Enam mahasiswa FK Unair menghibur pasien dengan bermain musij. DUTA/ist
BANGKOK | duta.co — Enam mahasiswa kedokteran, Fakultas Kedokteran (FK) Unair mengikuti program “Music in Healthcare” di Fakultas Kedokteran Rumah Sakit Siriraj, Universitas Mahidol, Thailand.

Mereka itu adalah mahasiswa yang selama ini aktif di  bidang seni musik dan paduan suara.

Rangkaian program kolaborasi internasional ini berlangsung secara hybrid pada 13–18 Juli 2026 dan kegiatan onsite di Bangkok pada 31 Juli – 9 Agustus 2026.

Program inovatif ini dirancang khusus untuk memadukan minat seni mahasiswa dengan praktik medis. Selama di Thailand, mahasiswa FK Unair mendalami peran transformatif terapi musik dalam layanan kesehatan, khususnya pada perawatan paliatif (palliative care), kesejahteraan pasien, serta peningkatan kualitas hidup lansia.

Di bawah bimbingan langsung Puchong Chimpiboon (Terapis Musik Tingkat Profesional Senior di Siriraj Palliative Care Center), delegasi FK Unair melakukan observasi klinis secara mendalam di dua unit unggulan.

Yakni di Siriraj Palliative Care Center dengan mengamati penggunaan terapi suara dan musik untuk mengurangi kecemasan serta mendampingi pasien fase paliatif. Dan di Siriraj Applied Thai Traditional Medicine dengan mempelajari integrasi pengobatan tradisional dan pendekatan holistik dalam pelayanan kesehatan modern.

Tidak hanya belajar di lingkup akademis RS Siriraj, para delegasi FK Unair juga terjun langsung mengamati implementasi terapi medis dan rekreasi di pusat-pusat perawatan lansia terkemuka di Bangkok pada 2 Agustus 2026.

Mahasiswa mengunjungi dua pusat perawatan medis berfasilitas modern di wilayah Bangkok Noi, yaitu SPLA Elderly Medical Center dan Ilada Health Care. Di sana, mereka mengamati secara langsung sesi terapi musik, bernyanyi bersama, hingga interaksi sosial bagi para penghuni lansia dan pasien rehabilitasi pasca-stroke.

Suci Rahmawati, perwakilan mahasiswa FK Unair, mengaku senang bisa  mengunjungi SPLA Elderly Medical Center serta Ilada Health Care yang berlokasi di wilayah Bangkok Noi.

“Di kedua pusat perawatan medis berfasilitas modern tersebut, kami mengamati serta berinteraksi secara langsung dalam sesi terapi musik, bernyanyi bersama, dan kegiatan sosial bagi para penghuni lansia maupun pasien rehabilitasi pasca-stroke,” kata Suci.

Kehadiran delegasi FK Unair disambut hangat oleh manajemen SPLA Elderly Care Center dan Ilada Health Care. Pihak penyelenggara menyampaikan apresiasi tinggi atas antusiasme serta kepedulian mahasiswa Indonesia dalam mempelajari sistem perawatan lansia berbasis multidisiplin—yang melibatkan spesialis geriatri, fisioterapis, okupasi terapis, hingga praktisi akupunktur.

Dukungan penuh diberikan oleh Dekan FK Unair, Prof Eighty Mardiyan Kurniawati. Dikatakannya, program ini untuk menjawab tantangan medis global yang kian dinamis.

“Ini menunjukkan FK Unair terus mengukuhkan komitmennya dalam mencetak calon dokter berwawasan internasional. Melalui program kolaborasi lintas negara, FK Unair mendorong para mahasiswanya untuk mengeksplorasi pendekatan medis holistik dan adaptif terhadap perkembangan sains modern,” ujarnya.

Hal senada disampaikan oleh dr  Annette d’Arqom, selaku Deputy of Student Mobility di Office of International Affairs (OIA) FK Unair.

Dikatakannya pentingnya partisipasi internasional bagi pengembangan karakter dan keahlian mahasiswa.

“Selain memperluas cakrawala akademik, program ini menjadi wujud nyata upaya FK Unair dalam mengintegrasikan keahlian klinis dengan pemahaman kedokteran holistik yang berstandar internasional,” ungkap dr. Annett.  lis

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry