Putri Garut (jersey merah) melaju ke final HYDROPLUS Soccer League All-Stars 2025/2026 U-18 usai mengalahkan lawannya, Arema FC Women (jersey biru) dengan skor 1-0 dalam partai semifinal yang berlangsung di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah pada Sabtu (11/7/2026). DUTA/ist

KUDUS | duta.co – Dua tim Arema FC Women gagal melangkah ke final Hydroplus Soccer League All-Stars 2025/2026.

Dalam semifinal yang digelar di Supersoccer Arena, Kudus,  Sabtu (11/7/2026), di kelompok U-15, Arema FC Women dikalahkan Cipta Cendikia Football Academy Bogor 1-2. Sementara di U-18 Arema FC Women harus mengakui keunggulan tim Putri Garut 0-1.

Dengan begitu, tim yang akan melaju ke final adalah Goal Aksis Cimahi dan Cipta Cendikia Football Academy Bogor di U-15 dan Putri Garut dan Akademi Persib di U-18.

Pelatih Kepala Arema FC Women U-15, Nanang Habibi menilai anak asuhnya hanya kurang beruntung dalam meraih kemenangan, merujuk pada performa gemilang yang ditunjukkan di babak kedua.

Meski gagal memenuhi target untuk menembus final, tapi ia tetap mengapresiasi anak asuhnya yang tak mudah menyerah untuk mengejar ketinggalan sampai peluit akhir dibunyikan.

“Tentunya ini bukan hasil yang kami inginkan ya. Tapi terlepas itu, usaha anak-anak sudah sangat luar biasa, terutama di babak kedua mereka mengeluarkan semua kemampuannya. walaupun masih banyak yang harus dievaluasi terkait struktur organisasi di awal, kemudian penyerangannya tadi juga sedikit lemah di babak pertama. Itu semua akan kami evaluasi untuk lebih baik lagi. Semoga di musim depan bisa juara,” katanya.

Dari sisi pemain, kekalahan di semifinal terhadap Cipta Cendikia FA menjadi lecutan semangat untuk bisa memberikan performa lebih baik lagi di turnamen mendatang.

Kesya Arabela Manisya Nian, Kapten Arema FC Women menilai jika teman setimnya sudah semakin berkembang secara fisik, teknik dan dan mental setelah bermain di turnamen level nasional seperti HYDROPLUS Soccer League 2025/2026.

“Menurut saya, kompetisi ini sangat bagus soalnya level nasional dan kami harus lebih siap, jadi beda sama kalau di regional. Ini juga bagus buat perkembangan karier kami karena ada pencari bakat untuk ke Timnas dan membuat sepakbola putri untuk semakin berkembang,” ucap Kesya.

Katagori U-18

Sementara di  U-18, Kepala Arema Women, Dindin Wahyudin, menerima hasil yang diraih timnya dengan lapang dada meski mengaku kecewa.

“Inilah sepak bola. Rezeki tidak selalu berpihak kepada kita. Semua bisa melihat bagaimana penguasaan bola kami dan cara bermain tim, tetapi hasil akhirnya memang tidak sesuai harapan. Kami akan melakukan evaluasi untuk pertandingan ke depan. Anak-anak sudah tampil maksimal, namun hasil belum berpihak kepada kami. Terima kasih untuk Arema Women U-18,” ungkapnya.

Dindin tetap mengapresiasi perjuangan anak asuhnya meski tidak berhasil melaju lebih jauh. Menurutnya, masih banyak ruang untuk memperbaiki diri sehingga bisa menjadi tim yang lebih baik di masa mendatang.

“Saya apresiasi perjuangan para pemain meski hasil ini belum sesuai dengan keinginan kami. Tapi tidak apa-apa karena sepak bola juga ada menang kalah. Ini akan menjadi bahan evaluasi untuk musim berikutnya mulai dari kualitas pemain dan pembinaan internal. Saya rasa ini adalah momentum yang baik untuk evaluasi,” kata Dindin.

Secara keseluruhan, banyak peningkatan yang terjadi di HydroPlus All-Stars 2025/2026 jika dibandingkan dengan fase regional. Mulai dari segi penyelenggaraan hingga level permainan lawan. Kami memahami, karena ini sudah masuk level nasional. Artinya, para pemain harus bisa meningkatkan level permainan untuk bisa lebih kompetitif kedepannya,” lanjut Dindin.

Final Dikuasai Jawa Barat

Di Partai Final yang akan berlangsung Minggu (12/7/2026), di dua katagori umur, dikuasai tim dari Jawa Barat.

Di U-18 akan mempertemukan Akademi Persib Bandung dengan Putri Garut. Sementara di U-15, Goal Aksis Cimahi akan melawan Cipta Cendikia Football Academy Bogor.

Pelatih Putri Garut, Depi Kupriansyah mengaku tim Jawa Barat khususnya tim asuhannya bisa lebih menguasai permainan karena di daerahnya sudah mulai banyak kompetisi sepakbola putri . Sehingga pemain memiliki pengalaman untuk bermain di lapangan hijau dan  bertanding secara profesional.

“Pengalaman bertanding itu yang mahal. Saya pribadi mengambil pemain-pemain dari kejuaraan-kejuaraan di tingkat kecamatan, dipilih dan dilatih lagi supaya membantuk tim yang bagus,” tuturnya.

Walau final mempertemukan tim dari Jawa Barat, namun mereka memiliki motivasi yang sama untuk menang. Pelatih Kepala Akademi Persib Bandung, Dian Nadia Mutiara mengaku akan melakukan recovery cepat para pemainnya dan meracik strategi baru di final untuk mengoyak pertahanan lawan.

“Saya akan serahkan pada pemain apakah mereka mau jadi yang pertama atau kedua. Tapi yang jelas untuk lawan di final, ditunggu sama ‘Maung Bandung’,” tegas Coach Dian. ril/lis

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry