
BOJONEGORO | duta.co – DPRD Provinsi Jawa Timur resmi memperkenalkan program inovatif bertajuk “CUAN” atau Curhato Nang Dewan, sebuah kanal aspirasi masyarakat yang berfungsi sebagai rumah curhat bagi warga Jawa Timur. Program ini diluncurkan di sela kegiatan Pasar Rakyat yang digelar di Lapangan Bola Desa Padangan, Kabupaten Bojonegoro, Jumat (3/10).
Kegiatan yang menjadi rangkaian peringatan HUT ke-80 Provinsi Jawa Timur itu dibuka langsung oleh Wakil Ketua DPRD Jatim, Sri Wahyuni, dan dihadiri ribuan warga. Turut hadir Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, Wakil Bupati Nurul Azizah, serta jajaran Forkopimda Kabupaten Bojonegoro.
Dalam sambutannya, Sri Wahyuni menjelaskan bahwa program CUAN merupakan platform komunikasi publik yang bisa diakses masyarakat melalui sambungan telepon di 0813-3838-1388. Tujuannya adalah menghadirkan jalur komunikasi yang mudah dan langsung antara masyarakat dengan anggota DPRD Jatim.
“Selama ini masih ada hambatan komunikasi antara masyarakat dan Dewan dalam memperoleh perlindungan maupun solusi,” ujarnya.
Ia menilai, di tengah situasi ekonomi global yang tidak menentu, keterbukaan komunikasi menjadi semakin penting.
“Padahal, di tengah kondisi perekonomian global yang melemah seperti saat ini, sangat dibutuhkan komunikasi yang lebih intens dan terarah dengan masyarakat,” tegas politisi Fraksi Partai Demokrat tersebut.
Sri Wahyuni juga menyoroti maraknya fenomena masyarakat yang menyampaikan keluh kesah di media sosial tanpa alur penyelesaian yang jelas.
“Seringkali masyarakat lebih memilih cara instan dengan menyampaikan uneg-uneg secara emosional, bahkan informasi yang belum terverifikasi tersebar luas agar viral. Karenanya, agar tidak kalah oleh derasnya arus media sosial, perlu dihadirkan platform rumah curhat yang tepat dengan mekanisme kroscek sehingga solusi yang diberikan benar-benar akurat,” paparnya.
Melalui CUAN, masyarakat dapat menyampaikan masalah dengan lebih dekat, cepat, dan tepat. Setiap aduan yang masuk akan segera ditindaklanjuti oleh tim DPRD Jatim sesuai bidangnya.
“Kita pastikan bahwa curhatan yang disampaikan akan diproses. Seperti selama ini, jika ada masalah, masyarakat datang ke dewan untuk mengadu. Kemudian ditindaklanjuti dengan hearing menghadirkan pihak terkait. Nah, lewat CUAN ini prosesnya akan lebih mudah dan lebih dekat,” jelasnya.
Selain peluncuran program CUAN, kegiatan Pasar Rakyat Bojonegoro yang berlangsung selama tiga hari, 3–5 Oktober 2025, juga menjadi magnet hiburan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Acara yang dibuka gratis untuk umum ini menghadirkan berbagai penampilan musik dan seni lokal, mulai dari Guyon Waton Mr. Jono & Joni, Cak Percil Cs, Yunna Amora, hingga Cak Sodiq dan Uinoqi Entertainment, ditutup dengan pertunjukan Magical Firework Show.
“Suasana malam ini sungguh istimewa. Ribuan masyarakat hadir, UMKM tumpah ruah menampilkan produk terbaiknya, seni budaya Bojonegoro ikut menyemarakkan, dan kita semua larut dalam suasana pesta rakyat,” ujar Sri Wahyuni.
Menurutnya, kegiatan Pasar Rakyat bukan sekadar hiburan, melainkan bentuk nyata dari semangat pembangunan yang inklusif.
“Pembangunan Jawa Timur tidak hanya tentang infrastruktur fisik, tetapi juga tentang ruang kebersamaan, pemberdayaan, dan kemandirian ekonomi rakyat,” tambahnya.
Ia menegaskan, peran UMKM sebagai tulang punggung ekonomi Jawa Timur tidak dapat diabaikan. “Lebih dari 90 persen aktivitas ekonomi kita digerakkan oleh pelaku UMKM. Mereka adalah pejuang ekonomi yang tangguh. Bahkan saat krisis melanda, UMKM tetap berdiri menjadi penopang keluarga sekaligus penggerak ekonomi daerah,” tegasnya.
“Karena itu, Pasar Rakyat ini bukan sekadar panggung perayaan, melainkan komitmen kita bersama untuk terus berpihak pada UMKM, petani, nelayan, pedagang kecil, dan seluruh lapisan masyarakat yang setiap hari berjuang untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga,” pungkasnya. (Rid)





































