Direktur Kampus BINUS @Malang, Dr. Robertus Tang Herman, memberikan paparan dihadapan awak media saat media gathering di Surabaya, Selasa (28/4/2026). Duta/Ridho

SURABAYA | duta.co – Kekhawatiran orang tua dalam memilih perguruan tinggi bagi anak semakin meningkat di tengah perubahan dunia kerja yang kian dinamis. Fenomena career mismatch yang mencapai 35%-36% serta prediksi perubahan 22% pekerjaan global pada 2030 menjadi tantangan serius dalam menentukan pendidikan yang tepat.

Menjawab kondisi tersebut, BINUS @Malang menegaskan komitmennya menghadirkan pendidikan yang terintegrasi dengan kebutuhan industri. Direktur Kampus BINUS @Malang, Dr. Robertus Tang Herman, menekankan pentingnya keterkaitan antara dunia kampus dan industri sebagai fondasi utama dalam menyiapkan lulusan.

“Intinya, kita harus memperkuat keterkaitan antara dunia kampus dengan kebutuhan industri, khususnya di bidang bisnis dan teknologi. Selama ini pendekatannya masih terbatas dan belum terintegrasi secara menyeluruh,” ujarnya.

Menurutnya, pembelajaran tidak lagi cukup berfokus pada kebutuhan saat ini, tetapi harus mampu mengantisipasi perkembangan lima hingga sepuluh tahun ke depan. Hal ini mencakup penguatan kompetensi desain masa depan, kemampuan adaptasi, hingga aspek kemanusiaan.

Direktur Kampus BINUS @Malang, Dr. Robertus Tang Herman, memberikan paparan dihadapan awak media saat media gathering di Surabaya, Selasa (28/4/2026). Duta/Ridho

Ia menjelaskan, BINUS @Malang saat ini membangun tiga ekosistem utama, yakni keterkaitan kampus dengan industri, integrasi desain dengan industri, serta pengembangan industri itu sendiri. Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa tidak hanya dibekali teori, tetapi juga pengalaman langsung yang relevan dengan dunia kerja.

“Pembelajaran harus berbasis learning experience. Jadi mahasiswa sejak awal sudah terbiasa dengan situasi industri, bukan hanya memahami teori,” kata Robertus.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kebutuhan industri tidak hanya terbatas pada keterampilan teknis. Industri juga membutuhkan lulusan yang memiliki pola pikir kuat, kemampuan adaptasi, serta kesiapan kerja yang matang.

“Tidak cukup hanya kemampuan teknis. Industri membutuhkan individu yang siap terjun, punya cara berpikir yang terarah, dan mampu beradaptasi dengan cepat,” tegasnya.

Sebagai bentuk implementasi, BINUS @Malang menghadirkan berbagai program unggulan, seperti Enrichment Program yang memungkinkan mahasiswa mendapatkan pengalaman kerja sebelum lulus.

Menindaklanjuti itu, kegiatan Discovery Day yang digelar pada 28–29 April 2026 di Surabaya menjadi sarana bagi orang tua untuk melihat langsung sistem pembelajaran yang diterapkan.

Robertus menambahkan, seluruh desain program tersebut bertujuan memastikan lulusan memiliki masa depan yang jelas.

“Sejak hari pertama menjadi mahasiswa, mereka sudah mendapatkan pengalaman relevan dengan dunia kerja. Jadi saat masuk industri, mereka tidak kaget dan sudah siap,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Psikolog Natasha Gandhi menyoroti pentingnya dukungan menyeluruh dalam pendidikan, tidak hanya dari sisi akademik tetapi juga psikologis.

“Orang tua membutuhkan kepastian bahwa pendidikan anak mereka benar-benar mempersiapkan masa depan. Di BINUS, mahasiswa juga mendapatkan dukungan psikologis agar siap menghadapi perubahan,” jelasnya.

Pengalaman positif juga disampaikan oleh orang tua mahasiswa, Raden Agung Wirawan Kusworo. Ia mengaku puas dengan perkembangan anaknya selama menempuh pendidikan di BINUS @Malang.

“Anak kami tidak hanya mendapat pendidikan yang relevan, tetapi juga kesempatan mengembangkan keterampilan dan mempersiapkan karier sejak dini,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Winardi Sutanto, salah satu orang tua Mahasiswa, menilai pendidikan di BINUS sebagai investasi jangka panjang.

“Setelah lulus, anak kami bekerja di bidang yang sesuai. Pendidikan di BINUS bukan sekadar akademik, tapi benar-benar terasa manfaatnya untuk karier,” katanya.

Dengan pendekatan Digital Technopreneur serta kolaborasi erat dengan industri, BINUS @Malang berupaya menjawab tantangan dunia kerja sekaligus mengurangi kesenjangan antara pendidikan dan kebutuhan industri. Langkah ini menjadi strategi penting untuk memastikan lulusan tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang di era digital. Rid

 

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry