H. Aminurokhman, SE.MM, anggota Komisi II DPR RI, saat memberikan pemaparan tentang Empat Pilar Kebangsaan di Gedung Kampus Universitas PGRI Wiranegara, Tembokrejo, Purworejo, Kota Pasuruan, Sabtu (20/6/2020) siang. (DUTA.CO/Raffael)

PASURUAN | duta.co – Di masa pandemi Covid-19 dan tetap mengacu prosedur protokol kesehatan, untuk pertama kalinya Anggota DPR RI Fraksi NasDem, H Aminurokhman SE MM menggelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan dengan cara tatap muka di Universitas PGRI Wiranegara, Kota Pasuruan.

Kegiatan Sosialisasi Kebangsaan dengan tema Membangun Empat Pilar Kebangsaan Pada Generasi Muda, Sabtu (20/6/2020 siang, dihadiri 150 mahasiswa dan Dosen Universitas PGRI Wiranegara di Kampus, Tembokrejo, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan, dihadiri Rektor, Sugeng Pratikto.

Aminurokhman yang saat ini juga menjabat Kapoksi (Ketua Kelompok Komisi) II DPR RI ini mengungkapkan bahwa Indonesia sebagai negara besar dengan keaneka-ragaman suku, agama dan budaya yang tersebar di sekitar 17 ribu pulau harus memiliki konsepsi yang jelas untuk menopang kebesarannya.

Konsepsi itu disebut sebagai Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara atau Empat Pilar Kebangsaan, yang meliputi Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

“Empat pilar kebangsaan ini adalah tiang penyanggah (soko guru) sekaligus fondasi yang menentukan kokohnya sebuah negara, sehingga rakyat merasa nyaman dan aman serta terhindar dari segala macam gangguan, baik dari dalam maupun dari luar negeri,” katanya.

Dalam paparannya, Aminurokhman menyinggung sejumlah isu kekinian yang mengedepan di tengah pandemi Covid 19. Menurutnya, setidaknya ada dua isu yang menyita perhatian publik. Pertama, munculnya sikap dan tindakan yang provokatif dengan memanfaatkan psikis publik yang sedang mengalami kesulitan akibat pandemi Covid 19.

Kedua, pro kontra Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP). “Dua isu tersebut cukup mengganggu ketenangan masyarakat yang sedang berjuang mengatasi pandemi Covid 19. Tapi Alhamdulillah, tindakan provokatif itu sudah bisa diatasi dan RUU HIP inshaAllah dipending,” tandas Aminurokhman.

Dalam kesempatan tersebut, politisi NasDem yang berangkat dari Dapil Jatim II (Pasuruan-Probolinggo) ini menghimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terprovokasi dengan isu-isu yang berkembang.

Pria yang juga mantan Walikota Pasuruan dua periode ini menekankan tentang pentingnya pemahaman dan pengamalan nilai-nilai yang terkandung dalam empat pilar kebangsaan yang disebutnya sudah sangat komprehensif dan menjadi benteng pertahanan negara.

“Masyarakat tidak usah bingung apalagi berspekulasi dengan ide-ide baru tak jelas arahnya, semuanya sudah diatur secara lengkap di Empat Pilar Kebangsaan,” terangnya.

Aminurokhman, mengungkapkan bahwa Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara yang sudah final. Bersendikan ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan sosial, UUD 1945 sebagai landasan konstitusional mengatur kekuasaan dengan prinsip demokrasi, HAM, kebersamaan dan gotong-royong.

Kata Aminurokhman, NKRI adalah konsep yang dipilih sebagai bentuk negara kesatuan (bukan federasi) yang telah disepakati oleh seluruh warga negara, Bhinneka Tunggal Ika merupakan realitas keberagaman yang harus dibaca sebagai potensi untuk memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa. (raf)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry