SURABAYA | duta.co – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur mengajak Generasi Z Islami Nahdlatul Ulama (GenZI-NU) untuk menyemarakkan “Satu Abad NU” (1926-2026) lewat Festival GenZI-NU dengan serangkaian lomba.

“Kami ingin anak-anak muda NU menunjukkan prestasi melalui berbagai lomba dalam Festival GenZINU, seperti Lalaran Alfiyah, Qiroatul Qutub, Pidato Bahasa Arab dan Inggris, kompetisi AI (AI Booth Camp Competition), dan Lomba Video Pendek Reels Instagram,” kata Koordinator Festival GenZINU Prof HM Noor Harisudin di Surabaya, Senin.

Ia menargetkan peserta Lomba Pidato Bahasa Arab dan Bahasa Inggris ada masing-masing 100 peserta, juga kompetisi AI dan Lomba Video Pendek juga 100 peserta. “Untuk Lomba Lalaran Alfiyah dan Lomba Qiroatul Qutub (Baca Kitab), kami harapkan ada 60-an pesantren yang berparyisipasi,” katanya.

Menurut Wakil Sekretaris PWNU Jatim itu, berbagai lomba yang diadakan itu bertujuan untuk menumbuhkan tradisi yang selama ini ada di pesantren, khususnya Lalaran Alfiyah dan Qiroatul Qutub. “Itu pilar penting di pesantren,” katanya.

Guru Besar UIN KHAS (KH Achmad Sidiq) Jember yang juga alumni Pesantren Kajen-Pati, Rembang-Jateng, dan Sukorejo-Situbondo itu menjelaskan Lomba Pidato Bahasa Arab dan Inggris itu juga penting untuk menunjukkan bahwa santri juga jago dalam bahasa.

“Tak ketinggal, Kompetisi AI dan Lomba Video Pendek Reels Instagram juga penting bahwa alumni pesantren juga paham dan jago dalam dunia teknologi digital, karena hal itu juga menjadi keniscayaan ke depan,” katanya.

Persyaratan untuk Lomba Lalaran Alfiyah, Qiroatul Qutub, Pidato Bahasa Arab dan Inggris, dan Kompetisi AI adalah umur peserta berkisar 18-21 tahun, pendaftaran lomba pada 8-25 Januari dan penyisihan (Online) pada 26-30 Januari. “Untuk final di Kampung Coklat, Blitar pada 6 Februari (offline),” katanya.

Persyaratan khusus untuk Lalaran Alfiyah adalah peserta ada 15 orang per-kelompok, sedangkan khusus Lomba Pidato Bahasa Arab/Inggris adalah tema lomba “Masa Depan NU Menurut Saya” dengan durasi 7 menit dan diunggah online. Untuk Qiroatul Qutub, kitab yang dilombakan adalah Fathul Qorib dengan durasi online 10 menit.

Khusus untuk Kompetisi AI atau “AI Booth Camp Competition” akan dilaksanakan secara offline di Kampung Coklat, Blitar pada 5-7 Februari 2026 yakni Gen Z K-12/SMA (5/2) dengan target 50 partisipan, Gen Z Higher/PT (6/2) dengan target 50 partisipan, dan Ma’arif Educator (7/2) dengan target 100 partisipan yang dikoordinasikan oleh IPNU/IPPNU.

Khusus untuk Lomba Video Pendek Reels Instagram, peserta bisa mendaftar lewat scan QR Code atau klik link : bit.ly/HistoricalLifeUlama2026 serta scan Ketentuan/Juknis lewat : bit.ly/Tor_JuknisHistoricalLifeUlama dengan waktu unggah video pada 11-25 Januari 2026, penjurian pada 26–28 Januari 2026 dan pengumuman Pemenang oleh Dewan Juri (Helmy M Noor, Bustomi, A Syafiuddin, M Ghofirin) pada pada 31 Januari 2026.

“Untuk hadiah akan diumumkan dan diberikan pada 7 Februari 2026. Jadi, para santri dan kader muda NU bisa bercerita lewat visual tentang kisah jam’iyyah, tradisi, kontribusi, dan peran NU dalam membangun peradaban. Peserta bisa melakukan Historical Trip ke Bubutan, Peneleh, Kebondalem, Kawatan, Kertopaten, Jl Sasak, Ampel,” katanya. (*/pwnu)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry