TURUN: Ekspor emas dan produk perhiasan Indonesia turun 32% dampak lesunya ekonomi global akhir tahun 2016. (duta.co/dok)

SURABAYA|duta.co – Dampak lesunya ekonomi global membuat permintaan emas dan produk perhiasan turun. Indonesia, salah satu eksportir emas dan produk perhiasan terpukul dengan penurunan permintaan. Emas dan produk perhiasan salah satu kontributor ekspor yang cukup besar untuk Indonesia dan Jawa Timur (Jatim) khususnya.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekspor perhiasan atau permata akhir tahun 2016 turun sebesar 32% menjadi USD 132,0 juta secara month to month (mtm). Sementara itu, impor perhiasan atau permata meningkat 48,96% menjadi USD101,0 juta. Khususnya untuk ekspor, angka penurunan ini terbilang cukup drastis.

Menurut pengamat industri perhiasan Leo Hadi Loe, penurunan ekspor ini salah satunya disebabkan oleh pelemahan ekonomi global. Akibatnya, permintaan dari negara-negara utama pada industri perhiasan di Indonesia mengalami penurunan.

“Ekonomi dunia memang lagi turun. Beberapa negara seperti China, Dubai, India juga tengah mengalami hambatan pada ekonomi. Akibatnya permintaan terhadap emas turun. Padahal negara ini yang menjadi tujuan terbesar ekspor Indonesia,” tuturnya.

Melambatnya ekonomi China juga merupakan salah satu penyebab utama dari turunnya ekspor perhiasan Indonesia. Bahkan, penurunan ekspor diprediksi juga masih akan terjadi sepanjang tahun ini.

“Ekonomi China kan turun, tahun ini juga diprediksi begitu. Jadi keadaannya tidak akan jauh berbeda meski awal tahun ini ada perayaan Imlek tidak bisa mengangkat ekspor,” jelasnya. (imm/okz)

 

 

BAGIKAN

Tinggalkan Balasan