Empat peserta Beswan Djarum Writing Competition yang lolos grand final di Yogyakarta. DUTA/istimewa

SURABAYA | duta.co – Empat mahasiswa dari beberapa kampus di Surabaya dan sekitarnya lolos grand final di Yogyakarta.

Mereka lolos setelah menyisihkan enam peserta lainnya dalam ajang Beswan Djarum Writing Competition  2019 Regional Surabaya,  Jumat (3/5).

Seleksi ketat dari pagi hingga petang ini dilakukam tiga dewan juri diantaranya Bambang Sampurno (dosen), Isa Ansori (praktisi media) dan  Rizki Aris Yunianto (alumni Beswan Djarum).

Sepuluh finalis itu mempresentasikan karya tulis mereka di deoan dewan jari. Ada dua katagori lomba yakni sosial humaniora dan ilmu pengetahuam teknologi (iptek).

Dari seleksi itu, dewan juri memutuskan empat nama yang lolos seleksi untuk kemudian  akan dikirim ke Yogyakarta untuk grand final.

Untuk katagoti iptek dipilih dua peserta yakni  Sudarlin, mahasiswa Universitas Halu Oleo Kendari Sulawesi Tenggara jurusan Kimia dan Reza Aprilia Arshanty, mahasiswi Politeknik Elektronika Negeri Surabaya jurusan Teknik Informatika.

Sedangkan pada kategori humaniora, budaya dan ilmu sosial, dua peserta yang meraih juara adalah Terannisa Nabilah Balqis, mahasiswi jurusan Teknik Lingkungan Institut Teknologi Sepuluh Nopember dan Widya Wijaya Kusuma Putri, mahasiswi Universitas Surabaya jurusan Psikologi.

Begitu namanya diumumkan sebagai juara, Sudarlin serta merta sujud syukur. Ia berurai air mata dan langsung menghubungi keluarganya.

Dengan karya tulis bertajuk “Solusi Alternatif Mengatasi Limbah Logam Berat Sungai Tahi Ite Kabupaten Bombana”, Sudarlin optimis melaju ke Final Nasional di Yogyakarta.

Sudarlin bertekad membantu penyelesaian masalah untuk orang-orang di sekitar Sungai Tahi Ite.

“Saya sangat senang. Makanya saya langsung mengucap syukur namun tidak boleh lupa bahwa ini adalah titipan dari Allah. Ini anugerah terbesar yang harus dijalani dengan baik. Inspirasi saya menulis adalah karena saya sangat prihatin dengan tercemarnya mata air oleh lumpur dan logam berat merkuri tambang emas,” urainya.

Sudarlin memberikan solusi mengurangi kandungan air sungai yang tercemar dengan memanfaatkan limbah cangkang kerang Pokea di Kendari, Sulawesi Utara yang berfungsi sebagai zat penyerap logam berat.

Di sisi lain, Reza juga mengungkapkan kebahagiaannya menjadi wakil Surabaya. Ia tak menyangka keluar sebagai pemenang karena saat penilaian presentasi, Reza grogi.

“Awalnya sempat minder, karena melihat presentasi yang lain bagus-bagus. Saya tak mengira akan berhasil. Setelah ini saya akan memperbaiki karya tulis seperti saran dewan juri. Saya juga akan berusaha semaksimal mungkin,” tutur Reza senang.

Hal senada juga diungkapkan Widya dan Tera, dua mahasiswi ini berpelukan mengetahui merekalah yang lolos dengan membawa nama besar kampus masing-masing.

Mereka mengucapkan terima kasih kepada orang-orang terdekat, keluarga alumni Beswan Djarum dan dewan juri. Widya, mahasiswi yang mengulas tentang “Kickdep: Aplikasi Untuk Mengurangi Angka Depresi di Indonesia,”.

Diakui Widya, alasan pribadi memilih tema depresi karena dekat dengan jurusan saya yakni Psikologi. Diperkuat lagi, dalam satu bulan itu saya menjumpai empat orang teman saya yang sepertinya di luar baik-baik saja, cukup berprestasi namun ternyata melakukan self-harm.

“Melalui Writing Competition ini, saya terbantu untuk mengemukakan pendapat saya dan memberikan solusi berupa konseling dan setelahnya tentu saja implementasi. Tantangan saya juga untuk mengubah stigma dan cara pandang masyarakat terhadap orang yang pergi ke Psikolog,” jelas Widya.

Sementara Terannisa Nabilah Balqis juga mengaku senang bisa mengikuti ajang ini. “Bisa ikut seleksi regional Surabaya saja sudah senang apalagi lolos nasional,” ungkapnya.

Mahasiswa jurusan Teknik Lingkungan ini menuangkan ide dalam bentuk tulisan dengan membuat  aplikasi Sampahqu. Ini kayanan online bank sampah di mana nasabah bank sampah tidak perlu menyetorkan sampahnya secara langsung. Ada ojek sampah yang akan mengambil sampah- sampah keringnya setelah sebelumnya mendaftar di aplikasi itu.

Empat peserta dengan karya tulis terbaik dari dua kategori tersebut mendapatkan hadiah berupa uang tunai sebesar Rp 5 juta dan piagam penghargaan, serta mendapatkan tiket untuk berkompetisi di Final Nasional Writing Competition Beswan Djarum 2018/2019.

Kompetisi ini merupakan kelanjutan dari rangkaian pembekalan soft skills yang diberikan kepada Beswan Djarum.

Sebelumnya, para mahasiswa berprestasi ini telah dibekali dengan program Character Building yang membekali para Beswan Djarum dengan enam kualitas dasar yaitu keingintahuan, inisiatif, kegigihan, adaptabilitas, kepemimpinan, kesadaran akan isu sosial dan budaya.

Setelahnya, ada pula program Leadership Development yang memberikan serangkaian pelatihan guna menjadi pemimpin visioner, komunikatif, dan mampu memotivasi serta membawa pengikutnya menuju perubahan yang lebih baik. end

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.