Mahasiswa Unusa bersama warga untuk program holistik bina desa dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek). DUTA/ist

Mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya  yang tergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Riset Keilmiahan Mahasiswa Unusa memberdayakan masyarakat agar memanfaatkan potensi desa.

Ini dilakukan agar masyarakat bisa dan mampu bertahan di masa yang serba sulit, pandemi Covid-19.

—–

Pemberdayaan ini bagian dari implementasi proposal yang sudah dibuat 11 mahasiswa UKM Ritmanusa untuk Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D) Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek). Tim mendapatkan hibah untuk program ini pada Juni lalu dan harus diimplementasi selama empat bulan sejak September hingga Desember 2021.

Info Lebih Lengkap Buka Website Resmi Unusa

Lokasi yang dipilih yakni di Desa Patengteng, Kecamatan Modung, Kabupaten Bangkalan. Mahasiswa pun mulai bergerak sejak 20 September 2021 lalu dengan dosen pembimbing, Maharani Pratiwi.

Dipilihnya desa itu karena ada salah satu dari anggota tim UKM Ritmanusa yang berasal dari desa tersebut. Di mana warga desa dan kepala desanya menginginkan ada mahasiswa dan akademisi yang masuk ke desa itu untuk memberikan edukasi tentang banyak hal. Terutama edukasi memanfaatkan hasil sumber daya alam di desa tersebut.

“Desa itu penghasil pisang yang lumayan banyak. Tapi belum dimanfaatkan dengan baik. Dari keinginan itu, kita buatkan proposal dan diajukan ke Kemdikbudristek. Alhamdulillah dapat hibah,” ujar Husnia Susi Hartati, selaku ketua UKM Ritmanusa.

Sejak proposal disetujui dan mendapatkan hibah, 11 mahasiswa dari berbagai jurusan itu bergerak ke lokasi. Sudah dua bulan prog=ram ini diimplementasikan. Tiap dua minggu sekali, mahasiswa turun memberikan edukasi sekaligus pemantauan.

Foto bersama warga dan mahasiswa. DUTA/ist

Dalam program ini, tim mengambil tema Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Agropreneurship Berbahan Dasar Pohon Pisang dengan Penerapan Sistem 3M (Membudidayakan, Memproduksi dan Memasarkan).

Sehingga, mahasiswa dan dosen pun membantu warga bagaimana membudidayakan tanaman pisang dengan benar sehingga bisa menghasilkan buah yang berkualitas.

Karena itu, kata Maharani Pratiwi, tim membuatkan kebun percontohan dengan menanam bibit pisang yang benar. Kebun ini dibuat agar nantinya ketika berbuah, bisa menjadi contoh bagi warga desa lain untuk melakukan langkah serupa.

“Kita akan pantau terus lahan percontohan ini agar bisa maksimal hasilnya,” ujar Maharani.

Selain itu, kata Maharani, mahasiswa juga memberi pelatihan pengolahan buah pisang agar bisa memberikan nilai jual yang lebih tinggi. Ini dilakukan agar masyarakat desa bisa mendapatkan tambahan penghasilan khususnya bagi para ibu yang selama ini hanya menjadi ibu rumah tangga.

“Jadi ibu rumah tangga yang tergabung dalam Muslimat NU dilatih bagaimana mengolah buah pisang agar bisa dijual dengan harga yang lebih tinggi,” tukasnya.

Dan saat ini, mahasiswa sedang memberikan pelatihan bagaimana produk yang sudah dibuat itu bisa menembus pasar. Salah satunya dengan masuk ke platfom jual beli digital seperti tokopedia, shopee dan sebagainya.

Apa yang dilakukan mahasiswa ini mendapatkan apresiasi dari Sekretaris Desa, M.Ali. Dikatakan Ali, dengan adanya tim Unusa datang ke desanya, masyarakat mulai terbuka pikiran dan wawasannya.

“Sehingga ini bisa dijadikan bekal agar desa lebih maju lagi ke depannya. Dan masyarakat sekitar bisa terus melakukan inovasi produk agar bisa meningkatkan pendapatan apalagi di masa pandemi,” ungkapnya.

Mahasiswa pun berharap dengan adanya program ini warga Desa Patengteng dapat semangat mengembangkan kreativitas dalam menciptakan suatu karya sehingga program tersebut dapat berkelanjutan.

Kesebelas mahasiswa dari UKM Ritmanusa itu adalah Husnia Susi Hartati (S2 Keperawatan), Adelia Prwatiwi (S1 Kesehatan Masyarakat), Feby Ayu Solikah (S1 PGSD), Nur Fauziah (S2 PGSD), Zahrotul Jannah (S1 PGSD).

Juga ada Yasmin Nadhifah Ramadany (S1 Pendidikan Bahasa Inggris), Vika Wulandari (S1 Manajemen), Rizma Yuhana Defitri (S1 Keperawatan), Novia Lailatul Karimah (S1 Gizi), Nuzulul Husnul Khotimah (S1 Gizi) dan Meliyani Syafitri (S1 Gizi). ril/end

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry