Kepala Kejati Jatim Sunarta didampingi Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Didik Farkhan Alisyahdi dan Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Richard Marpaung di kantornya. (DUTA.CO/Henoch Kurniawan)

SURABAYA | duta.co – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim pekan ini akan melakukan gelar perkara kasus dugaan korupsi di PT Penjaminan Kredit Daerah (Jamkrida) Jatim senilai Rp6 miliar. Gelar perkara itu akan disusul dengan penetapan tersangka kasus yang merugikan BUMD milik Pemprov Jatim tersebut.

Hal itu disampaikan Kepala Kejati Jatim Sunarta, Jum’at (9/11/2018). Sunarta mengatakan, pihaknya sudah memeriksa semua saksi-saksi yang diduga terlibat atau mengetahui terjadinya tindak pidana korupsi tersebut. Jumlah saksi yang diperiksa sebanyak 20 orang, termasuk mantan Direktur Utama PT Jamkrida Jatim, Nur Hasan. “Saya minta penyidik pekan ini melakukan gelar perkara. Tapi, kami juga akan melakukan pemeriksaan lagi terhadap sejumlah orang yang terlewat,” ujarnya sembari enggan menyebut orang-orang yang akan diperiksa tersebut.

Adanya dugaan korupsi di PT Jamkrida tersebut berawal dari temuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dari audit yang dilakukan lembaga yang mengawasi perbankan itu ditemukan, pada 2016 ada dana Rp6 miliar yang keluar dari PT Jamkrida Jatim. Dana itu awalnya diperuntukkan bagi debitur yang mengalami gagal bayar. Namun oleh oknum di PT Jamkrida Jatim digunakan untuk keperluan lain.

“Nama tersangka sudah ada di kantong Pak Kejati Jatim (Sunarta),” ujar Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Jatim, Didik Farkhan Alisyahdi.

Sementara itu, Ketua Komisi C DPRD Jatim Anik Maslachah mengaku, pihaknya berencana membatalkan penambahan modal sebesar Rp200 miliar pada PT Jamkrida Jatim. Keputusan ini diambil menyusul kasus dugaan korupsi di perusahaan penjaminan kredit tersebut. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga menyatakan, PT Jamkrida  belum perlu mendapat suntikan modal. “Kinerja PT Jamkrida selama ini kurang bagus. Indikasinya, nilai penjaminan yang masih rendah,” ujarnya. (eno)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.