DIKUKUHKAN : Dua Guru Besar yang akan dikukuhkan. Dari kiri ke kanan, Prof Dr Ir Gatot Ciptadi DESS dan Prof Dr dr Nurdiana MKes. (duta.co/dedik ahmad)

MALANG | duta.co -Universitas Brawijaya (UB) mengukuhkan dua guru besar. Keduanya yakni Prof Dr Ir Gatot Ciptadi DESS dan Prof Dr dr Nurdiana MKes. Mereka berturut-turut tercatat menjadi guru besar ke 243 dan 244 UB.

Dalam temuannya Prof Dr Ir Gatot Ciptadi DESS mengangkat peran strategis bank sel gamet guna konservasi dan komersialisasi sumber daya genetic. Menurutnya, penelitian dan pengembangan pembekuan sel perlu terus dilakukan, untuk terus dapat merealisasikan bank sel spermatozoa dan oosit, serta embrio. Hal tersebut guna konservasi plasma nutfah yang spesifik, unggul dan potensial yang sudah langka.

“Sel baku ini kedepan sangat potensial untuk dikomersilkan dalam skala nasional hingga internasional,”” ungkap Gatot Ciptadi, Selasa (03/09/2019) di Gedung Widyaloka UB.

Ia pun mencontohkan pada kambing Senduro yang oleh Balai Inseminasi Buatan Singosari yang dalam riset pengembangan sel gametnya telah dilakukan pemasaran ke berbagai Negara. Jenis kambing ini merupakan ras asli Indonesia yang mulai langkah, padahal termasuk kambing unggulan.

Lebih lanjut Gatot Ciptadi menambahkan, bank sel spermatozoa dari berbagai jenis hewan unggulan, sangat mungkin pula dilakukan rekayasa genetic. Dimana kualitas genetic dan produktifitas yang berupa susu, telur, atau daging, dapat pula diambil kemanfaatannya setara sel pejantan yang diinginkan.

Lain pada itu, Guru Besar Prof Dr dr Nurdiana Mkes menerangkan, bahwa temuannya mengenai Fitoestrogen merupakan bahan herbal yang memiliki efek terapi. Fitoestrogen sendiri adalah senyawa yang terdapat kedelai, gandum, kacang-kacangan, dan sayuran.

Diakui Nurdiana, bahwa penelitian efek fitoestrogen menunjukan hasil pro kontra terhadap penyakit yang diderita. Efek menguntungkan tampak pada obesitas, sindroma metabolic, dan diabetes tipe 2. “Dimana efek terapi yang muncul ialah adanya perbaikan resisten insulin. Namun efek merugikan justru muncul pada sindroma menopause, penyakit kardiovaskuler, dan kanker payudara,” jelasnya.

Nurdiana berharap pengembangan penelitian mengenai efek terapi fitoestrogen ini dapat sebagai dasar ilmiah penggunaannya. “Dan ini dapat dijadikan dasar ilmiah pula untuk penyembuhan berbagai penyakit yang banyak terjangkit di masyarakat,” tutupnya. (dah)

 

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry