
JAKARTA | duta.co – Samsung Electronics Indonesia resmi memasuki era baru smartphone lipat dengan meluncurkan Galaxy Z8 Series. Tiga model baru yakni Galaxy Z Fold8 Ultra, Galaxy Z Fold8, dan Galaxy Z Flip8, dirancang menjawab kebutuhan pengguna yang kini tidak lagi sekadar mencari spesifikasi tertinggi.
Peluncuran pada 3 Agustus 2026 ini menandai generasi ke-8 perangkat foldable Samsung. Berbeda dari seri sebelumnya, kali ini Samsung membagi lini produk berdasarkan gaya hidup: produktivitas, kreativitas, dan mobilitas.
“Setiap pengguna memiliki aktivitas dan kebutuhan yang berbeda dalam keseharian hingga pekerjaan. Tahun ini kami menyambut era baru Foldable melalui Galaxy Z8 Series yang dirancang untuk berbagai gaya hidup,” ujar Ilham Indrawan, MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia, dalam keterangan resminya.
Galaxy Z Fold8 Ultra menyasar profesional dan pebisnis yang bekerja mobile. Perangkat ini menjadi Galaxy Z Fold tertipis yang pernah dibuat Samsung, dengan ketebalan 4,1 mm saat dibuka dan bobot 215 gram. Layar utamanya berukuran 8 inci.
Untuk menunjang kerja berat, ponsel ini dibekali chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy, baterai 5.000 mAh, dan fast charging 45W. Sektor kamera juga ditingkatkan dengan sensor utama 200MP HDR, ultra-wide 50MP, perekaman video 8K dengan codec APV, hingga fitur Cine LUT untuk kontrol warna sinematik.
Sementara itu, Galaxy Z Fold8 diposisikan sebagai perangkat hiburan dan kreasi. Cover screen dengan rasio 10:16 memudahkan untuk chatting dan scrolling media sosial. Layar utama rasio 4:3 memberi area luas untuk menonton, bermain game, dan mengedit konten.
Di sisi kamera, Z Fold8 mengandalkan kamera utama 50MP dan ultra-wide 50MP. Fitur andalannya adalah Dual Recording dan My FanCam berbasis Galaxy AI yang dapat mengenali pergerakan subjek dan menyesuaikan framing secara otomatis. Performanya ditopang Snapdragon 8 Elite Gen 5 dan baterai 4.800 mAh.
Model ketiga, Galaxy Z Flip8, fokus pada desain paling ringkas dan praktis. Samsung menyebutnya sebagai pilihan terbaik untuk mobilitas sehari-hari dengan dukungan Galaxy AI yang lebih cerdas untuk membantu rutinitas pengguna.
Ketiga perangkat tersebut berjalan dalam satu ekosistem Galaxy AI. Menurut Samsung, kecerdasan buatan di seri ini tidak lagi pasif, melainkan proaktif membantu pengguna menyelesaikan lebih banyak aktivitas, mulai dari pekerjaan, membuat konten, hingga kegiatan harian secara lebih efisien.
Dengan strategi segmentasi ini, Samsung berharap dapat menjangkau lebih banyak konsumen yang mencari perangkat personal sesuai cara mereka bekerja, berkreasi, dan menjalani rutinitas di tahun 2026.(ril/wik)





































