EDUKASI : Vice Branch Manager PT Rifan Financindo Berjangka Surabaya, Budiansyah kepada wartawan di Surabaya. (duta.co/imam)

SURABAYA | duta.co – Investasi kontrak berjangka indeks memang belum popular dibanding gold dan komoditas lainnya. Padahal potensinya sangat besar karena dinamis dan potensi keuntungan yang besar dari progress naik ataupun turunnya.

Karenanya nasabah yang memilih Investasi kontrak berjangka indeks masih minim. Masih minimnya nasabah yang berinvestasi di kontrak berjangka indeks memacu PT Rifan Financindo Berjangka (RFB) perlu terus melakukan edukasi dan sosialisasi ke masyarakat. Tujuannya masyarakat semakin paham dan mau berinvestasi di indeks.

“Kontribusi indexs terhadap total transaksi di RFB memang masih rendah, walaupun sebenarnya jenis investasi ini lebih mudah dipahami dan memiliki potensi laba yang besar. Kalau pergerakan gold kan dipengaruhi seluruh dunia, jadi sebenarnya lebih rumit. Kalau indeks fluktuasinya hanya berdasarkan  kondisi dan kebijakan suatu Negara sesuai indeks yang dipilih. Jadi lebih mudah untuk memprediksikan misalnya indkes Hang Seng, Nikkei, KOSPI ataupun yang lain ” ujar Vice Branch Manager PT Rifan Financindo Berjangka Surabaya, Budiansyah kepada wartawan di Surabaya.

 Karena banyak yang belum paham masyarakat atas Investasi kontrak berjangka indeks menyebabkan jumlah nasabah yang mau berinvestasi di produk tersebut sangat kecil, hanya sekitar 57 nasabah dari total nasabah RFB Cabang Surabaya yang mencapai sekitar 600 nasabah.

“Meski kecil jumlah tersebut naik 27 persen dibanding tahun lalu pada posisi yang sama. Ini tantangan bag Rifan untuk terus gencar edukasi agar jumlah nasabah indeks menjadi semakin  besar,” tambahnya.

 Budiansyah menambahkan dda dua jenis indeks yang diperdagangkan oleh RFB, yaitu indeks Han Seng dan indeks Nikkei. Pergerakan produk derivatif ini termasuk high risk, high return. Semua posisi harus diperhitungkan dengan cermat dengan memperhitungkan analisis fundamental dan teknikal. Karenanya, karakter nasabah indeks ini pengusaha yang benar-benar paham seperti para importir. Dan rata-rata sudah berusia 30 tahun.

“Meski indeks memiliki peluang keuntungan yang cukup baik, namun harus diakui saat ini kontrak berjangka emas merupakan primadona seiring kenaikan tren harga emas yang positif dalam beberapa waktu terakhir,” ujarnya

Bahkan jumlah nasabah kontrak berjangka emas terus melesat. Pada tahun ini, jumlah nasabah baru untuk kontrak berjangka emas mencapai 254 nasabah, naik 17,4 persen dibanding tahun lalu. Sementara total nasabah komoditas ini mencapai sekitar 500 nasabah dari total nasabah RFB sebanyak 600 nasabah.

Terkait kinerja RFB, Pimpinan Cabang RFB Surabaya, Leonardo dalam keterangan resminya menjelaskan bahwa kinerja RFB cukup bagus. Sepanjang Januari hinggga September 2019, PT. Rifan Financindo Berjangka Cabang Surabaya mencetak total volume transaksi sebanyak 128.237 lot atau tumbuh 17,45 persen dibandingkan tahun lalu di posisi yang sama. Hingga akhir tahun transaksi ditarget mencapai 200 ribu lot.

Pertumbuhan kinerja transaksi ditopang oleh kontribusi volume transaksi bilateral sebanyak 89.959 lot dan multilateral sebanyak 28.278 lot. Sementara itu hingga kuartal III tahun ini, total nasabah baru yang berhasil dihimpun sebanyak  237 nasabah, atau naik 23,44 persen dibandingkan kuartal III tahun 2018 sebanyak 192 nasabah.

“Layanan yang memuaskan kepada nasabah dengan tim yang solid, mendorong kinerja pertumbuhan nasabah baru terus positif,” jelas Leonardo. (imm)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry