KEDIRI | duta.co -Mengantisipasi maraknya bencana alam telah menjadi perhatian khusus BPBD Kota Kediri dengan edukasi warga termasuk usia dini. Sejumlah sekolah tingkat dasar, hingga kelompok masyarakat diberikan sosialiasi dan pelatihan tanggap bencana.

Kini muncul group Peduli Relawan Bencana (PRB) selain berdirinya tim Reaksi Cepat Kerja Tuntas (RCKT).

Adi Sutrisno, Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Kediri mengatakan Tahun 2018 telah dilakukan pelatihan kepada semua kelompok masyarakat termasuk kaum penyandang disabilitas serta organisasi masyarakat lainnya.

“Akhirnya kami membentuk Group PRB, dimana setiap ada informasi terkait kebencanaan dijadikan ajang komunikasi bagi warga Kota Kediri,” jelasnya.

Selain keberadaan PRB, di lingkungan satuan kerja Pemerintah Kota Kediri didukung TNI, Polri dan PLN terbentuk tim RCKT. Dimana fungsi dan kinerjanya sama dengan PRB yang merupakan gabungan kelompok masyarakat.

“Dengan keberadaan PRB dan RCKT, kami berusaha melakukan pencegahan serta segera turun ke lapangan bila terdapat kejadian,” terang Adi Sutrisno.

Sejak dibentuk 3 November 2016, kelompok relawan ini telah beranggotakan 114 orang terdiri dari sejumlah kalangan.

“Sesuai tagline Harmony The Service City, kami berusaha memberikan pelayanan terbaik, membuka ruang pengaduan, informasi dan segera memberikan solusi,” imbuh Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Kediri.

Untuk tahun 2019 ini, Sesuai pernyataan Presiden RI Joko Widodo terkait program dan kegiatan antisipasi bencana pemerintah bersama DPR mengalokasikan anggaran lebih besar edukasi dan mitigasi kebencanaan di Indonesia. (nng)