya, harus mengadopsi teknologi terbaru. Perusahaan harus bisa mengikuti perubahan teknologi yang tergolong dinamis agar bisa memberikan layanan terbaik bagi konsumen. Kedua perusahaan harus didukung modal yang besar untuk mempertahankan kapitalisasi pasar dan bakal bertumbuh dengan perluasan dan penguatan jaringan.

Ketiga, kemampuan adaptasi di tengah kebijakan-kebijakan atau regulatory intensive. Selain harus tangguh dengan dukungan teknologi dan modal, dukungan dari sisi kestabilan terhadap perubahan kebijakan pun menjadi kunci agar bisnis tetap berjalan.

Dan Telkomsel, sebagai market leader di industri telekomunikasi Indonesia sudah menyiapkan ekosistim digital pelanggan menuju era Industri 4.0. Jangan ditanya lagi soal coverage jaringan karena sudah menjangkau seluruh wilayah Indonesia termasuk daerah terpencil. Soal teknologi, Telkomsel sudah menggeber jaringan 4G ke seluruh jaringan yang ada, bahkan selangkah lagi menuju teknologi 5G. Sementara untuk layanan, Telkomsel terus melakukan inovasi dan pengembangan layanan sesuai kebutuhan pelanggan yakni All You Can Need.

Langkah yang dilakukan Telkomsel bukan tanpa sebab, dengan kebutuhan pelanggan yang terus berkembang menuju layanan data prima, dibutuhkan infrastruktur jaringan yang kuat dan handal. Dimana pada intinya Telkomsel memiliki semua jenis layanan digital yang dibutuhkan pelanggan, terintegrasi, akses kecepatan tinggi yang dibutuhkan pelanggan. Penulis menyebutnya dengan istilah layanan digital pelanggan All Yu Can Need.

Telkomsel Mobile Banking, Satu Aplikasi untuk Semua Bank

LAYANAN : General Manager Digital Banking Telkomsel Rudiyanto Herlambang (kanan) serta General Manager Digital Product Area Expansion Jawa Bali Telkomsel Heribertus Budi Ariyanto (kiri) menunjukkan aplikasi Mobile Banking (mBanking) Telkomsel pada acara peluncuran di Surabaya, (18/12). (ft/Wiwiek Wulandari)

Kebutuhan pelanggan Telkomsel akan kemudahan akses semua layanan perbankan disikapi dengan meluncurkan layanan terbaru Digital Banking. Yakni aplikasi mBanking Telkomsel, aplikasi Mobile Banking memberikan kemudahan pelanggan mengakses rekening Bank yang dimiliki melalui ponsel.

GM Digital Product Area Expansion Jawa Bali Telkomsel Heribertus Budi Ariyanto mengatakan “Melalui aplikasi mBanking Telkomsel ini, kami terus mendorong terciptanya masyarakat digital Indonesia dengan menghadirkan terobosan baru membangun Indonesia Digital. Layanan Mobile Banking kami terus berkembang dan telah membantu banyak lembaga keuangan di lebih dari 80 institusi. Komitmen kami, layanan mobile banking ini memberikan masyarakat Indonesia akses yang lebih luas terhadap transaksi keuangan, serta membantu pemerintah mewujudkan less-cash society.”

Aplikasi mBanking Telkomsel memiliki beberapa fitur menarik, antara lain: transaksi perbankan, transaksi merchant, promo program, sinkronasi data, dan pencari ATM terdekat. Transaksi perbankan menjadi mudah dengan mBanking Telkomsel, pelanggan cukup memilih menu yang ada pada aplikasi, kemudian akan di arahkan untuk bertransaksi.

Aplikasi mBanking Telkomsel juga memfasilitasi pelanggan dalam melakukan transaksi pembayaran dan pembelian produk-produk padamerchant yang sudah bekerja sama dengan Bank seperti pembelian pulsa, pembayaran listrik, dan sebagainya. Selain itu, pelanggan akan selalu mendapatkan informasi terbaru mengenai promo-promo menarik dari merchant, Bank, dan Telkomsel sekaligus memfasilitasi pengiklan untuk dapat beriklan pada aplikasi ini dengan target pelanggan Banking.

Fitur sinkronisasi memfasilitasi pelanggan untuk dapat mencadangkan dan memulihkan data (back up data) yang pelanggan miliki di dalam aplikasi ini ke server Telkomsel sehingga akan memudahkan pelanggan bila pelanggan memiliki data favorit dan kemudian berganti ponsel.Dengan menggunakan aplikasi ini, aktivitas penarikan tunai juga dipermudah dengan adanya fitur pencarian ATM terdekat yang terintegrasi dengan GPS smartphone.

Dalam tahap awal ini, jumlah bank yang sudah terintegrasi dalam aplikasi mBanking lebih dari 23 bank, dan bagi pelanggan Telkomsel yang mengunduh dan melakukan transaksi akan langsung mendapatkan paket data Telkomsel sebesar 2GB untuk 100.000 orang pertama. Seluruh pelanggan KartuHalo, simPATI, Kartu As, dan LOOP berkesempatan mendapatkan hadiah langsung ini selama periode 12 Desember 2018 sampai 31 Januari 2019.

“Saat ini pelanggan Mobile Banking Telkomsel sekitar 10 juta, dan untuk aplikasi mBanking Telkomsel dalam tahun pertama kami targetkan diunduh oleh sekitar 20% pengguna aktif mBanking yang menggunakan smartphone. Harapan kami, akan lebih banyak lagi masyarakat di seluruh pelosok tanah air dapat memanfaatkan transaksi keuangan lebih nyaman, aman dan mudah dengan aplikasi mBanking Telkomsel,” tutup Heribertus.

Bidik Milenilas, Telkomsel Wadahi Komunitas Gamers

MOBILE LEGEND-Manager Local Developers Telkomsel, Rezaly Surya Afhany dan Manager Digital Regional Expansion Telkomsel se Regional Jawa Timur, Herbintarto berbincang dengan sejumlah peserta Gamers dalam ajang kompetisi Mobile Legend se Jawa Timur di WTC E-Mall Surabaya (duta.co/Wiwiek Wulandari)

Potensi games trus berkembang seiring makin meningkatnya jumlah pengguna. Peluang pasar sangat besar, dari jumlah pelanggan Telkomsel di Jatim sebesar 20,7 juta, 50 persen diantaranya pernah main games.

Manager Digital Regional Expansion Telkomsel Regional Jawa Timur, Herbintarto mengungkapkan melalui MAXXLEGENDS Jatim 2018, Telkomsel berupaya mewadahi komunitas gamers yang ada di Indonesia untuk saling berinteraksi dan berbagi informasi seputar games.

“Ajang ini merupakan salah satu upaya kami untuk membangun ekosistem digital entertainment lifestyle bagi masyarakat Indonesia, khususnya di Jawa Timur. Selain itu juga menjadi ajang untuk kumpul bareng sekaligus bersilaturahmi dengan para gamers yang ada di Jatim,” terangnya.

Herbintarto menambahkan MAXXLEGENDS Jawa Timur 2018 mempertandingkan permainan bergenre multiplayer online battle arena (MOBA) berkategori Mobile Games yakni Mobile Legends: Bang Bang. Sebanyak 25 tim dari ribuan gamers di Jatim yang berhasil menjadi juara di babak penyisihan di masing-masing kota kini mengikuti babak final MAXXLEGENDS di WTC E-Mall Surabaya merebutkan hadiah total Rp18 juta. Dimana kompetisi ini telah diawali dengan babak penyisihan yang sebelumnya digelar di 25 kota di Jatim sejak awal September 2018.

“Telkomsel saat ini ingin fokus untuk membidik segmen gamers karena peluang pasarnya sangat besar, 40%-50% pelanggan Telkomsel sendiri merupakan pemakai games. Dari 178 juta pelanggan Telkomsel, 90 juta merupakan pelanggan yang antusias di dunia games,” jelasnya.

Sedangkan 1,7 juta penduduk di jatim adalah para gamers yang memainkan Mobile Legends. “Total bandwidth yang dipergunakan untuk games mencapai 223 terabyte setiap bulannya dan untuk total semua games telah mencapai 2,3 pentabyte,” ujarnya.

Manager Local Developers Telkomsel, Rezaly Surya Afhany mengucapkan selamat bertanding kepada para peserta yang lolos babak penyisihan di masing-masing kota dan terima kasih atas antusiasme para peserta yang bertanding di Telkomsel MAXXLEGENDS Jawa Timur 2018.

“Kami berharap ajang ini mampu menjadi wadah yang bermanfaat bagi komunitas gamers untuk bisa saling berkolaborasi, sehingga ke depannya dapat menjadi penyokong untuk mengembangkan ekosistem digital baru dalam industri games,” katanya.

Sementara itu MAXXLEGENDS Jatim merupakan salah satu upaya Telkomsel untuk membangun ekosistem eSports di Jawa Timur. “Dukungan Telkomsel membangun ekosistem eSports di Indonesia terus berlanjut dengan akan digelarnya kompetisi dengan lingkup yang lebih luas, yakni Dunia Games eSports League. Kompetisi yang akan digelar pada akhir tahun 2018 tersebut hadir dalam tiga tingkatan sesuai dengan tingkat keahlian yakni Amateur League, Pro League dan Campus League,” pungkasnya.

Telkomsel Enterprise Mobility, Solusi Terlengkap Korporasi

KUNJUNGI BOTH: GM Corporate and Government Product Marketing Telkomsel Rini Apriliani (tengah) bersama VP Sales & Marketing Area Jawa Bali Telkomsel Ericson Sibagariang (kanan), dan GM Account Management Area Jawa Bali Telkomsel Zulfikar (kiri) menjelaskan perangkat ‘Smart Dashboard’ sebagai salah satu layanan Cloud and Apps Telkomsel myBusiness Exhibition.  (duta.co/Wiwiek Wulandari)

Upaya membantu dan mendukung perusahaan meningkatkan performa bisnis dan melakukan transformasi digital, Telkomsel menggelar Telkomsel myBusiness Exhibition.

GM Corporate and Government Product Marketing Rini Apriliani mengatakan Telkomsel berupaya menyediakan solusi terlengkap yang sesuai dengan kebutuhan transformasi bisnis masing-masing perusahaan di era digital.

“Solusi ini akan membantu mobilitas karyawan maupun keterlibatan pelanggan (customer engagement), antara lain untuk meningkatkan akses terhadap informasi, meningkatkan efisiensi proses bisnis, meningkatkan produktivitas karyawan, menurunkan biaya operasional, meningkatkan customer experience, dan lain-lain,” jelasnya.

Solusi  Enterprise Mobility merupakan layanan yang sangat penting mendukung proses  digitalisasi perusahaan dalam rangka meningkatkan produktivitas dan efisiensi perusahaan secara keseluruhan. Solusi ini membantui karyawan maupun keterlibatan pelanggan meningkatkan akses terhadap informasi yang ujung mampu meningkatkan produktivitas.

“Justru disaat  ekonomi seperti saat ini, saatnya perusahaan melakukan efisiensi melalui teknologi. Dan Enterprise Mobility solusi tepat karena ada 30 jenis layanan yang bisa dipilih sesuai kebutuhan perusahaan,” jelas Ririn.

Ririn menambahkan dri roadshow yang dilakukan sejak tahun lalu, hasilnya bagus. Tahun 2017 lalu, dari 200 lead perusahaan, 50 persen diantaranya potensial  dan 10 persen sudah menjadi  pelanggan. Untuk tahun 2018 ini, dari 200 lead, 80 persen diantaranya diharapkan menjadi pelanggan.

Sementara Ericson Sibagariang menjabat VP Sales and Marketing Telkomsel Area Jawa Bali menambahkan saatnya perusahaan memaksimalkan efisiensi dengan teknologi. Dan solusi ini menjadi jawaban kebutuhan perusahaan.

“Semuanya ada layanan yang disiapkan. Tinggal bagaimana perusahaan memilihnya,” jelasnya.

Diantara layanan yang ditampilkan yakni Area Cloud and Apps menyediakan booth layanan Field Force Management, Digital Smart City dan Smart Dashboard. Layanan ini mendukung perusahaan untuk menjalankan bisnisnya dan bersaing lebih efektif di pasar dengan bundling mobile apps yang dikustomisasi sesuai kebutuhan pelanggan, baik cloud maupun on-premise.

Saat ini Telkomsel myBusiness dipercaya lebih dua juta pelanggan korporasi di seluruh Indonesia dari berbagai bidang industri, seperti Bank, Financial Institution, Media, Telco, Property, Healthcare, Hospitality, Government, Logistic, Transportation, Trading, Retail, Manufacturing, Agribusiness, Maritime, Utilities, Energy and Mining.

Solusi digital Telkomsel myBusiness didukung kehandalan jaringan berkualitas Telkomsel dengan lebih dari 176.000 base transceiver station (BTS) di seluruh Indonesia, termasuk lebih dari 125.000 BTS broadband berteknologi 4G dan 3G.

Nelayan Bisa Mudah Menangkap Ikan dengan VMS Telkomsel

SENDANG BIRU : Vice President Sales and Marketing Area Jawa Bali Telkomsel Ericson Sibagariang (paling kiri) didampingi Vice President Corporate Account Management Telkomsel Primadi K. Putra (paling kiri) menjelaskan secara langsung proses kerja solusi sistem pemantauan kapal perikanan (Vessel Monitoring Solution / VMS) di Sendang Biru – Malang, Jawa Timur (duta.co/dok)

Telkomsel myBusiness kembali memberikan solusi layanan korporasinya bagi pelanggan di berbagai daerah di Indonesia dan memberikan manfaat teknologi telekomunikasi ke seluruh lapisan masyarakat.

Telkomsel dan Sisfo Indonesia menghadirkan solusi sistem pemantauan kapal perikanan (Vessel Monitoring Solution / VMS) bagi pemerintah daerah serta nelayan di Sendang Biru – Malang, Jawa Timur dan Sinjai, Sulawesi Selatan.

Solusi VMS akan segera melayani KUD  Mina Jaya dan Kelompok Nelayan Rukun Jaya di Sendang Biru – Malang, serta Kelompok Nelayan Aisyah dan Ikrar Jaya Group di Sinjai – Sulawesi Selatan.

Vice President Sales and Marketing Area Jawa Bali Telkomsel Ericson Sibagariang mengatakan, “Terima kasih atas kepercayaan pemerintah daerah beserta kelompok nelayan di Sendang Biru dan Sinjai yang telah memilih layanan kami sebagai solusi aktivitas penangkapan ikan bagi para nelayan lokal. Kami harap solusi ini dapat mendukung menyinkronkan kebutuhan nelayan lokal dengan kebijakan pemerintah dalam menjaga sumber daya kelautan dan perikanan Indonesia.”

VMS sendiri merupakan solusi sistem pemantauan ikan dari Sisfo Indonesia dengan teknologi  hybrid  yang didukung infrastruktur GSM dari Telkomsel myBusiness. Infrastruktur GSM yang digunakan pada VMS tidak hanya akan membantu pemerintah dalam memantau aktivitas penangkapan ikan nelayan, tapi juga akan membantu  meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan nelayan.

“Dengan dukungan infrastruktur jaringan GSM, teknologi hybrid pada VMS akan lebih banyak membantu meningkatkan produktivitas dan kualitas penangkapan ikan yang lebih baik, serta membantu komunikasi dari kapal,” jelas Ericson Sibagariang .

Sedangkan bagi pemerintah, VMS merupakan bagian dari usaha dalam memerangi illegal, unreported dan unregulated fishing.Selain itu, VMS juga akan membantu fishing coordinator / pemilik kapal meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengelolaan informasi kapal, serta untuk memperkirakan hasil tangkapan ikan.

Selain teknologi konektivitas hybrid, solusi VMS juga memiliki banyak fitur seperti  Tracking untuk memonitor posisi dan pergerakan kapal, Log Book yang memungkinkan nelayan melaporkan posisi penangkapan dan hasil ikan sehingga hasil tangkapan diterima oleh pasar dengan harga yang layak, Fish Forecast untuk membantu nelayan mengidentifikasi keberadaan ikan di laut, Distress Solution / Panic Button yang dapat digunakan nelayan untuk menginformasikan keadaan darurat di kapal untuk mendapatkan bantuan.

Selain itu ada juga fitur Weather Information untuk memberikan informasi perkiraan cuaca dari pihak otoritas seperti Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, Messaging Service yang merupakan sistem pengiriman pesan untuk memungkinkan nelayan berkomunikasi dengan petugas pelabuhan yang berwenang di darat, serta Geofencing yang memanfaatkan GPS atau radio frequency identification untuk membantu nelayan mendapatkan informasi ketika memasuki daerah terlarang untuk menangkap ikan / marine protection area.

Gandeng BlackBerry, Perkuat TeamPLAN Solusi Keamanan

KEAMANAN : Telkomsel bekerjasama dengan BlackBerry Limited di Indonesia meningkatkan fasilitas keamanan paket TeamPLAN menambahkan BlackBerry Enterprise Mobility Suites (EMS) (duta.co/dok)

Telkomsel bekerjasama dengan BlackBerry Limited di Indonesia meningkatkan fasilitas keamanan paket TeamPLAN menambahkan BlackBerry Enterprise Mobility Suites (EMS). Solusi keamanan ini memastikan keamanan data, konten, dan aplikasi perusahaan dapat diakses menggunakan perangkat apa saja, baik gawai, ponsel, laptop, maupun komputer.

EMS menjadi jawaban kebutuhan pelanggan akan keamanan, sekaligus  melengkapi layanan yang sudah tersedia dalam paket TeamPLAN sebelumnya, seperti paket data, suara, dan SMS.

Vice President Enterprise Mobile Product Marketing Telkomsel Arief Pradetya mengatakan, “Kerjasama kami dengan BlackBerry memberikan perlindungan layaknya ‘satpam digital’ untuk semua perangkat perusahaan, bahkan hingga ke perangkat mobile sekalipun. Kini dengan paket TeamPLAN, pelanggan tak hanya mendapat akses penuh ke BlackBerry EMS Management Edition dan layanan end-point management, tapi juga secara otomatis jaminan keamanan untuk  perangkat mobile, aplikasi, dan browser mereka.”

“Dengan menawarkan keamanan always on, kami membantu perusahaan di Indonesia menyederhanakan kompleksitas bisnis tanpa harus mengorbankan sisi keamanan. Dengan adanya jaminan dari sisi keamanan ini, pelanggan dapat fokus kepada pengembangan bisnisnya,” ungkap Arief.

Selain solusi EMS, Paket TeamPLAN juga menyediakan paket data mulai dari 5 GB, paket suara mulai dari 1.000 menit untuk panggilan ke pelanggan Telkomsel (60 menit untuk panggilan ke pengguna operator), juga paket SMS mulai dari 1.000 SMS ke sesama pelanggan Telkomsel. Paket TeamPLAN ini dapat diperoleh dengan biaya berlangganan yang terjangkau.

BlackBerry EMS yang digabungkan dengan paket data Telkomsel menjadi solusi mobile terlengkap yang memberi perlindungan, pengelolaan, dan kendali kebijakan di berbagai jenis perangkat dan platform pelanggan korporasi, seperti iOS, AndroidTM, Windows® 10, MacOS, dan Samsung KnoxTM.

Dengan BlackBerry EMS, Telkomsel dapat membantu pelanggan mengakses data, konten, dan aplikasi perusahaan dengan aman dari mana saja, kapan saja, dengan menggunakan perangkat apa saja. Pelanggan juga dapat memilih berbagai layanan tambahan dari BlackBerry Enterprise Mobility Suite. Dengan mengamankan lingkungan kerja bersama BlackBerry, karyawan perusahaan dapat bekerja secara fleksibel dan lebih produktif.

Vice President Global Channel BlackBerry Richard McLeod mengatakan, “Seiring pertumbuhan dan inovasi perusahaan di Indonesia, ancaman terhadap kekayaan intelektual dan data perusahaan juga semakin nyata. Sebagai bagian dari strategi kami untuk membantu pemerintah dan bisnis Indonesia menjadi ‘BlackBerry Secure’.

“Kami sangat antusias untuk mengembangkan kolaborasi kami dengan Telkomsel. Dengan menggabungkan BlackBerry Mobility Suite BlackBerry dan layanan data Telkomsel, kami akan dapat meningkatkan pengalamanan pelanggan khususnya menciptakan lingkungan mobile yang benar-benar aman dan terlindungi,” jelasnya. (imam ghozali)

 

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry