Sebagian siswa yang ikut program Immersion 2019. DUTA/endang
SIDOARJO | duta.co –  Siswa – siswi Madrasah Tsanawiyah Biligual (MTsB) dan Madrasah Ibtidaiyah Nahdlatul Ulama (MINU) Pucang Sidoarjo ke Malaysia,  Rabu (20/3).
Mereka akan berada di Negeri Jiran selama empat hari untuk mengunjungi dua sekolah di Kuala Lumpur dalam Immersion Program 2019.
Program ini dijadwalkan mengajak siswa-siswi ke sekolah Islam yang bertaraf internasional di KL yakni  International Islamic School Malaysia (IISM). Yang kedua adalah Sekolah Indonesia Kuala Lumpur.
“Ini semacam pertukaran pelajar yang setiap tahun kita lakukan,” ujar Project Leader Immersion Program 2019,  Umi Salamah ditemui di Terminal 2 Bandara Juanda, Rabu (20/3).
Namun diakui Emma, panggilan akrab Umi Salamah, tahun ini program ini berbeda. Karena siswa-siswinya akan diajak mengunjungi salah satu sekolah internasional yang tidak mudah untuk bisa ke sana.
“Kita banyak dibantu Kepala Kementerian Agama Sidoarjo serta Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kuala Lumpur. Sehingga kita bisa studi banding pembelajaran di sana yang akan bermanfaat bagi siswa dan guru,” tukas Emma.
Dalam rombongan ini kata Emma ada 108 siswa-siswi dari MTsB dan MINU ikut serta. Ada lima guru pendamping serta Kepala MTsB Samsuhari dan Kepala MINU Pucang Hamim Tohari.
Turut mendampingi Kepala Kemenag Sidoarjo Achmad Rofii, Ketua Lembaga Pendidikan Maarif Sidoarjo Misbach dan Ketua Perkumpulan Guru Swasta Sidoarjo Asep Syaifulloh.
“Kita rombongan besar ke sana dan orang-orang penting di Sidoarjo ikut serta. Semoga bisa membawa manfaat demi kemajuan pendidikan Islam di Sidoarjo,” tukas Emma.
Program ini mendapat apresiasi dari orang tua siswa. Salah satu orang tua siswa, Masdarul Khoiri mengaku senang MINU Pucang Sidoarjo memiliki program nyata mengunjungi sekolah bergengsi di Malaysia.
“Sebagai orang tua kita hanya bisa mendukung asalkan bermanfaat bagi anak dan pendidikannya,” ujarnya.
Selain mengunjungi sekolah begengsi dan kantor KBRI Malaysia, ronbongan ini akan mengeksplor tempat wisata dan kuliner Malaysia. end

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.