Emil Dardak berfoto bersama mahasiswa baru serta dosen Fikom UKWMS usai acara Kamis (9/8). DUTA/istimewa

SURABAYA | duta.co  – Ilmu komunikasi penting diterapkan dalam segala bidang kehidupan. Dalam bidang politik, ilmu komunikasi sangatlah membantu.

Hal itu diungkapkan Bupati Trenggalek Emil Dardak di sela acara Pekan Pengenalan Kampus (PPK) Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (Fikom UKWMS) Kamis (9/8).

Di hadapan 220 mahasiswa, Emil menceritakan pengalamannya saat belajar sembari bekerja di Australia, yang kemudian dilanjutkan dengan berkarya di BUMN sebelum menjadi Bupati Trenggalek.

 Emil yang pernah magang di perusahaan periklanan mengungkapkan, bahwa ilmu komunikasi sangat banyak membantu dalam karirnya bahkan kini diterapkannya di dunia politik.

 “Ilmu Komunikasi terutama bidang PR (Public Relations) banyak membantu dalam kampanye, branding, apalagi dalam menghadapi krisis pencitraan,” jelas Emil.

Bagi Emil, anak muda Indonesia harus mengerti prinsip-prinsip seperti marketing communications misalnya: STP (Segmentation, Targeting and Positioning) dan 4P (Produk, Place,  Promotion and Price) agar dapat menjual produknya bagi para entrepreneur.

 Kemudian, ia juga menjelaskan ide Millenial Job Center yang kini ia akan kembangkan di Jawa Timur.

Karena prinsip ekonomi masa kini telah mengenal perubahan berupa Gig Economy. Gig merupakan istilah untuk para musisi jika mereka diminta untuk “manggung”.

Gig Economy adalah keadaan ekonomi yang lebih fleksibel sehingga tidak mengharuskan pegawai bekerja sesuai dengan waktu standar, mengakibatkan perusahaan pun lebih mudah untuk merekrut tenaga lepas.

 “Gig economy ini membuat anak muda kreatif bisa berkarya di mana saja dan kapan saja sehingga menjadi lebih reponsif dan fleksibel, dan masa kontraknya pun biasanya jangka pendek,” ujar Emil.

Dikatakannya, Millenial Job Center akan menyediakan pekerjaan untuk tenaga lepas profesional yang bisa bekerja di perusahaan sesuai proyek yang ada dan skill yang dimiliki.

“Ini tak hanya bisa dimanfaatkan oleh anak muda, tapi juga para ibu rumah tangga untuk lebih produktif, sembari menjalankan peran utamanya sebagai ibu,” papar Emil kepada para mahasiswa.

Emil Dardak dipilih untuk menjadi narasumber dalam acara ini karena idenya tentang Millenial Job Center (sentra pekerjaan untuk kaum milenial) yang dinilai sesuai dengan tema PPK FIKOM 2018 yakni Creative YoungNesian.

Theresia Intan, wakil Dekan I sekaligus Dosen Penanggung Jawab PPK menyatakan, PPK itu kan untuk anak muda, jadi kata Creative YoungNesian di sini menggambarkan anak muda Indonesia yang kreatif.

“ Hal ini, terangnya merupakan salah satu wujud penerapan nilai kreativitas yang dipegang teguh oleh Fikom UKWMS,” tandasnya.

 “Kami berharap mereka bisa menjadi anak muda yang mampu bertahan dan berkarya serta bersaing dalam perkembangan industri kreatif komunikasi,” tandas Intan. end/ril

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.