Kepala Perwakilan BEI Jatim, Dewi Sriana saat hadir dalam acara temu media secara virtual, Selasa (28/9/2021). DUTA/ist

SURABAYA | duta.co – Masa pandemi Covid-19 membuat jumlah investor di pasar modal Jawa Timur meningkat. Terbukti dari data Bursa Efek Indonesia (BEI) Jawa Timur, peningkatan itu cukup signifikan dibandingkan sebelumnya.

Pada Agustus 2021 jumlah investor itu mencapai 360.314 atau mengalami kenaikan 62 persen dibandingkan 2020 dan juga lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan nasional.

Kepala Perwakilan BEI Jawa Timur Dewi Sriana melalui Trainer BEI Jatim,  Asikin Ashar mengatakan jumlah jumlah investor itu memang di luar dugaan. Karena pada 2020 pertumbuhannya sebesar 50 persen dibandingkan 2019.

“Karena masih masa pandemi, kami pertama pesimis apa bisa di 2021 bisa mengalami peningkatan. Tapi kok ternyata bisa melebihi 2020,” ujar Asikin saat jumpa media secara virtual, Selasa (28/9/2021).

Peningkatan itu dikatakan Asikin karena banyak hal, salah satunya karena digitalisasi yang sangat masif dilakukan BEI selama ini. Juga edukasi-edukasi yang dilakukan secara masif kepada masyarakat luas.

“Kami beri kemudahan-kemudahan yang membuat investor lebih tertarik. Dan sekarang kita bisa dapatkan jumlah investor seperti saat ini,” ungkap Asikin.

Dari total jumlah investor hingga Agustus 2021 ini terbanyak berasal dari Surabaya, Sidoarjo dan Malang. Kalangan milenial juga sudah mulai mendominasi. Bahkan ibu rumah tangga juga mulai bergerak untuk menjadi investor.

“Investor milenial itu pertumbuhannya bisa 85 persen sehingga membuat pasar menjadi labil. Labil itu bisa bergerak positif, bisa juga negatif,” tandasnya.

Berkembangnya jumlah investor ini juga tidak terlepas dari banyaknya Galeri Investasi (GI) yang sampai saat ini berjumlah 69. Dari jumlah itu 60 GI konvensional, 8 GI Syariah dan 1 GI Edukasi.

“Kehadiran GI ini otomatis bisa membuat para calon investor belajar lebih dalam tentang investasi di pasar modal,” tukasnya.

Selain itu hingga kini, jumlah emiten dari Jawa Timur berjumlah 60. Perusahaan yang go public itu masih berlokasi di Surabaya dan Malang. “Ke depan kita akan terus kembangkan agar lebih banyak lagi emiten dari Jatim. Agar lebih maju lagi,” ungkapnya.

Selain itu, BEI berharap emiten dari Jawa Timur bisa lebih meningkat lagi harga sahamnya sehingga bisa menarik investor untuk memiliki sahamnya.”Terutama kami ingin, saham dari emiten di Jatim ini bisa dimiliki orang-orang Jatim sehingga keuntungannya bisa dinikmati orang Jatim,” tutur Asikin. end

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry