ALCO: Kanwil DJPb Jatim, Taukhid, SE, MScIB, MBA, saat memberikan Laporan Asset-Liability Committee (ALCo) Regional Jatim, Selasa (29/3/2022). Duta/Rum

SURABAYA | duta.co – Program vaksinasi yang merupakan salah satu kondisi prasyarat (necessary condition) dalam akselerasi pemulihan perekonomian nasional yang diikuti dengan melemahnya lonjakan kasus Covid-19 pada akhir bulan Februari 2022 diiukti dengan knerja fiscal yang membaik.

“Sampai dengan 28 Februari 2022, pendapatan negara tercapai sebesar Rp38,87 triliun atau 17,33 persen dari target di Jatim. Pendapatan Negara sampai dengan 28 Februari 2022 tumbuh 34,52 persen (y-o-y),” ungkap Kanwil DJPb Jatim, Taukhid, SE, MScIB, MBA, saat Laporan Asset-Liability Committee (ALCo) Regional Jatim, bersama dengan Kepala Kanwil unit Eselon I  Kementerian Keuangan di Jawa Timur (DJP, DJ Bea Cukai, DJKN), Selasa (29/3/2022).

Penerimaan Perpajakan  hingga 28 Februari 2022 mencapai 12,33 persen dari target. Penerimaan tersebut tumbuh negatif 2,03 persen secara nominal dibandingkan periode yang sama TAYL. Penerimaan pajak PPN dan PPn BM Februari 2022 menjadi penyumbang penerimaan sebesar 55,45 persen dan PPh sebesar 43,47 persen. PPN dan Pajak Lainnya secara nominal tumbuh negatif, sedangkan PPh dan PBB masih tumbuh positif.

“Penurunan penerimaan PPN terutama disebabkan oleh penurunan PPN DN pada sektor Industri Pengolahan,” tegasnya.

Sedangkan penerimaan Kepabeanan dan Cukai mencapai 21,27 persen dari target, secara nominal tumbuh positif 62,57 persen dibandingkan periode yang sama TAYL ditopang pertumbuhan penerimaan Cukai, Bea Keluar (BK), dan Bea Masuk (BM) yangtumbuh sebesar 62,31 persen (y-t-d) dengan pertumbuhan tertinggi oleh BK sebesar 92,41 persen (y-t-d).

“Penerimaan BK hingga  Februari meningkat 92,41 persen (y-t-d) seiring naiknya nilai ekspor produk turunan CPO sebesar 283 persen (y-t-d). Tingginya peningkatan BM didorong dengan aktivitas impor nasional dengan peningkatan nilai devisa bayar hingga  Februari sebesar 24,87 persen (y-t-d),” urai Taukhid.

Sementara  realisasi Pendapatan APBD Konsolidasian se-Jatim sampai dengan 28 Februari 2022 sebesar Rp16,98 triliun (13,55 persen) didominasi oleh pendapatan Transfer Pemerintah Pusat (TKDD) dengan proporsi 73,34 persen dari Total Pendapatan Daerah.

Realisasi Belanja APBD Konsolidasian Provinsi Jatim sebesar Rp6,59 triliun (4,76 persen) didominasi oleh komponen Belanja Pegawai dengan proporsi 62,06 persen.

“Proporsi TKDD sebesar 73,34 persen terhadap Total Pendapatan daerah menunjukkan bahwa dukungan dana pusat melalui TKDD masih menjadi faktor dominan untuk pendanaan di Pemda se-Jatim,” tegasnya.

Surplus Anggaran Februari 2022 tercatat sebesar Rp10,39 triliun dengan Pembiayaan Bersih sebesar Rp3,16 triliun menghasilkan SILPA mencapai Rp13,56 triliun.

Seluruh komponen Kemenkeu di Jatim berkomitmen memperkuat koordinasi dengan Pemda untuk meningkatkan kualitas Belanja Pemerintah, memperkuat sinergi dengan Pemda untuk mempercepat akselerasi Belanja Daerah selain Belanja Pegawai, serta mendorong Pemda se-Jatim untuk menyampaikan data realisasi per bulan kepada DJPK secara tepat waktu untuk mendukung analisa dan rekomendasi kebijakan tahun berjalan.

“Selain itu, Kemenkeu berupaya untuk mengoptimalkan penggunaan SILPA TAYL yang mencapai Rp12,40 triliun agar dapat segera dimanfaatkan bagi kesejahteraan masyarakat,” tandasnya. rum

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry