Penerapan aplikasi Analisis Beban Kinerja di Fakultas Teknik Untag Surabaya mulai pertengahan Mei 2024 ini. DUTA/ist

SURABAYA | duta.co – Manajemen kinerja tenaga kependidikan di Fakultas Teknik (FT) Untag Surabaya menggunakan aplikasi Analisis Beban Kerja.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya FT Untag Surabaya untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasional, serta memastikan kesejahteraan dan produktivitas tenaga kependidikan.

Inisiasi pembuatan aplikasi analisis beban kerja dipicu oleh kurangnya pemantauan kinerja pada tenaga kerja di FT Untag Surabaya.

Aplikasi tersebut bertujuan untuk mendukung kerja optimal dengan memantau hasil kinerja, memudahkan distribusi pekerjaan, menyediakan pemetaan beban kerja yang komprehensif, mengidentifikasi tugas dan tanggung jawab dengan lebih akurat.

“Selama ini, kita telah bekerja keras, namun sulit untuk memantau karena jumlah tenaga kerja yang banyak dan penempatan ruangan yang berbeda-beda. Hal ini membuat kita kesulitan mengetahui apa yang sedang dikerjakan setiap harinya, dan informasi pekerjaan tersebut tidak terdokumentasi dengan baik,” jelas Dr Ir Sajiyo, M.Kes, Dekan Fakultas Teknik Untag Surabaya, Senin (20/5/2024).

Dr Sajiyo berharap agar para pimpinan dapat mengidentifikasi kebutuhan pelatihan dan pengembangan bagi tenaga kependidikan FT Untag Surabaya. Juga bisa mengetahui progres kerja, termasuk target, pencapaian, dan kinerja yang masih perlu diperbaiki.

“Dengan adanya analisis beban kerja ini, seluruh kinerja dapat terpantau, memungkinkan kita untuk mengambil tindakan yang sesuai, seperti dukungan atau pelatihan yang dibutuhkan. Kami berharap, dengan sistem ini, beban kerja dapat didistribusikan lebih merata dan adil,” ujar Sajiyo.

Tenaga kependidikan FT Untag Surabaya akan memulai penggunaan aplikasi Analisis Beban Kerja mulai pertengahan Mei 2024 ini dengan mengisi sesuai dengan tugas harian mereka.

Implementasi Analisis Beban Kerja akan disesuaikan dengan beban kerja masing-masing individu, termasuk estimasi jam kerja normal per hari serta batas waktu overload selama jam kerja.

Upaya ini mendapat tanggapan positif dari Gatot Edi Widodo, SE, Kepala Tata Usaha Fakultas Teknik Untag Surabaya, yang mengakui bahwa pekerjaan sehari-harinya dapat terdokumentasikan secara baik.

“Aplikasi ini mempermudah memberikan gambaran yang jelas tentang tugas yang harus diselesaikan untuk meningkatkan efisiensi kerja. Pekerjaan sehari-hari terdokumentasi dengan baik, sehingga di masa mendatang dapat dievaluasi untuk pembenahan yang diperlukan,” tukas Widodo.

Dengan adanya analisis beban kerja di Fakultas Teknik tidak hanya membantu pemantauan dan evaluasi kinerja, tetapi juga menjadi alat penting untuk perencanaan dan pengembangan sumber daya manusia. Aplikasi ini memungkinkan manajemen fakultas untuk melakukan evaluasi kinerja yang lebih objektif dan mendeteksi ketimpangan beban kerja dengan lebih efektif. ril/end

Express Your Reaction
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry