FATAYAT PLUS : Ngaji bersama Ketua PCNU KH. Muhammad Makmun Machfudz (Muhamad Mahbub / duta.co)

KEDIRI | duta.co – Polemik munculnya dualisme kepengurusan di tubuh PC Fatayat NU Kabupaten Kediri semoga akan terjawab dengan pernyataan disampaikan Ketua PCNU KH. Muhammad Makmun Machfudz, Minggu (01/12 di Aula PCNU Kabupaten Kediri. Dalam acara Nge-Teh Siang Bareng PCNU dan Banom bersamaan dengan Pembukaan Ngaos Kitab Sullamuttaufiq.

Ada kata menarik disampaikan Gus Makmun, sapaan akrab Ketua PCNU dihadapan ratusan jamaah fatayat. “Saya salut dengan para Ketua PAC 18 plus, tetap istiqomah dan saya sebagai Ketua PCNU, tetap bapak panjenengan semua. Tidak boleh baper dan semua akan tetap memiliki saya agar tidak salah tangkap,” ungkapnya kemudian disambut gemuruh tepuk tangan.

Tentunya jawaban inilah yang ditunggu para Fatayat, karena pasca Konferensi PC Fatayat pada bulan lalu, dianggap sebagai tidak sah dan penuh rekayasa. Hal sama juga disampaikan Ketua PC Muslimat, Hj. Mudawamah yang mengaku saat konferensi digelar dirinya sedang menjalankan umroh.

Menurutnya keberadaan Fatayat kini telah mendekati Muslimat, dari semangat kehadirannya telah membuktikan meski ada beberapa pihak berusaha memecahbelah hingga menjadikan dualisme. “Saya sempat bertanya kepada Gus Makmun, Apakah ini sebuah substansi, apakah ini bentuk kecintaannya kepada Fatayat atau kepada ketuanya? Kalau di Muslimat, ada anak cabang kemudian cabang sebelum melakukan konferensi,” terang Mudawamah.

Bagi yang akan menerim amanah, harusnya dilakukan evaluasi kinerjanya selama lima tahun mengabdi di Fatayat. Kemudian untuk program kerja lima tahun ke depan, harus disiapkan orang-orang terbaik.

“Saya tidak tahu saat konferensi, saya tidak bisa mengikuti karena umroh. Kemudian menjelang pulang dapat kabar ada dualisme kepengurusan. Ini akan menjadi PR kita semua terutama PR buat Ketua PCNU. Kalau Ansor sudah tidak seberapa berdaya, sudah kehilangan harapan,” ucap Ketua PC Muslimat sambil melirik Ketua GP Ansor Munasir Huda yang duduk di sebelahnya.

Sebelum menutup sambutannya, Hj. Mudawamah memberikan himbauan, agar semua tetap solid bagi Ketua Fatayat 18 Plus. “Biarlah Allah yang akan menjawab siapa yang pantas memimpin di Kabupaten Kediri,” ungkapnya, disambut undangan yang hadir. (bub/nng)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry