WR IV, bersama Ketua LPPM serta Ketua KKI, Ir Hery Budiyanto MSA PhD, saat mengunjungi salah satu stan Expo UMKM. (FT/DOK)

MALANG | duta.co – Universitas Merdeka (Unmer) Malang mendulang kesuksesan tahun lalu dalam menggelar Expo dan Workshop UMKM. Hal ini merupakan upaya mengimplementasikan salah satu visi kampus ranking 49 perguruan tinggi di Indonesia ini dalam menelorkan wirausahawan muda.

Menurut Wakil Rektor IV Unmer Malang, Dr Sunardi SE MM, jiwa kewirusahaan memang sejak dini dipupuk di kampus tempat pencetak inovator ini. Ia mengakui kekurangan UMKM saat ini lantaran kurangnya inovasi dalam usaha. Perguruan tinggi ini pun pro aktif menjembatani upaya inovasi UMKM untuk mengembangkan diri hingga di manca negara.

“Target kami memang berorientasi produk UMKM dapat dieksport ke berbagai negara. Kami optimis karena produk-produk UMKM mitra dan binaan Unmer sudah bagus, tinggal pemasaran yang dikemas berbasis Web serta online,” ungkap Sunardi, Sabtu (12/09).

WR IV Unmer Malang, Dr Sunardi SE MM, saat memberikan sambutan dengan latar belakang panggung raksasa, inovasi teknogi kampus pencetak inovator ini. (FT/DOK)

Perlu diketahui, Unmer telah sukses menggelar pameran Expo dan Workshop UMKM tahun lalu. Sedangkan 2020 ini kesuksesan tersebut diulang kembali dalam bentuk virtual. Hal ini sebagai bagian dari para dosen kampus ini dalam program Penelitian Unggilan Perguruan Tinggi (PUPT) di tengah pandemi.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua LPPM Unmer, Pindo Tutuko ST MT PhD, menyampaikan bahwa, sebenarnya kegiatan ini merupakan implementai dari visi misi perguruan tinggi ini. Salah satu visinya dalam membekali mahasiswanya berjiwa wirausaha. Maka sebenarnya tepat sekali penerapan teknologi dalam pengembangan wirausaha.

“Seperti Unmer yang telah menerapkan teknologi pada tenda tiup yang digunakan pada acara Expo ini,” ujar Tutuko.

Unmer memang telah lama mengembangkan teknologi panggung tiup. Dimana panggung raksasa tersebut hanya memerlukan 30 menit saja untuk didirikan. Lewat energi tenaga surya, panggung megah ini didirikan, bahkan sudah lengkap dengan fasilitas AC di dalamnya.

Ditambahkan oleh Kepala Pusat Kemandirian Kewirausahaan dan Inkubator Unmer Malang, Ir Hery Budiyanto MSA PhD. Bahwa universitas ini selalu bersentuhan langsung dengan UMKM sebagai rekanan inkubator bisnisnya. Dengan demikian kemanfatan keilmuaan dari para akademisi perguruan tinggi ini dapat dirasakan oleh UMKM di seluruh wilayah Malang.

“Dalam inkubator bisnis Unmer, mahasiswa dibekali materi kemandirian, motivasi, cara memulai dan menjalankan usaha. Serta aspek manajemen produksi dan penjualan,” urai Hery.

Stan Jurgan Es Degan, milik Jilly yang dapat apresiasi dari WR IV Unmer Malang. (FT/DOK)

Salah satu UMKM Unmer yang sudah mulai mengintip kesuksesan, ialah Juragan Degan (Jurgan) milik Aba Jilly yang ikut dalam Expo ini. Ia masih duduk di semester 7 jurusan Ilmu Komunikasi Universitas ini. Ia berupaya minuman es degan naik kelas, setingkat minuman coklat maupun kopi. Produk ini telah ia rintis setahun yg lalu.

“Lumayan omsetnya, sudah 20 juta lebih. Sehari rata-rata bisa laku 12 cup. Bahkan pernah 85 cup sehari,” ungkap Jilly.

Es degan Jurgan dikemas dalam paper cup, ramah lingkungan dan es yang dijamin higienis. Terdapat 6 varian, seperti gula jawa, susu, jeruk, leci, dan yakult. Namun diakui Jilly yang best seller rasa yakult dan jeruk.

Jilly bekerjasama dengan Hanger Cafe yang ada di jalan Brigjen Slamet Riyadi Malang dalam menggelar lapaknya. Produk kuliner inovatif karya mahasiswa Unmer ini dapat dipesan online via Grab maupun Go-Food. (dah) 

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry