HKI: Dosen Prodi Teknik Informatika UMG Nuniek Fahriani, SKom, MKom saat menerima sertifikat HKI dari Kepala Biro PHPI Slamet Asari, SPd, MPd, Duta/Humas UMG

GRESIK | duta.co – Siapa bilang menjadi seorang ibu menjadi penghalang untuk berkarya di bidang akademis. Terbukti ibu satu ini mampu mendulang prestasi untuk Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) berkat kepiawaian menciptakan program komputer untuk keamanan data.

Bahkan Nuniek Fahriani, SKom, MKom yang merupakan dosen Program Studi (Prodi) Teknik Informatika ini telah mengantongi sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dari Kementerian Hukum dan Hak azasi Manusia (Kemenkumham).

Menurut Nuniek, sapaan akrab perempuan kelahiran Surabaya ini, keamanan data komputer diperlukan untuk menghindari ‘penyusup’ yang bisa mengubah data dan menjalankan program yang bisa mengganggu sistem.

“Pada dasarnya, komponen yang paling penting dan berharga dari suatu sistem komputer adalah data. Perlindungan terhadap data menjadi bagian penting, menghindari data hilang, dicuri, atau data tidak akurat,” jelas ibu tiga putra ini.

Salah satu solusi bentuk keamanan data, lanjut alumni Universitas Trunojoyo, Bangkalan dan Universitas 10 November Surabaya (ITS) ini adalah enkripsi data. “Mekanismenya menggunakan encipherment (penyandian), tekniknya berupa cryptografi,” jelasnya.

Nah dalam program ED Crypto Blowfish, ungkapnya, nama aplikasi dalam proses yang dilakukan untuk mengamankan sebuah pesan (yang disebut plaintext) menjadi pesan yang tersembunyi (disebut ciphertext) adalah enkripsi (encryption).

Ciphertext adalah pesan yang sudah tidak dapat dibaca dengan mudah. proses sebaliknya, untuk mengubah ciphertext menjadi plaintext, disebut dekripsi (decryption),” ungkapnya.

Cara kerja aplikasi ini adalah mengenkripsi sebuah file di dalam direktori komputer dengan menambahkan sebuah kunci dalam file tersebut. Kunci yang telah ditanamkan di dalam file tersebut berfungsi untuk membuka atau mengembalikan file yang telah dienkripsi.

Pengirim dan penerima data lanjutnya, harus sama-sama mempunyai aplikasi ED Crypto Blowfish. Kunci (key) hanya diketahui oleh penerima dan pengirim data, bisa kombinasi antara huruf dan angka untuk mempersulit jika ada pihak yang tidak bertanggung jawab.

Sementara file yang akan di enkripsi adalah semua jenis file (data dokumen, video, audio) untk algoritmanya menggunakan algoritma blowfish. “Algoritma Blowfish Merupakan metode enkripsi yang mirip dengan DES yang diciptakan oleh Bruce Schneier yang ditujukan untuk mikroprosesor besar (32 bit ke atas dengan cache data yang besar),” tegas salah satu dosen penerima penelitian hibah Dikti untuk tahun anggaran 2018 ini.

Untuk lebih terarah, Nuniek membuat pohon penelitian yang tujuannya untuk memudahkan dan terukur capaian yang sudah dibuat. Selain itu juga menyesuaikan dengan perkembangan teknologi khususnya bidang teknologi informasi yang ada. “Saya selalu teringat kata-kata dr Albert Enstein, “Try not to become a man of success, but rather try to become a man of value”. Yang artinya, “cobalah untuk tidak menjadi orang sukses, melainkan mencoba menjadi orang yang berharga. JUga Fastabiqul Qoirot, berlomba lombalah untuk kebaikan,” tegasnya

Menariknya, meski bergulat dengan penelitian, Nuniek rupanya aktif berorganisasi. Dia merupakan Pengurus Karang Taruna Jawa Timur masa bhakti 2017-2022 bidang pengembangan SDM. “Berorganisasi merupakan bentuk supporting dalam hal capacity building. Organisasi merupakan wadah untuk bersosial,” tandasnya. rum

 

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.