TRENGGALEK | duta.co — Pasca 3.400 siswa-siswi Madrasah meramaikan kegiatan  menulis Alquran dalam Khotmil Qur’an Bil Qolam yang diselenggarakan Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Trenggalek, Minggu (9/9/2018) di Pendopo Manggala Praja Nugraha, Bupati Trenggalek, Emil Elestianto Dardak yakin, gerakan itu akan membentuk mentalitas positif dalam membangun karakter.

“Gerakan-gerakan dalam kegiatan menulis Alquran ini memberikan efek pada otak dengan terbentuknya pola yang menjadi sarana eksistensi bagi terbentuknya karakter diri,” ujarnya, Jum’at (14/9/2018) di Trenggalek.

Gerakan menulis Alquran dalam Khotmil Qur’an Bil Qolam ini diselenggarakan dalam rangka menyambut datangnya tahun baru Islam 1440 Hijriah di tahun 2018.

Dikatakannya, tujuan diselenggarakannya kegiatan ini dalam rangka melestarikan budaya menulis Alquran bagi siswa-siswa Madrasah guna menginternalisasi nilai-nilai Alquran menuju baldatun thoyyibatun warobbun ghofur.

“Bisa membaca Alquran, belum tentu bisa menulis Alquran, sehingga kegiatan ini diselenggarakan untuk melestarikan budaya tulis Alquran,” tuturnya.

Selain itu, kata dia, fungsi yang lain adalah melatih kesabaran, ketelitian, ketekunan dan lain-lain. Sosialisasi juga telah dilakukan mulai sekolah pendidikan dasar, menegah atas, pejabat hingga warga binaan di lapas.

“Metode akan menjadi metode pembelajaran untuk SD, SMP, dan SMA. Targetnya adalah saat SMP tiga tahun khatam menulis Alquran begitu juga dengan SMA karena kami bagi menjadi tiga bagian yakni juz 1-10, juz 11-20 dan juz 21-30 diharapkan setahun selesai setiap bagian, semua ini terdiri dari 24 halaman,” ujarnya.

Menurutnya, pendidikan merupakan investasi strategis jangka panjang yang sangat penting untuk membentuk Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas.

Lebih lanjut, ditambahkannya, SDM berkualitas ini harus dibarengi dengan jiwa disiplin dan akhlak mulia, yang salah satunya dapat didapatkan melalui melestarikan budaya membaca dan menulis Alquran seperti ini.

“Ayo kita lestarikan budaya ini,” tegasnya.

Selain itu, imbuh dia, pendidikan merupakan cara kerja berkebudayaan dalam membentuk peradaban dan kultur kedaerahan yang khas. Untuk mewujudkan kekhasan itu perlu salah satunya membentuk dan mengembangkan budaya serta peradaban insan Qurani.

“Khotmil Qur’an Bil Qolam menjadi instrumen mendidik dan membangun budaya serta peradaban tingkah laku yang Qurani,” pungkasnya. (ham)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.