OKNUM : Sun Haji didampingi Kakaknya Ridwan dan Suhadi selaku penasehat hukum (Nanang .P Basuki/duta.co)

KEDIRI|duta.co – Suasana duka menyelimuti Sun Haji, Sekretaris Kelurahan Tosaren Kecamatan Pesantren. Karena pada Minggu kemarin, harus kehilangan istri tercintanya, Sofia Afiani telah memberikan satu anak dikarenakan sakit. Namun dibalik itu semua, disampaikan Suhadi .SH ditunjuk sebagai penasehat hukum diduga ada keterkaitan permasalahan dirinya dengan oknum polisi, Aipda Miko Efendi, merupakan Anggota Unit Intelkam Polsek Grogol.

Atas dasar aduan disampaikan ke redaksi duta.co, Sun Haji minta ditemui di rumah duka pada Minggu malam (28/02), berada di Jl. Gajah Mada Dusun Sawahan Desa Purwokerto Kecamatan Ngadiluwih. Didampingi penasehat hukum, H, Ridwan merupakan kakak kandungnya serta anggota keluarga lainnya, dia bercerita kejadian penganiayaan dialaminya. Sejumlah bukti laporan ke SPKT dan Propam Polda Jatim atas kasus penganiayaan ini juga ditunjukkan termasuk foto – foto saat menjalani perawatan medis.

“Kronoligisnya pada 7 Desember seingat saya, saat saya ditelepon untuk datang ke rumahnya (oknum Polri, red) meminta penjelasan terkait permasalahan saya dengan istrinya. Waktu mau masuk ke rumah, saya ditarik ke teras rumah lalu almarhumah istri saya duduk di ruang tamu. Kemudian saya dipukul bahkan hingga dua kali, bahkan ada kata – kata saya diancam sambil menunjukkan pistol dan parang miliknya,” ucapnya.

Almarhumah Diintimidasi Oknum Polri

OKNUM : Pemakaman almarhumah Sofia Afiani, istri Sun Haji (istimewa/duta.co)

Dengan kedua kelopak mata terus mengucurkan air mata menginggat peristiwa itu, Sun Haji melanjutkan cerita, saat pulang hendak naik mobil kemudian kembali didatangi Miko Efendi. “Waktu pulang mau naik mobil, dia mendatangi saya sambil bilang ini disidem (dirahasiakan, red), WA saya disuruh hapus semua. Kalau kamu cerita ke orang lain, saya sikat seluruh keluargamu,” ucapnya menirukan ancaman oknum Polri ini.

Kemudian justru Miko sering telepon istrinya, kemudian bentuk intimidasi ini disampaikan kepada dirinya. Bahkan dia nekat juga menemui mertuanya dan mengatakan dengan nada ancaman. “Mertua saya sampai kaget, tiba – tiba didatangi orang dan bernada mengancam. Dari mulutnya berbau seperti alkohol,” jelas Sun Haji.

Cerita berlanjut, saat Miko menelepomn istrinya dan ingin bertemu dengan dirinya. Begitu telepon genggam diserahkan kepadanya, awalnya dia menyampaikan bahwa saat ini sedang rapat dan tidak bisa ditinggalkan. Namun malah dibalas dengan ancaman, bila tidak mau menemui akan ditembak. “Akhirnya saya mengajak Agus, teman satu kantor untuk menemuinya. Ketemu di tepi Jalan Tirtosari tidak jauh dari kantor kelurahan, awalnya saya suruh bonceng namun saya menolak,” terangnya.

Akhirnya saat dibonceng dalam kecepatan tinggi ini, kemudian satu sikutan dilakukan Miko mengenai bagian perut sebelah kiri. Lalu sikutan kedua terasa sakit dan dia akhirnya sempat terseret dari motor akhirnya terjatuh. Bukan menolong, malah Miko memaksa untuk bertemu di Bengkel Café. “Saya dibonceng Agus, karena dia mengikuti saya,” ucapnya.

Penyidik Pidum Dilaporkan Propam

OKNUM : Sun Haji saat menjalani perawatan medis usai dianiaya oknum Polri (istimewa/duta.co)

Sebenarnya dari pertemuan di café ini telah dinyatakan masalah telah selesai, namun sore harinya dia kembali telepon dan meminta datang ke rumah pelaku. Karena masih ada bentuk ancaman, Sun Haji merasa ketakutan akhirnya menyampaikan perihal ini ke kakaknya. “Saran dari kakak saya, diputuskan dilaporkan ke Polda Jatim. Karena pelaku pernah bilang jika dilaporkan ke Polres, tidak akan diterima dan Kapolres bisa saya atur,” ucapnya.

Akhirnya Sun Haji atas saran penasehat hukum melaporkan kasus ini ke SPKT Polda Jatim dan keesokan harinya juga melaporkan ulah oknum Polri ini ke Bagian Propram Polda juga. Suhadi selaku penasehat hukum bahkan akan melaporkan tim Penyidik Pidana Umum Polres Kediri Kota karena dianggap telah melakukan intimidasi dan rekayasa agar Sofia Afiani menuruti kemauan mereka.

“Kasus kriminalnya yang kita laporkan, dilimpahkan ke Polres Kediri Kota. Untuk kasus di Propam, pihak terlapor telah dimintai keterangan. Namun hingga sekarang belum ada tindak lanjut. Atas kesepakatan pihak keluarga, maka kasus ini akan dilanjutkan ke ranah pidana. Apalagi dari keterangan suami dan keluarganya, bahwa almarhummah diduga meninggal usai dimintai keterangan,” ucap Suhadi. (nng)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry