JAKARTA | duta.co –  Pembangunan jalan tol telah menguras dana bank BUMN. Kondisinya sudah lampu merah. Hal ini dinilai hanya untuk menaikkan pamor calon presiden petahana Joko Widodo (Jokowi) yang semakin memudar jelang Pilpres 17 April 2019. Yang unik, Jokowi malah bertindak jumawa mengklaim seakan membangun semua jalan tol dan meremehkan jasa-jasa presiden terdahulu. Jumawa bisa berakibat fatal bagi Jokowi sendiri.
“Pak Jokowi, benar Anda berjasa membangun beberapa ruas tol tapi jangan jumawa dan membanding-bandingkan dengan presiden sebelumnya. Semua presiden memiliki jasa tersendiri kepada bangsa ini,” kata politisi Gerindra Sya’roni melalui pesan elektronik Jumat (23/3/2019).
Di hadapan pendukungnya di Istora Senayan, Kamis (21/3), Jokowi pamer telah delapan kali mengunjungi proyek tol Trans Sumatera. Jokowi menyombongkan diri sekaligus menantang untuk menunjukkan kepada dirinya siapa presiden yang pernah mengecek jalan hingga delapan kali.
Menurut Sya’roni, Jokowi tak pantas mendegradasi peran presiden pendahulunya.
“Kesannya Anda lah yang paling pontang-panting membangun negeri ini. Sadarlah, negara ini dibangun secara berkelanjutan. Pak Jokowi, ketika Anda menjadi Presiden, Indonesia sudah memiliki segalanya sehingga Anda mudah meneruskan proyek-proyek yang sudah ada. Sekali lagi, Anda itu meneruskan jerih payah para presiden sebelumnya, tak pantas mendegradasi peran mereka,” imbuh Sya’roni.
Caleg DPR RI Dapil Jateng II meliputi Demak, Jepara dan Kudus ini mencontohkan Bung Karno berperan membebaskan Indonesia dari penjajah. Gus Dur mempercepat pemulihan ekonomi dan memberikan kesetaraan kepada kelompok minoritas. SBY melunasi hutang IMF dan memasukkan Indonesia ke dalam kelompok G-20. Dia mengingatkan proyek-proyek yang digagas Jokowi seperti mobil Esemka dan tol laut yang hingga sekarang tidak jelas kelanjutannya justru dipertanyakan publik.
Sya’roni berpandangan meninjau tol hingga delapan kali bukanlah tugas Presiden melainkan pekerjaan seorang mandor. Presiden memiliki tanggung jawab yang lebih besar antara lain mempercepat pertumbuhan ekonomi yang tinggi serta memerangi pengangguran dan kemiskinan.
“Sekali-kali tinjaulah kondisi rumah warga yang gara-gara menerima program PKH harus rela ditempel label/stiker sebagai keluarga miskin. Rasanya kok tidak manusiawi sekali,” demikian kata Sya’roni.
Sebelumnya kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Danang Parikesit, mengungkap data betapa “ngoyo” Pemerintah Jokowi membangun jalan tol. Bahkan saking banyaknya membangun jalan tol, perbankan milik negara yang tergabung ke dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara, sudah tidak mampu lagi untuk membiayai proyek pembangunan jalan tol di masa mendatang. Seban biaya pengerjaan proyek-proyek tol sangat besar. Sedangkan pembiayaan proyek oleh Himbara terbatas.
“Sudah kedip-kedip dari kuning ke merah karena penyerapan atau pembiayaan infrastruktur untuk jalan tol sudah sedemikian banyaknya,” kata dia di Jakarta.
Bank Mandiri, misalnya, telah menanggung pembiayaan proyek tol sebesar 26,9 persen, atau senilai Rp30,2 triliun. Bank BNI juga telah memberi pinjaman Rp16,45 triliun, serta BRI sebesar Rp9,69 miliar.
Sementara pembiayaan utang dari bank swasta yang turut serta dalam proyek pembangunan jalan tol masih sedikit. Hanya Bank BCA yang memberi pembiayaan sangat besar mencapai 23,47 persen atau senilai Rp16,86 triliun.
“Ada satu bank swasta yang cukup menonjol yaitu BCA, sangat komit membiayai ini. Kalau hanya andalkan bank-bank Himbara, saya kira sangat sulit ke depan kita memenuhi kebutuhan pembiayaan pinjaman untuk infrastruktur,” tutur dia.
Karenanya, dia mendorong supaya perbankan lainnya ikut lebih aktif membiayai berbagai proyek infrastruktur jalan tol tersebut, terutama perbankan daerah. Sebab, ditegaskannya, bank daerah memiliki peran utama untuk mendistribusikan pembangunan infrastruktur di daerah-daerah lainnya agar lebih merata.
“Saya ingin sekali mendorong bank daerah ini betul-betul terlibat di dalam program infrastruktur, karena bagaimana pun juga yang menikmati infrastruktur adalah masyarakat yang langsung merasakan dampaknya dari keberadaan infrastruktur itu,” ujar Danang. (rmol/vvn)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.