Salamul Huda

SURABAYA | duta.co – Ketua I Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Timur, Salamul Huda mendukung isi surat Pengurus Cabang (PC) PMII Surabaya kepada Pengurus Besar (PB) PMII di Jakarta.

Seperti diketahui sebelumnya, PC PMII Surabaya melayangkan surat menolak nama Ahmad Jauhar Fikri yang mendapatkan rekomendasi Pelatihan Kader Nasional (PKN) untuk dijadikan sebagai penguruh PB PMII.

Penolakan ini didasari karena Ahmad Jauhar Fikri secara administrasi dianggap bukan kader PMII, karena berproses di PC PMII Surabaya Selatan yang notabene tidak masuk dalam hirarki administrasi PMII.

Dalam hal ini, Salam mengatakan, sikap PC PMII Surabaya sudah tepat. Sebab selama ini PMII Cabang Surabaya Selatan tidak diakui secara administratif dan dianggap ilegal.

“PB PMII harus menjaga marwah organisasi dengan menjalankan AD/RT dan PO organisasi. Saya selaku ketua kaderisasi Jawa Timur menyayangkan kejadian kaderisasi tingkat nasional yang dapat diikuti oleh kader Surabaya Selatan,” kata Salam, Minggu (27/6/2021).

Alumnus UIN Sunan Ampel Surabaya ini menuturkan, selayaknya PB PMII merespon layangan surat dari PC PMII Surabaya. Dan menggagalkan pelantikan atas nama Ahmad Jauhar Fikri ini karena dianggap bukan kader PMII dan bertentangan dengan AD/ART.

“Saya sebagai kader PMII Surabaya, merasa tersinggung dengan kejadian ini. PB PMII sudah mencoreng PMII Surabaya, ini pukulan telak untuk kami,” kata Salam.

Lebih lanjut, pria kelahiran Jombang ini gelisah, karena kaderisasi PMII mulai dari Mapaba, PKD yang berproses sedemikian rupa sama sekali tidak dihargai. Menurutnya ini sudah bentuk kemunafikan atas amanah yang diberikan oleh para pendiri.

“Kalau memang Ketum PB PMII berani melanggar AD/RT dan PO maka, dengan dasar apa sahabat Abe (Muhammad Abdullah Syukri Ketum PMII red.) membawa organisasi?,” lanjutnya.

Tidak hanya itu, Salam mengungkapkan, yang lebih mengejutkan masuknya kader Surabaya Selatan ini ada indikasi permainan politik dari salah satu partai. Hal ini terbukti dengan track record Ahmad Fikri Jauhari dalam memperoleh kedudukan itu. ” Ini ada indikasi partai politik yang merusak kaderisasi di tubuh PMII,”ungkapnya. (net)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry