Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Puguh Wiji Pamungkas, saat menjadi narasumber dalam kegiatan diskusi publik.

‎SURABAYA | ‪duta.co‬ – Peluncuran Bus Trans Jatim Koridor Malang Raya yang resmi beroperasi sejak 20 November 2025 mendapat apresiasi dari Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Puguh Wiji Pamungkas.

‎Ia menilai kehadiran Bus Trans Jatim menjadi bukti komitmen kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan pemerintah daerah setempat. Melalui Dinas Perhubungan Pemprov Jatim, kerja sama dilakukan dengan Pemerintah Kota Malang dan Pemerintah Kota Batu dengan mengintegrasikan moda transportasi lokal sebagai feeder.

‎“Kolaborasi seperti ini penting agar tidak saling mematikan, justru saling menguatkan,” ujar legislator PKS tersebut saat menjadi narasumber dalam kegiatan diskusi publik, Rabu (17/12/2025).

‎Bus Trans Jatim Koridor Malang Raya diketahui melintasi sejumlah rute strategis, mulai dari kawasan pendidikan dan kampus, pusat perdagangan, hingga destinasi wisata. Tak heran, sejak hari pertama beroperasi, antusiasme masyarakat terbilang cukup tinggi.

‎Berdasarkan data UPT Pengelolaan Prasarana Perhubungan Malang, Dinas Perhubungan Jawa Timur, jumlah penumpang Bus Trans Jatim Malang Raya mencapai sekitar 4.000 orang dalam 13 hari pascapeluncuran. Data tersebut dihimpun dari Terminal Hamid Rusdi, Terminal Landungsari, dan Terminal Batu.

‎Puguh menilai capaian tersebut menjadi sinyal positif bahwa transportasi publik yang terjangkau, nyaman, dan terintegrasi memang sangat dibutuhkan masyarakat. Ia pun optimistis kehadiran Bus Trans Jatim akan menjadi pemicu kebangkitan ekonomi di kawasan Malang Raya.

‎“Malang Raya memiliki keunggulan besar di sektor pendidikan dan pariwisata. Jika transportasi publiknya tertata dengan baik, maka pergerakan orang dan barang akan semakin lancar, ekonomi UMKM bergerak, dan kesejahteraan masyarakat meningkat,” jelasnya.

‎Lebih lanjut, Puguh menekankan pentingnya penambahan rute Bus Trans Jatim yang terkoneksi langsung dengan pusat-pusat wisata di Kabupaten Malang. Menurutnya, langkah tersebut akan memudahkan wisatawan lokal, nasional, hingga mancanegara dalam mengakses berbagai destinasi wisata di Malang Raya.

‎“Kalau konektivitas ke pusat wisata semakin kuat, maka trafik wisatawan akan meningkat. Dampaknya jelas, UMKM hidup, pendapatan daerah naik, dan ekonomi kawasan Malang Raya semakin bergeliat,” tegasnya.

‎Dengan sinergi lintas sektor serta dukungan seluruh pemangku kepentingan, Puguh berharap Bus Trans Jatim Malang Raya dapat menjadi model transportasi publik terintegrasi yang berkelanjutan, sekaligus penggerak utama pertumbuhan ekonomi kawasan. (rud)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry