Perusahaan harus mempersiapkan banyak hal ketika menerapkan model kerja hybrid. DUTA/ist

SURABAYA | duta.co – Pandemi Covid-19 dengan berbagai variannya, membuat banyak ketidakpastian. Perusahaan-perusahaan di seluruh dunia pun menerapkan cara dan model kerja yang jauh berbeda dari sebelumnya.

Cara dan model kerja hybrid (perpaduan online dan offline) banyak diterapkan. Namun, cara seperti ini juga harus diantisipasi agar tidak terjadi kebocoran data-data perusahaan.

Entrust, sebagai pemimpin di dunia yang terpercaya dalam hal identitas, pembayaran dan perlindungan data, mengungkap hal-hal yang dibutuhkan untuk mengamankan tempat kerja berbasis hybrid. Ini dilakukan berdasarkan data yang diungkap dari penelitian terbaru yang berjudul “Securing the New Hybrid Workplace.”

Entrust melakukan survei terhadap 1.500 pemimpin bisnis dan 1.500 pemimpin bisnis dan 1.500 karyawan di Amerika Serikat, Inggris, Australia, Jerman, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Indonesia, Jepang dan Singapura. Responden dari Indonesia meliputi 150 pemimpin bisnis dan 150 karyawan. Survei ini dilakukan untuk lebih memahami bagaimana pekerja dari level manajer hingga ke jajaran direksi menyiapkan ruang kerja berbasis hybrid.

Temuan-temuan utama dari penelitian ini di Indonesia, meliputi Hybrid akan terus hadir namun ada kekhawatiran besar akan sistem keamanan. Mayoritas pemimpin bisnis (82%) di Indonesia mengatakan perusahaan mereka menggunakan model hybrid dan 65% karyawan setuju.

53% karyawan melaporkan sebanyak enam contoh produktivitas yang hilang ketika berkerja secara hybrid, namun para pemimpin perusahaan menyebut kebocoran data penting perusahaan (35%), keamanan internet rumah (19%) dan serangan siber (19%) sebagai tantangan keamanan terbesar mereka.

Selain itu, manajemen pengunjung adalah sebuah prioritas di kantor: Semua pemimpin bisnis dan 99 persen karyawan di Indonesia setuju bahwa perusahaan perlu memasang sistem yang bisa mencatat dan melacak pengunjung yang masuk dan keluar gedung ketika para karyawan bekerja di kantor.

Keamanan data kantor saat karyawan bekerja di rumah menjadi tantangan baru. Perusahaan-perusahaan harus mengubah pendekatan keamanan data mereka karena karyawan lebih terdesentralisasi dibandingkan sebelumnya.

Meskipun keamanan data jadi prioritas bagi pemimpin bisnis di Indonesia, sebanyak 88% dari mereka mengatakan bahwa perusahaan yang mereka pimpin menawarkan pelatihan keamanan data kepada karyawan, hanya 69% karyawan yang mengatakan bahwa perusahaan mereka menawarkan pelatihan tersebut. Ini mengindikasikan ada kesenjangan komunikasi.

“Dengan berbagai ketidakpastian yang terjadi selama satu setengah tahun terakhir, banyak organisasi yang mampu beradaptasi dengan bekerja secara remote. Ketika para pemimpin bisnis merencanakan model kerja di masa depan, kami ingin mengetahui bagaimana mereka mengadaptasikan keamanan dan identitas untuk model kerja hybrid,” ujar Director of Digital Security, Asia Pacific and Japan, Entrust, James Cook.

Tidak diragukan lagi bahwa perusahaan-perusahaan cenderung mengikuti keinginan yang jelas dari para karyawan untuk opsi bekerja secara hybrid, dengan 64% perusahaan di Indonesia mengatakan mereka mempertimbangkan untuk mempekerjakan karyawan-karyawan yang secara geografis tinggal di lokasi yang beragam.

Agar perusahaan-perusahaan dapat mengikuti tren ini dan mempekerjakan karyawan di lingkungan baru yang hybrid, ada beberapa cara untuk meningkatkan dan mengamankan proses bergabungnya karyawan baru.

Penelitian ini menemukan bahwa di Indonesia, kurang dari setengah (45%) pemimpin bisnis memperbaiki metode pelatihan mereka, namun hampir dua pertiga (62%) menggunakan alat kolaborasi baru atau yang sudah ditingkatkan, dan hampir tiga perempat (73%) dari mereka menerapkan penerbitan mobile ID untuk karyawan yang bekerja secara remote.

Entrust menemukan dukungan yang luar biasa terhadap penerapan manajemen pengunjung di perusahaan, dengan 100% pemimpin bisnis di Indonesia dan 99% karyawan setuju perusahaan mereka perlu memiliki sistem yang mencatat dan melacak pengunjung yang masuk dan keluar gedung ketika karyawan bekerja di kantor.

Dengan mempertimbangkan hal tersebut, perusahaan-perusahaan akan mulai memberi perhatian lebih kepada orang yang masuk dan keluar gedung kantor. ril/end

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry