PGN menjaga keandalan layanan gas bumi untuk seluruh sektor memperkuat swasembada energi nasional. (dok/duta.co)

SURABAYA | duta.co – Gas bumi salah satu sumber energi bersih yang relatif lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan bahan bakar fosil lainnya seperti batu bara dan minyak bumi. Produksi gas bumi Indonesia saat ini menunjukkan tren positif dan stabil.

Data Kementerian ESDM produksi gas bumi tahun 2024 diperkirakan mencapai 6.635 Million Standard Cubic Feet per Day (MMSCFD). Pemerintah Indonesia memiliki target ambisius meningkatkan produksi gas bumi hingga 12 miliar kaki kubik (BCF) pada tahun 2030.

SKK Migas mencatat terdapat 301 struktur migas dengan potensi sebesar 1,8 miliar barel minyak (Bbo) dan 13,4 triliun kaki kubik (Tcf) gas yang belum dikembangkan. Dan tercatat 16.990 sumur migas yang saat ini idle dan dapat dimanfaatkan kembali dengan dukungan teknologi dan koordinasi yang lebih baik.

SKK Migas telah mengidentifikasi 12 lapangan yang memiliki potensi besar untuk penerapan teknologi EOR dan waterflood. Terdapat 74 lapangan yang telah memiliki PoD, tapi belum memasuki tahap produksi akibat berbagai kendala.

Dengan prospek cerah, gas bumi diharapkan jadi tulang punggung energi masa depan karena kestabilan produksinya akan memastikan pasokan energi yang andal untuk industri, rumah tangga, dan sektor lainnya.

Gas bumi memiliki emisi gas rumah kaca lebih rendah dibandingkan batu bara dan minyak bumi. Pembakaran gas bumi menghasilkan sekitar 50% lebih sedikit CO2 dibandingkan batu bara dan 30% lebih sedikit dibandingkan minyak bumi. Gas bumi sumber energi yang relatif bersih karena dapat digunakan bahan bakar pembangkit listrik, industri, dan transportasi dengan emisi lebih rendah.

PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), Subholding Gas Pertamina, turut berkontribusi aktif mendukung visi pembangunan Presiden Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka yang menginjak satu tahun kepemimpinan dengan menyediakan energi bersih dan ramah lingkungan.

Direktur Utama PGN Arief Kurnia Risdianto mengatakan PGN menjaga keandalan layanan gas bumi untuk seluruh sektor memperkuat swasembada energi nasional. PGN mengoptimalkan pasokan gas bumi dari bumi Indonesia dan disalurkan memenuhi kebutuhan energi masyarakat Indonesia.

‘’Maka PGN juga terus menjalin sinergi intensif dengan pemerintah untuk keberlanjutan layanan gas bumi sekaligus mendorong manfaat lebih luas lagi bagi masyarakat,” ujarnya, (21/10/2025).

Inisiasi menyediakan energi bersih dan ramah lingkungan dilakukan PGN dalam berbagai aspek. PGN menyediakan gas bumi kepada seluruh lapisan masyarakat lewat jaringan gas (Jargas) Rumah Tangga (RT). Saat ini, PGN melayani lebih 814 ribu rumah tangga di berbagai wilayah di Indonesia.

Jargas memberikan manfaat langsung berupa energi praktis, aman, tersedia 24/7 dan ramah lingkungan serta mendukung program pengurangan subsidi yang dicanangkan pemerintah. “PGN siap gotong royong mengembangkan jargas secara masif,” jelas Arief.

PGN juga memperluas layanan melalui skema beyond pipeline seperti CNG dan LNG. Di beberapa lokasi, PGN mendorong ekosistem CNG seperti Bandung, Batam dan Medan, di mana PGN menghadirkan energi lebih sustainable bagi ritel dan transportasi.

Tahun ini, PGN membangun Mother Station CNG pertama di Medan dengan kapasitas 1 MMSCFD untuk perluasan pemanfaatan gas bumi di Sumatera Utara dan LNG Hub berkapasitas 15 ribu MMBTU di Bandung sehingga masyarakat dimudahkan akses gas bumi beyond pipeline. Pemanfaatan LNG terus ditingkatkan melalui FSRU Lampung dan FSRU Jawa Barat, serta diperkuat revitalisasi tangki LNG Arun yang dijadwalkan beroperasi akhir 2025.

Langkah ini diharapkan memperkuat pasokan dan memberikan dampak ekonomi positif di berbagai wilayah. Beberapa waktu lalu menerima kargo LNG ke-30 pada 2025 dengan volume LNG 130 ribu m³ memenuhi kebutuhan energi primer pembangkit listrik di Jawa Barat.

Arief menyatakan, gas bumi PGN selama ini jadi penggerak ekonomi nasional, khususnya di sektor industri. PGN melayani 3.298 industri & komersial, serta 2.644 pelanggan kecil/ UMKM. Tentunya, layanan gas bumi PGN di pusat-pusat industri terus dijaga keandalannya.

PGN berkomitmen mendukung kemajuan industri melalui pelaksanaan kebijakan Harga Gas Bumi Tertentu untuk 7 sektor industri. “PGN komit terus memastikan layanan gas bumi berkelanjutan bagi masyarakat, sejalan program pemerintah. Kami berharap, langkah besar pemerintah swasembada energi menjadi stimulus bagi gas bumi di masa transisi energi untuk mencapai target NZE di masa depan,” tutup Arief.

Masifkan Perluasan Jargas RT, PGN SOR III Genjot Solisasi

PGN, sosialisasi jargas di Lumajang memastikan masyarakat memahami manfaat, tata cara penggunaan, serta aspek keamanan dari penggunaan gas bumi sebagai energi yang praktis untuk sehari-hari. (dok/duta.co)

Tidak mudah ekspansi jargas Rumah Tangga (RT) ke sejumlah daerah. Adanya penolakan masyarakat, keengganan beralih dari LPG ke jargas bumi khawatir bocor, meledak dan lain-lain. Karena ketidaktahuan mereka jargas RT aman, lebih murah dibanding bahan bakar lain, bersih dan ramah lingkungan.

Disinilah tantangan PGN meyakinkan masyarakat beralih ke gas bumi. Salah satunya yang dilakukan di Kabupaten Lumajang, Probolinggo, Sidoarjo, Gresik dan sekitarnya yang menjadi target perluasan jargas RT.

Seperti dikatakan Mochammad Arif Area Head Pasuruan PGN, sosialisasi jargas di Lumajang bertujuan memastikan masyarakat memahami manfaat, tata cara penggunaan, serta aspek keamanan dari penggunaan gas bumi sebagai energi yang praktis untuk sehari-hari.

“Kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan di sejumlah desa dan kelurahan yang dilalui oleh jalur pipa Jargas. Saat ini, pengelolaan pelanggan jargas di Lumajang mencapai 2.945 Sambungan Rumah (SR),”.

Diakuinya sosialisasi ini menjadi krusial sejalan pengambangan jargas yang merupakan Proyek Strategis Nasional dan dilaksanakan atas penugasan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) termasuk di wilayah Lumajang. Kabupaten Lumajang yang nota bene banyak penduduknya yang menggunakan bahan bakar kayu dan LPG perlu kerja keras untuk meyakinkan beralih menggunakan gas bumi.

“Melalui jargas, masyarakat dapat merasakan keunggulan utama yaitu lebih praktis krena pasokan gas mengalir terus menerus 24/7 melalui pipa, sehingga tidak perlu mengganti atau membeli tabung,” jelasnya.

Selain itu jelas Mochammad Arif jargas lebih aman karena gas bumi (Metana) lebih ringan dari udara sehingga jika terjadi kebocoran akan langsung mengurasi ke atas dan meminimalkan risiko ledakan. Pembakaran gas bumi juga lebih sempurna, sehingga lebih ramah lingkungan.

“Sosialisasi tentang keamanan dalam pemanfaatan gas merupakan kegiatan rutin PGN di setiap wilayah yang terpasang pipa jargas, Tujuannya adalah untuk memberikan pemahaman tentang gas bumi, sekaligus mengajak warga untuk bersama-sama menjaga asset dan fasilitas jaringan gas milik pemerintah,” ujarnya.

Mochammad Arif menegaskan dalam sosialisasi yang banyak ditanyakan tentang keamanan menggunakan gas bumi. Bagaimana kalau bocor dan terbakar, bagaimana mengunakan dan sejenisnya.

“Selain tata cara penggunaan jargas, sosialisasi ini juga mencakup edukasi aspek keamanan, termasuk cara mendeteksi kebocoran. Kami menyampaikan bagaimana mengenali kebocoran gas dan langkah tanggap darurat yang harus dilakukan, serta menyampaikan nomor layanan pengaduan PGN,” jelas Arif.

PGN berkomitmen, sosialisasi jargas terus dilakukan secara intensif untuk menjamin masyarakat Lumajang dapat memanfaatkan energi baik gas bumi dengan maksimal dan aman. Komitmen ini juga sebagai wujud dukungan PGN terhadap upaya pemerintah dalam mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya gas nasional untuk kesejahteraan masyarakat.

Salah satu peserta sosialisasi, Aminah mengatakan pentingnya edukasi dan sosialisasi jargas RT agar ketakutan yang selama ini ada di pikiran bisa terjawab. Dan ternyata semuanya keliru, karena informasi yang selama ini berkembang keliru.

“Ketakutan kalau jargas bocor dan keamanan penggunaan ternyata tidak perlu ditakutkan karena jargas aman dengan protap yang sudah ditetapkan. Informasi inilah yang perlu terus diberikan kepada masyarakat, sehingga jargas bisa diterima masyarakat,” jelasnya.

Diakui Aminah yang tinggal di Kota Lumajang mengatakan setelah mendapatkan penjelasan tentang jargas dan semua permasalahannya, menjadi tertarik menggunakan. Apalagi kalau dikalkulasi dengan penggunaan LPG lebih praktis jargas, tidak takut habis karena saluranya seperti air PDAM.

Cerita Pengguna Jargas RT : Murah, Aman dan Perlu Edukasi

HEMAT : Pengguna jargas RT mengaku lebih hemat, aman dan efisien. (dok/duta.co)

Kalau belum menggunakan jargas banyak yang berpikiran negatif dan ketakutan yang tidak seharusnya. Stigma negatif jargas masih kuat dan tantangan PGN meyakinkan jargas aman, lebih murah dibanding bahan bakar lainnya.

Seperti diceritakan Agustina Widyawati, warga Medayu Utara Gg 19 Kota Surabaya baru dua bulan pakai jargas RT. Ternyata tidak seperti bayangan sebelum menggunakan, ketakutan hilang dengan sendirinya.

“Sebagai pengguna jargas RT lebih praktis, tidak perlu membeli atau menukar tabung layaknya LPG kalau habis. Cukup buka kompor, gas langsung mengalir. Sangat membantu saat sibuk juga lebih murah, per bulan Rp 60 ribu. Biasanya lebih Rp 100 ribu menggunakan LPG,” katanya.

Bagi Widya panggilan akrabnya penuturan ibu-ibu satu blok yang baru gunakan jargas sama, ternyata aman, sangat memudahkan. Tapi, Pemasangan awal cukup mahal meski dibebankan menjadi cicilan bersamaan dengan pembayaran bulanan.

“Lebih baik kalau ada subsidi, makin banyak masyarakat tertarik. Selain itu, saat gangguan pasokan atau penurunan tekanan, gas kadang tidak keluar maksimal bikin memasak lebih lama.”

Ditanya keamanan tegas Widya tetap ada kekhawatiran keamanan karena posisi rumah di Rungkut dan sempat was was saat ada berita dugaan kebocoran pipa gas di sungai Yakaya beberapa waktu lalu.

“Tapi semuanya bisa ditepis dengan kesigapan dan gerak cepat PGN dan lembaga terkait. Dan gelembung yang terjadi di Yakaya bisa diselesaikan dengan aman,” jelas Widya.

Pengalaman unik dialami Avy Chucnijah, tinggal di Perumahan Rewwin GG Garuda Sidoarjo. Avy mengaku perlu tiga tahun untuk yakin dan mantap pakai jargas RT di rumahnya. Hampir semua di perumahan Rewwin awal dipasangnya jargas ragu dan was-was.

“Bayangin gas ada ditanam di bawah tanah di sekitar dan masuk rumah. Kalau ada kebocoran gimana nanti dan pertanyaan ketakutan sejenis. Sudah tahun 2010 lalu jargas RT dipasang di perumahan Rewwin secara massal karena ada program bersama saat kampanye. Namun baru saya aktifkan tiga tahun setelah terpasang tahun 2013,” jelas Avy.

Avy menambahkan perlu waktu tiga tahun meyakinkan hatinya menggunakan jargas karena perasaan was-was dan ketakutan. Namun setelah mendapat cerita dan pengalaman tetangga yang sudah menggunakan jargas dan teryata aman, lebih fleksibel dan murah baru yakin.

“Aslinya sudah dari 2010 terpasang jaringan jargas di rumah. Setelah belasan tahun menggunakan kini justru sebaliknya kalau mengguakan gas LPG biasa kalau ketika di rumah Madiun ada rada was-was masang. Namun kalau pakai gas bumi justru merasa aman. Murah banget tidak sampai Rp 70 ribu per bulan. Bahkan kadang Rp 50 -Rp 60 ribu per bulan dengan penggunaan harian untuk masak dan tidak takut kehabisan tengah malam lagi,” jelas Avy.

Ditanya adakah kejadian yang bikin takut pakai jargas sejak tahun 2010 di Perum Rewwin Avy mengaku tidak ada sama sekali. Pernah ada kejadian jargas tetangga bocor gasnya tapi tidak terjadi apa-apa dan bisa segera teratasi.

“Karena menurut petugas PGN yang edukasi dan sosialisasi, gas bumi itu kalau bocor arahnya ke dalam. Beda dengan gas LPG yang arahnya ke atas. Dari kejadian tersebut hampir semua rumah di perum Rewwin sudah pakai jargas dan tidak ada yang berhenti berlangganan.” ujar Avy.

Ditambahkan Avy awal pemasangan massal jargas di Perum Rewwin belum semua mau, bahkan beberapa gang tidak mau karena beberapa alasan. Akhirnya setelah tahu banyak manfaatnya dan aman mereka mau dan harga pemasangannya sudah berlipat-lipat.

“Kan waktu pemasangan jaman kampanye ada bantuan gratis. Sekarang biaya pemasangan jargas bisa sampai jutaan, tetangga yang nyusul pasang. Baiknya ada diskon dan promo pemasangan jargas sehingga makin banyak yang minat,” tegas Avy.

General Manager PGN Sales and Operation Region III (SOR III) Hedi Hedianto mengatakan untuk PGN SOR 3, lokasi pengembagan jargas di kota Surabaya dan sekitar juga sejumlah daerah. Diantaranya Kecamatan Gubeng, Sukolilo, Mulyorejo, Kebomas, Tandes, Sambikerep, Benowo, Sukomanunggal, Rungkut, Gunung Anyar, Gresik. Tambahan jargas yang disiapkan target 59.990 SR sampai akhir 2026.

“Kendala perluasan jargas keminatan pelanggan, mengingat ketersediaan energi substitusi dengan harga yang lebih kompetitif di wilayah pelanggan. Di area tertentu, terdapat kendala perijinan dengan Pemkot setempat. Ini tantangan yang harus dihadapi dan dicari solusi.”

PGN Turunkan Emisi Karbon Lewat Gasku dan GasKita

PGN ajak jurnalis mengendarai taksi berbahan bakar gas (BBG) menuju SPBG Ngagel dalam sosialisasi Anugerah Jurnalistik Pertamina 2025 (AJP 2025) di wilayah Jatimbalinus, Kamis, (18/9/2025) di Surabaya. (dok/duta.co)

PGN membuktikan wujud komitmennya terhadap pencapaian target Net Zero Emission (NZE) 2060. Realisasi penurunan emisi PGN menunjukkan tren peningkatan signifikan dari tahun ke tahun. Pada 2023, PGN berhasil menurunkan emisi 598,39 ton CO₂e, kemudian meningkat menjadi 29.722 ton CO₂e di 2024. Hingga Agustus 2025, angka penurunan emisi mencapai 24.861 ton CO₂e, atau melampaui target komitmen perusahaan hingga 19,7%, dan diproyeksikan terus bertambah hingga akhir tahun.

Capaian ini menegaskan keseriusan PGN dalam upaya dekarbonisasi, sekaligus memperkuat perannya sebagai penyedia energi transisi. Tren positif juga mencerminkan efektivitas strategi dekarbonisasi yang dijalankan PGN, termasuk efisiensi operasional, optimalisasi pemanfaatan gas bumi, serta pengembangan inisiatif energi bersih.

“Realisasi penurunan emisi PGN yang melampaui target menunjukkan bahwa langkah strategis perusahaan terbukti memberikan dampak langsung terhadap pencapaian dekarbonisasi Pertamina Group,” kata Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN, Mirza Mahendra.

Komoditas utama PGN, yakni gas bumi, memegang peran penting dalam penurunan emisi ini. Gas bumi dikenal sebagai energi yang karakteristiknya lebih bersih dibandingkan energi fosil lainnya. Sebagai energi transisi menuju masa depan yang lebih hijau, optimalisasi pemanfaatan gas bumi dilakukan melalui program jaringan gas rumah tangga (jargas), perluasan bahan bakar gas (BBG) dan infrastruktur beyond pipeline, serta pengembangan biomethane dari organic waste.

“Proyek biomethane merupakan inisiatif strategis perusahaan dengan membangun sinergi transformasi energi, pangan, maupun air. Melalui proyek ini, PGN memanfaatkan limbah agrikultur seperti dari sawit, jerami, dan kotoran hewan, yang kemudian dijadikan biogas. Setelahnya, biomethane diinjeksi ke dalam jaringan pipa gas bumi eksisting,” lanjut Mirza.

Proyek biomethane berpotensi mendorong penurunan emisi sekaligus mendukung ekonomi sirkular dan pengelolaan limbah organik. Dengan demikian, hal ini dapat mendorong pertumbuhan transformasi pangan dan penyaluran energi bersih ke konsumen, yang harapannya mampu menjadi alternatif energi hijau.

Sementara mengenalkan produk Gasku, PGN ajak jurnalis mengendarai taksi berbahan bakar gas (BBG) menuju SPBG Ngagel dalam sosialisasi Anugerah Jurnalistik Pertamina 2025 (AJP 2025) di wilayah Jatimbalinus, Kamis, (18/9/2025) di Surabaya.

Layanan BBG dengan nama produk “Gasku” khususnya di Surabaya dikelola Anak Usaha PGN yaitu PT Gagas Energi Indonesia (Gagas) dengan station pengisian BBG berada di SPBG Ngagel. SPBG ini berkapasitas 4000-4500 liter setara premium (LSP) per hari, melayani kendaraan pribadi dan transportasi umum seperti taksi. Harga BBG per LSP dibanderol Rp4.500, sehingga pengguna BBG dapat menikmati bahan bakar dengan harga yang efisien.

Pengguna Gasku dapat menghemat biaya energi sekitar 30 – 55% jika dibandingkan dengan BBM subsidi maupun non subsidi. Pembakaran mesin juga menjadi lebih bersih, karena Gasku memiliki nilai oktan yang cukup tinggi sehingga pembakaran menjadi lebih sempurna.

“Layanan BBG menunjukkan komitmen PGN untuk mendukung pemerintah terutama program konversi BBM ke BBG, agar masyarakat menggunakan bahan bakar kendaraan yang lebih ramah lingkungan. Diharapkan, dengan layanan dan infrastruktur pendukung BBG dapat memperkuat ekosistem penggunaan energi bersih domestik,” jelas Corporate Secretary PGN Fajriyah Usman.

General Manager PGN Sales and Operation Region III (SOR III) Hedi Hedianto menambahkan adanya BBG, maka layanan gas bumi PGN di wilayah SOR III semakin lengkap untuk menjadi solusi energi yang ramah lingkungan dan efisien bagi masyarakat.

“PGN SOR III melayani berbagai sektor pelanggan yang didukung oleh jaringan pipa gas dan infrastruktur pendukung lainnya. Selain itu juga melayani pelanggan dengan skema non pipa yaitu melalui Gagas dengan produk CNG termasuk BBG untuk transportasi,” jelasnya.

Gasku pada dasarnya dapat digunakan oleh berbagai kendaraan. Untuk dapat menggunakan BBG, kendaraan harus memasang converter kit sebagai sistem tambahan pembakaran mesin kendaraan yang tadinya hanya bisa menggunakan BBM, dapat bekerja menggunakan BBG. Kendaraan yang sudah menggunakan converter kit akan memiliki dua jenis bahan bakar (dual fuel) yang dapat digunakan secara bergantian.

“Dengan sistem dual fuel, maka kapasitas bahan bakar kendaraan akan bertambah sehingga dapat menambah jarak tempuh kendaraan,” jelas Hedi.

PGN juga menyampaikan bahwa Jatimbalinus merupakan wilayah SOR III dengan jumlah pelanggan mencapai 206.299 dan volume distribusi gas bumi sebanyak 244,87 BBTUD. Dalam menyediakan layanan gas bumi untuk pelanggan jargas rumah tangga, UMKM, komersial, industri, PGN SOR III memiliki pipa sepanjang 6.745 KM.

“Tentunya, layanan gas bumi untuk masyarakat di wilayah SOR III terus dilaksanakan dengan berbagai skema pengembangan, agar gas bumi dapat memberikan manfaat yang nyata baik untuk ketahanan energi maupun dekarbonisasi menuju target NZE 2060,” tutup Hedi.

Selain itu PGN mempercepat pembangunan GasKita di wilayah Sleman, Yogyakarta. Percepatan ini wujud komitmen PGN menghadirkan manfaat gas bumi yang selalu tersedia 24 jam, hemat, praktis dan ramah lingkungan untuk warga Yogyakarta.

Pengembangan jargas di wilayah Sleman membidik sektor rumah tangga, pelanggan kecil dan komersial. Untuk menyalurkan gas bumi ke sektor-sektor tersebut, PGN menggunakan moda beyond pipeline dalam hal ini CNG serta membangun infrastruktur berupa Stasiun Pengatur Tekanan (PRS) yang terhubung dengan jaringan pipa distribusi sepanjang ±100 km. Seluruh infrastruktur yang dibangun ini dapat melayani hingga 12.900 pelanggan.

“Kami berkomitmen pembangunan jargas untuk terus berlanjut, tidak hanya di Sleman, tetapi di seluruh wilayah Yogyakarta. Apalagi Yogyakarta merupakan destinasi wisata utama, usaha kuliner juga semakin bertumbuh pesat, sehingga menjadi peluang besar bagi PGN untuk mengembangkan jargas di bidang usaha tersebut. Tidak hanya itu, jargas juga dapat dimanfaatkan untuk hotel dan rumah sakit,” ujar PTH Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN Rosa Permata Sari saat penandatanganan SPK Pembangunan Jargas GasKita di Sleman, dI Yogyakarta beberapa waktu lalu.

Rosa berharap upaya PGN yang terus-menerus meningkatkan ketersediaan infrastruktur untuk mendekatkan akses warga dengan gas bumi melalui jargas, akan semakin meningkatkan keminatan warga Yogyakarta dan sekitarnya dalam memanfaatkan energi baik gas bumi PGN.

Kata Pengamat : PGN Perlu Strategi Komunikasi Pengembangan Jargas 

PEMUTUSAN : Salah satu warga di Tanggulangan Sidoarjo memutuskan berhenti langganan jargas karena dianggap terlalu mahal.(dok/duta.co)

PGN sebagai bagian dari Subholding Gas Pertamina memiliki peran penting memperluas akses energi bersih dan efisien melalui program jargas. Upaya ini bertujuan mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap Liquefied Petroleum Gas (LPG) sekaligus mendukung transisi energi nasional menuju sumber energi yang lebih berkelanjutan.

Menurut analisa Agustina Widyawati,S.Sos,.M.I.Kom, Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Sunan Gresik implementasi jargas tidak lepas dari tantangan komunikasi, seperti rendahnya tingkat penerimaan masyarakat, isu keamanan, serta lemahnya pemahaman publik terhadap manfaat jaringan gas.

Oleh karena itu, pendekatan komunikasi yang strategis, persuasif, dan partisipatif menjadi kunci keberhasilan program ini. Ada lima cara yang bisa dilakukan PGN.

1. Strategi PGN untuk Mengurangi Ketergantungan terhadap LPG
Dalam konteks komunikasi pembangunan, PGN perlu menjalankan strategi komunikasi publik yang menekankan aspek edukasi, transparansi, dan partisipasi masyarakat. Langkah pertama mengedukasi publik mengenai manfaat jargas dari sisi efisiensi biaya, kontinuitas pasokan, serta dampak lingkungan yang lebih baik dibandingkan LPG. Selain itu, kolaborasi antara PGN dan pemerintah daerah harus diperkuat melalui kebijakan insentif bagi pengguna baru, penyediaan infrastruktur yang merata, serta forum komunikasi warga yang memungkinkan dialog terbuka antara masyarakat dan perusahaan. Dengan pendekatan dua arah ini, masyarakat tidak hanya menjadi objek, tetapi juga subjek dari proses transformasi energi.

2. Tantangan Meyakinkan Masyarakat Beralih dari LPG ke Gas
Meski jargas terbukti mampu menekan biaya hingga 30 persen, banyak masyarakat enggan beralih. Hal ini disebabkan beberapa faktor, seperti kebiasaan lama, persepsi risiko, serta kurangnya informasi yang jelas tentang keamanan dan efisiensi jargas. Untuk mengatasi hal tersebut, PGN perlu menerapkan strategi komunikasi persuasif berbasis bukti (evidence-based communication).

Pendekatan ini dapat dilakukan melalui penyampaian data nyata, testimoni dari pengguna yang sudah merasakan manfaat jargas, serta demonstrasi publik yang menunjukkan kemudahan dan keamanan penggunaan. Selain itu, pemanfaatan figur publik, influencer lokal, maupun tokoh masyarakat dapat meningkatkan kredibilitas pesan dan mempercepat proses penerimaan sosial.

3. Mengubah Stigma Negatif Terkait Keamanan Jargas
Salah satu hambatan terbesar perluasan jargas RT munculnya stigma gas pipa tidak aman dan mudah meledak. Untuk mengatasi hal ini, PGN perlu kampanye komunikasi krisis (crisis communication campaign) menekankan transparansi dan edukasi teknis. Kampanye dapat dilakukan melalui berbagai media, seperti video edukatif, liputan langsung di lapangan, serta pelatihan keamanan bagi pelanggan baru.

Selain itu, PGN perlu menggandeng lembaga resmi seperti BPBD dan pemerintah daerah menunjukkan komitmen terhadap keselamatan publik. Dengan menampilkan bukti nyata mengenai sistem keamanan berlapis dan standar operasional yang ketat, persepsi masyarakat terhadap risiko dapat berubah menjadi rasa percaya.

4. Evaluasi Komunikasi dan Publikasi Massa PGN
Meskipun program jargas telah lama dicanangkan, efektivitas komunikasi PGN masih tergolong rendah. Dari perspektif komunikasi massa, kelemahan utamanya terletak pada kurangnya segmentasi audiens dan kontinuitas pesan. Pesan komunikasi yang disampaikan selama ini bersifat informatif, tetapi belum menyentuh aspek emosional dan kebutuhan nyata masyarakat.

Selain itu, PGN belum memiliki narasi tunggal atau slogan kuat yang mudah diingat publik seperti halnya kampanye energi lain. Oleh karena itu, PGN perlu menerapkan strategi Integrated Marketing Communication (IMC), yang menggabungkan berbagai media—baik tradisional maupun digital—dengan pesan yang konsisten, sederhana, dan relevan dengan konteks lokal.

5. Program Percepatan Massalisasi Jargas Rumah Tangga
Untuk mempercepat adopsi jargas, PGN harus mengembangkan program komunikasi partisipatif dan kolaboratif. Salah satu inovasi yang dapat diterapkan pembentukan “Kampung Gas Mandiri”, yaitu kawasan percontohan yang menjadi model penggunaan energi bersih dan efisien. Program ini dapat dilengkapi dengan pelatihan keamanan, potongan biaya instalasi, serta penghargaan bagi wilayah yang berhasil melakukan konversi penuh ke jargas.

Selain itu, PGN perlu memperkuat strategi digital engagement melalui media sosial dengan konten edukatif, video testimoni, dan kampanye interaktif yang menyasar generasi muda dan keluarga muda. Program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) juga dapat diarahkan untuk memperkuat citra PGN sebagai pelopor energi bersih dan ramah lingkungan. Imam ghozali

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry