JAKARTA | duta.co – Tampilnya PM Malaysia Mahathir Mohamad yang bangga menaiki mobil Proton tua membuat warganet menggugat keberadaan mobil Esemka yang pernah dijanjikan oleh Jokowi tapi tidak kunjung diproduksi massal hingga sekarang. Yang menyedihkan, cawapresnya, KH Ma’ruf Amin, juga ikut berjanji bahwa Esemka akan diproduksi pada Oktober 2018 tapi toh juga tidak muncul juga. Begitu juga ketika Kiai Ma’ruf bicara soal infrastruktur di era Jokowi, yang ternyata dikritik oleh Bank Dunia, kualitasnya buruk.
Karena itu, rakyat kembali menyoal istiqomahnya pasangan Jokowi-Ma’ruf. Salah satu yang menyoal adalah Wakil Ketua Dewan Kerhormatan Partai Amanat Nasional (PAN), Dradjad Wibowo.
“Waduh Pak Ma’ruf kok jadi aneh seperti itu ya? Mohon diingat, dulu Beliau sudah tersandung Esemka Oktober 2018. Sekarang sudah 2019, Esemka-nya belum ada,” kata Dradjat Wibowo Kamis 10 Januari 2019.
Drajad yang juga seorang ekonom ini menilai justru strategi infrastruktur pemerintahan Jokowi sangat keliru. Apalagi jika dilihat dari porsi APBN, pemerintah terlalu memaksakan diri dengan target yang terlampau dipaksakan, terkesan mengikuti siklus Pemilu saja.
“Dampak negatifnya sudah banyak. Mulai dari pelaku bisnis yang stagnan bahkan melemah, hingga rumah sakit yang tagihannya belum dibayar BPJS Kesehatan dalam jumlah fantastis,” tegasnya.
Dradjat mengaku sebetulnya dirinya segan untuk mengkritisi Kiai Ma’ruf Amin sebab Beliau kiai kharismatik panutan umat. Namun, dalam masalah ekonomi, mestinya harus hati-hati dalam memberikan statemen.
“InsyaAllah pernyataan Pak Ma’ruf itu keliru secara ekonomi. Kalau secara agama, biar para kyai, ulama dan habaib yang menilainya. Sejujurnya saya ewuh pakewuh hendak mengritisi beliau. Tapi sepertinya harus ada orang yang mengingatkan beliau,” pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, memasuki awal November 2018, jagat media sosial ramai mempertanyakan kepastian bahwa mobil Esemka akan diluncurkan pada Oktober 2018. Netizen mengutip salah satu berita yang menyebutkan calon wakil presiden nomor urut 01 KH Ma’ruf Amin pernah berjanji Esemka akan diluncurkan pada akhir Oktober.
Tim Blak blakan detikcom sempat meminta konfirmasi langsung kepada Kiai Ma’ruf soal kabar tersebut. Namun Kiai Ma’ruf membantah telah berjanji mobil Esemka akan diluncurkan pada akhir Oktober 2018. Kiai yang juga politikus kelahiran Tangerang, 11 Maret 1943, itu mengaku hanya mendengar ada produsen swasta yang ingin membangun secara nasional mobil Esemka.
Kiai Ma’ruf pun memuji rencana tersebut. Namun ia memastikan proyek tersebut tidak berkaitan dengan pemerintah ataupun Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Terkait kabar akan diluncurkan pada Oktober 2018, Kiai Ma’ruf mengatakan itu hanyalah keinginan si produsen.
“Katanya kepenginnya itu Oktober, akhir Oktober. Itu kalau mungkin, mungkin ya. Itu kan mau-maunya si produsen itu. Boleh juga dia Oktober, boleh juga mundur, boleh juga tidak jadi, kan haknya dia. Bukan saya yang ngomong, kan bukan rencana pemerintah, itu kan rencana pengusaha,” kata Kiai Ma’ruf saat Blak-blakan detikcom, yang tayang pada Senin, 12 November 2018.
Kiai Ma’ruf pun mengaku belum tahu waktu peluncuran mobil Esemka. “Ya kita tunggu aja mau jadi apa tidak. Syukur kalau jadi kan, mudah-mudahan jadi. Waktunya kapan, saya belum tahu,” kata dia.
Pernyataan Kiai Ma’ruf itu berbeda dengan sebelumnya saat dia hadir di Pondok Pesantren Nurul Islam (Nuris), Jember, Kamis, 27 September 2018. Saat itu calon Wakil Presiden nomor urut 1 ini menyebut mobil Esemka yang pernah dirintis Joko Widodo atau Jokowi akan diluncurkan pada Oktober 2018 mendatang. “Bulan Oktober nanti akan diluncurkan mobil nasional bernama Esemka, yang dulu pernah dirintis oleh Pak Jokowi. Akan diproduksi besar-besaran,” kata Ma’ruf Amin.
Pernyataan tersebut dilontarkan Ma’ruf Amin ketika memberikan taushiyah di hadapan ratusan santri dan ulama Nahdlatul Ulama. “Nanti ke depan ada harapan tumbuh mobil nasional. Semua usaha juga dimulai dari kecil,” katanya disambut tepuk tangan meriah ratusan orang yang hadir dalam acara silaturahmi itu.
Ma’ruf Amin juga mengatakan, baru-baru ini dia berbincang dengan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad untuk mengembangkan mobil Asian. “Dan kita bikin pasar Asia sebagai pasar yang dominan dikuasai, tidak tergantung pihak luar. Apalagi kalau bisa mengekspor ke luar,” ujarnya.
Karena itu, kata dia, sumber daya manusia atau human capital dan human resource yang berkualitas perlu disiapkan sehingga bisa berkompetisi dan memiliki daya saing serta fighting spirit tinggi.
Ia menambahkan, membangun pasar Asia dapat menciptakan kemakmuran. “Bagaimana membuat mobil Asian, yang bahannya ada yang dibikin di Indonesia, di Malaysia, atau di Vietnam. Kemudian kita pasarkan bersama, baik di lingkungan Asian atau di lingkungan dunia,” ujarnya. Dengan terwujudnya model kerja sama seperti itu, Ma’ruf meyakini masa depan yang sangat cerah bagi Indonesia.
Namun, seperti diberitakan duta.co, hingga sekarang Esemka tidak jelas jluntrungnya. Sedang Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad bersama Sultan Ibrahim dari Johor tampil bangga mengendarai mobil Proton Saga yang merupakan produk dalam negeri Malaysia. Berita ini menjadi liputan biasa saja di negeri jiran yang pejabatnya sudah biasa memakai mobil Proton. Yang menarik memang Proton ini sudah tua.
Yang luar biasa justru respon warga Indonesia yang menunggu sangat lama hadirnya mobil produk dalam negeri seperti yang sudah digembar-gemborkan tapi tak kunjung jadi diproduksi: Esemka!
Dalam berita itu disebutkan Mahathir duduk di samping Sultan Ibrahim yang mengendarai Proton Saga tua berwarna biru. Keduanya baru saja menggelar pertemuan selama 90 menit. Sultan Ibrahim berinisiatif mengantarkan sendiri Mahathir ke Lapangan Terbang Antarbangsa Senai (LTAS).
Proton Saga yang dikendarai Sultan Ibrahim terbilang istimewa karena memiliki nomor kendaraan Proton 1. Ini adalah hadiah yang pernah diberikan Mahathir kepada ayah Sultan Ibrahim, Sultan Iskandar, yang ketika itu menjabat sebagai Yang Di Pertuan Agung Malaysia.
Di akhir berita disebutkan Mahathir Mohamad mengaku kagum akan kekuatan mobil nasional yang diproduksi Malaysia saat dirinya menjabat sebagai perdana menteri di masa yang lalu itu.
“Siapa yang tidak bangga memiliki produk nasional yang mampu menandingi produk impor yang menjajah negeri kita,” kata Salahuddin, TKI asal Malang yang bekerja di Malaysia Jumat 11 Januari 2019.
Heboh juga terlihat di jagat maya. Warganet yang bawa perasaan alias baper karena Esemka tak kunjung terwujud membaca berita ini dengan postingan yang seakan menagih janji Jokowi.
“Esemka mana?” tanya pemilik akun @Hasan_Go yang memiliki lebih dari 2.000 followers.
Selain Esemka, Kiai Ma’ruf juga bicara soal proyek infrastruktur Jokowi. KH Ma’ruf Amin mengatakan bahwa Joko Widodo selama lima tahun menjabat sebagai presiden telah meletakkan dasar pembangunan. “Selama 5 tahun ini Pak Jokowi dengan satu periode telah meletakkan dasar, telah membangun infrastruktur dan pendidikan. Ini kita jadikan sebagai milestone untuk melompat,” tutur Ma’ruf di acara Festival Charity and Declaration Relawan Milenial Jokowi Maruf Amin (Remaja) di Jiexpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (25/11/2018). Namun, proyek ini dinilai Bank Dunia kualitasnya buruk sebab dikerjakan tanpa rencana yang baik.
(wis/rmol)
Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry