TRENGGALEK | duta.co — Empat hal yang diprioritaskan dalam peringatan Hari Koperasi Nasional tahun 2018 adalah, koperasi sebagai pilar kekuatan ekonomi nasional di era digital, peran generasi muda koperasi menghadapi fenomena ekonomi milenial, koperasi menyemai dan merawat kewirausaan dan membangun bisnis sosial melalui kewira-koperasian.

Hal ini dikatakan Wakil Bupati Trenggalek, Jawa Timur, Moch Nur Arifin saat memberikan sambutan dalam pelaksanaan upacara peringatan Hari Koperasi Nasional ke 71 di Alon-alon Kota Trenggalek, Kamis, (12/7/2018).

Dikatakannya, di era milineal ini pemerintah pusat yang dimotori Kementrian Koperasi dan UKM, lalu disambut pemerintah daerah seperti Kabupaten Trenggalek untuk terus mendorong upaya pemanfaatan dan optimalisasi tekhnologi digital bagi pelaku bisnis koperasi berikut UKM nya.

“Kita mendorong untuk koperasi agar selalu up date terhadap perkembangan teknologi digital,” ucapnya.

Pemanfaatan teknologi digital dan kekinian akan menambah daya saing serta membuat kemajuan yang signifikan bagi dunia perkoperasian di Indonesia sebagai pondasi perekonomian masyarakat.

“Daya saing dengan lembaga ekonomi yang lain harus tercipta bagi terjaminnya pondasi ekonomi bangsa ini yakni koperasi,” tandasnya.

Bagi Koperasi sendiri, menurut Wabup termuda se Indonesia ini, wajib mereformasi diri dengan cara rehabilitasi, reorientasi dan pengembangan usaha koperasi. Termasuk data base lembaga yang aktif maupun yang sudah tidak lagi.

“Kategori koperasi yang sehat atau yang sakit atau bahkan yang sudah mati harus kita awasi agar masyarakat tyidak keliru memilih,” terangnya.

Dijelaskannya, koperasi harus mereorientasi lembaganya sehingga tidak terjebak dalam persoalan kuantitas, namun lebih kepada kualitas lembaga koperasi yang benar-benar mampu bermanfaat bagi masyarakat dan khususnya anggotanya.

“Kalu sehat, koperasi itu akan jelas keuangannya yang disimpan berapa, jumlah peminjamnya berapa dan siapa saja,” ungkapnya.

Sementara itu, Kabupaten Trenggalek hingga pertengahan tahun 2018 ini mempunyai 710 lembaga koperasi. Di mana yang masih aktif hanya 362 lembaga, sedangkan dari 362 itu yang sudah mempunyai nomor induk sebanyak 205 lembaga. (ham)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.