Dosen, mahasiswa dan masyarakat berfoto bersama usai kegiatan pengabdian masyarakat. DUTA/ist

Penderita hipertensi jumlahnya sangat banyak. Namun, penderita terkadang abai dengan penyakit yang dideritanya sehingga tidak memedulikan lagi tentang asupan makannya. Akibatnya banyak komplikasi yang dialami para penderita hipertensi hanya karena tidak mengetahui manajemen diet yang tepat.

Dosen Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) yakni Umdatus Soleha, Siti Nurjanah dan Firnanda Erindia mengedukasi masyarakat di Dusun Ploso Kuning, Kecamatan Pucuk, Kabupaten Lamongan pada April hingga Juni 2022 lalu.

Di dusun itu, banyak penderita hipertensi yang masih belum mengetahui diet bagi penderita sehingga mereka dengan mudah mengonsumsi makanan dan minuman apa saja tanpa mengetahui dampak dari asupan makanan minumannya itu. Akibatnya banyak penderita yang mengalami komplikasi hipertensi.

“Kami ingin pengetahuan masyarakat tentang manajemen diet penderita hipertensi ini bisa lebih meningkat,” ujar Umdatus selaku ketua tim pengabdian masyarakat.

Info Lebih Lengkap Buka Website Resmi Unusa

Dari pretest yang dilakukan pada masyarakat di dusun tersebut, diketahui banyak penderita yang mulai kurang mengonsumsi sayuran segar, ikan segar dan serat. Sedangkan konsumsi garam, lemak dan gula terus meningkat.

Dari data di Puskesmas Pembantu di dusun tersebut menyebutkan setiap bulan rata-rata kunjungan pasien rawat jalan sebanyak 158 dan yang menderita hipertensi sebanyak 94 persen.

Banyaknya penderita hipertensi dibandingkan penyakit lainnya, karena pola hidup masyarakat sebagian besar tidak sehat. Hal ini didukung dengan ketidakpatuhan terhadap diet yang sudah ditetapkan. Juga karena konsumsi garam yang terlalu tinggi pada lauk makanan sehari-hari karena masyarakat di dusun tersebut sebagian besar lauk sehari-harinya adalah ikan laut hasil tangkapan keluarganya yang sudah tidak laku di pasaran kemudian diawetkan dengan air garam.

Kegiatan yang dilakukan disambut antusias masyarakat. DUTA/ist

“Masyarakat di sana kan rata-rata bekerja sebagai nelayan, jadi apa yang dimakan itu dari hasil laut tapi bukan yang segar melainkan yang sudah diawetkan menjadi ikan asin,” ungkap Umdatus.

Memberikan edukasi kepada penderita hipertensi merupakan tugas yang sangat penting. Apabila para penderita hipertensi di dusun tersebut memiliki pengetahuan yang baik tentang penyakitnya, diharapkan penderita dapat mengendalikan tekanan darahnya untuk mencegah terjadinya komplikasi.

Para dosen pun mengedukasi masyarakat melalui tatap muka. Mereka dijelaskan akan bahaya hipertensi jika diabaikan. Bagaimana menjaga pola makan dan minuman agar tekanan darah bisa terkontrol.

“Kita kasih tahu apa yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi. Supaya penderita ini tidak mengalami hal-hal yang negatif akibat penyakitnya,” tukasnya.

Penyuluhan ini tidak hanya pada penderita tapi pada keluarganya. Karena peran keluarga sangat penting untuk keberhasilan program diet bagi penderita hipertensi. Jika tingkat pengetahuan penderita semakin bertambah dan menerapkan apa yang diketahuinya sedemikian rupa sehingga bermanfaat untuk efisiensi dan keberhasilan pengelolaan kesehatan terutama untuk penderita hipertensi. ril/hms/end

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry