Ketua Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lamongan, Abd Shomad.

LAMONGAN | duta.co – DPRD Lamongan meminta pengelolaan dana haji, atau pelunasan pembayaran yang sudah dilakukan oleh ribuan Calon Jemaah Haji (CJH) asal Lamongan, senantiasa aman dan juga dikelola dengan baik.

“Jangan sampai merugikan calon jemaah, kalau memang calon jemaah ada yang ingin menarik Rp 10 juta yang telah dilunasi, itu kan boleh-boleh saja,” ujar Ketua Komisi D DPRD Lamongan, Abd Shomad, Jumat (11/06).

Legislator PDIP itu menuturkan, calon jemaah haji akan gugur statusnya jika yang ditarik adalah dana pendaftaran yang sudah disetorkan sebelumnya.

“Kalau jemaah menarik yang Rp 10 juta itu memang diperbolehkan. Tetapi kalau dana pendaftaran juga ditarik, maka itu akan menggugurkan nomor kursi keberangkatan,” terang Abd Shomad.

Menurut dia, ada dua jenis setoran yaitu, pertama pendaftaran, kedua adalah dana setoran pelunasan. Dia juga menyambut baik keputusan pemerintah yang memperbolehkan Calon Jemaah Haji (CJH) 2021 menarik kembali BPIH yang telah dilunasi.

“Lagi pula penarikan pelunasan tersebut tak akan menghilangkan status mereka menjadi CJH 2022. Sejauh ini sah-sah saja kan,” tutur Shomad sapaan akrabnya.

Shomad mengungkapkan, apabila calon jemaah haji sangat membutuhkan biaya uang, namun hanya sebatas mengajukan pengembalian setoran pelunasan biaya atau dana haji.

“Maka calon jemaah tersebut masih tercatat dalam daftar tunggu keberangkatan haji berikutnya,” bebernya.

Lebih lanjut dia mengatakan, hendaknya calon jemaah haji yang gagal berangkat ke tanah suci pada tahun ini karena ada kebijakan dari pemerintah, harus ektra sabar dan legowo.

“Dipertimbangkan dengan bijak dalam mengambil keputusan. Apakah akan menarik atau tetap menyimpan di BPKH. Keputusan itu harus disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing jemaah,” ungkapnya.

Kalau tidak terlalu mendesak, sambung Shomad, agar tetap disimpan di BPKH, seandainya mereka butuh juga tidak ada salahnya diambil untuk kebutuhan yang lebih penting lainnya.

Diketahui, sebanyak 1.646 Calon Jemaah Haji (CJH) asal Lamongan yang semula dijadwalkan berangkat ke tanah suci pada tahun ini, harus menerima kenyataan gagal tidak jadi berangkat ke mekah.

Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia (RI) telah memutuskan untuk kembali membatalkan pemberangkatan calon jemaah haji pada penyelenggaraan ibadah haji 1442 H tahun 2021 ini.

Kebijakan tersebut disampaikan oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, di kantor Kementerian Agama, Kamis (03/06) lalu, sebagaimana diatur dalam KMA (Keputusan Menteri Agama) No. 660/2021. (ard)