
MOJOKERTO | duta.co – Turunnya SE Mendagri nomer 900/833/SJ menjadi pemantik bagi Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat, dan Kawasan Permukiman (DPUPR Perkim) Kota Mojokerto untuk melakukan percepatan proses perencanaan kegiatan.
Sebelumnya kegiatan tersebut sempat terhenti akibat adanya perintah efisiensi. Namun, dengan turunnya SE tentang penyesuaian pendapatan dan efesiensi belanja daerah dalam anggaran pendapatan dan belanja daerah tahun anggaran 2025 ini seolah menjadi amunisi bagi DPUPR Perkim untuk gas pol.
“Setelah SE dari Mendagri turun, PUPR siap berlari kencang untuk mempercepat proses pencanaan kegiatan tahun ini,” ujar Kepala DPUPR Perkim Kota Mojokerto, Muraji, Rabu (18/3/2025).
Mantan Kabag PBJ ini menargetkan perencanaan sudah selesai pada akhir April, sehingga bisa segera berjalan.
“Kita sudah membuat skedul bahwa pada akhir April semua produk perencanaan akan selesai,” tegasnya.
Lebih jauh Muraji memaparkan, di Dinas PUPR pada tahun 2025 ini ada 33 paket pengerjaan. Rinciannua, 14 paket pada bidang penataan ruang , bangunan, dan bina kontruksi, 13 paket
pada bidang bina marga ada, 3 paket
pada bidang sumber daya air, dann3 paket pada bidang perumahan kawasan pemukiman.
“Semua paket itu akan selesai perencanaan kegiatan fisik tuntas pada akhir April,” katanya.
Menurutnya, dengan adanya percepatan perencanaan kegiatan fisik, semua pengerjaan proyek tahun 2025 yang berada di bawah DPUPR bisa selesai pada tahun ini juga.
“Kemarin kan sempat tertunda akibat adanya efisiensi. Supaya tidak ada pengerjaan proyek yang tidak selesai tahun ini juga akibat kehabisan waktu, ya harus dilakukan percepatan,” tandasnya.
Pada tahun ini, Pemkot Mojokerto telah mencanangkan proyek strategis 2025 ditetapkan dalam SK Wali Kota Mojokerto nomor 100.3.3.3/366/ 417.101.3/2024 tentang Penetapan 10 Proyek Strategis Kota Mojokerto Tahun 2025.
Tiga proyek strategis tahun ini melanjutkan pembangunan tahun 2024. Yaitu melanjutkan pembangunan gedung Gayatri di RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo, pembangunan prasarana Gelora A Yani, dan pembangunan landscape Kantor Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto.
Sedangkan 7 lainnya merupakan proyek baru. Yakni, rehab rawat inap RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo menyesuaikan kebijakan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) dari BPJS Kesehatan, pembangunan gedung Baznas dan Forum CSR Kota Mojokerto, dan Tempat Pembuangan Sampah Reduce Reuse dan Recycle (TPS 3R) di Wates (Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto.
Selain itu, pembangunan masjid di gedung bekas kantor DPRD Kota Mojokerto, Jalan Gajah Mada. Masjid ini bakal menggantikan musala di kantor Pemkot Mojokerto.
Sedangkan 3 proyek strategis lainnya yakni untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Mojokerto melalui pembangunan prasarana sekolah. Yaitu pembangunan ruang kelas SMPN 4 serta rehab ruang kelas di 2 SDN. Yaitu rehabilitasi untuk ruang kelas di SDN Miji 3 dan SDN Wates 6. (ywd)






































