Direktur Pengadaan Perum Bulog Bachtiar Utomo  (kiri) menyerahkan cinderamata kepada Pimpinan Komisi IV DPR RI, Daniel Johan usai dengar pendapat di Kantor Divre Bulog Jatim, Selasa (21/5). DUTA/endang

SURABAYA | duta.co –  Sampai saat ini harga bawang putih di pasaran masih belum stabil. Harga saat awal Ramadan mencapai Rp 100 ribu per kilogram.

Walau kini harga di pasaran sudah mulai turun yakni Rp 20 ribu per kilogram, namun kenaikan harga tetap harus diantisipasi.

Naiknya harga ini karena stok barang hingga kini yang masih belum bisa memenuhi kebutuhan masyarakat. Karena itu, Komisi IV DPR RI mendorong realisasi penugasan impor bawang putih oleh Bulog yang hingga kini belum turun.

Dengan menjadikan Bulog sebagai operator diharapkan ketersediaan bawang putih akan terus terjaga karena Bulog bertugas untuk menjaga ketersediaan barang dan kestabilan harga.

“Kami akan meminta Menteri Perdagangan segera memberikan rekomendasi, sehingga Bulog bisa segera menjalankan apa yang menjadi tugasnya,” kata Pimpinan Komisi IV DPR RI, Daniel Johan usai kunjungan kerja ke Bulog Divre Jatim di Surabaya, Selasa (21/5).

Daniel bersama 12 anggota Komisi IV DPR RI yang berkunjung ke Kantor Bulog Jawa Timur tersebut meminta agar instansi pemerintah yang memegang kebijakan impor bawang putih untuk tidak saling menghadang rekomendasi impor oleh Bulog.

Karena, kata dia, pengaruhnya masyarakat akan menjadi sulit, dan harga bawang putih bisa kembali bergejolak, serta yang dirugikan adalah masyarakat.

Daniel mengatakan, lonjakan harga bawang putih sebelumnya terjadi di banyak tempat, khususnya di luar Pulau Jawa, seperti di Palembang dan Kalimantan dengan harga mencapai kisaran Rp100 ribu per kilogram.

Karena itu, politisi asal Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa ini meminta untuk segera merealisasikan impor bawang putih oleh Bulog.

“Kami berharap ke depan lonjakan harga tidak terjadi lagi, dengan mengacu pada basis data dan pengalaman yang selama ini terjadi, serta adanya keseimbangan antara suplay dan demand,” katanya.

Direktur Pengadaan Perum Bulog Bachtiar Utomo yang menemui kunjungan anggota Komisi IV DPR RI mengatakan, Bulog sebagai operator selalu siap menerima apa yang menjadi tugasnya.

“Kami tidak akan menulis surat lagi ke pemerintah terkait pengajuan penugasan ini, dan hanya tinggal turunnya surat. Ketika hal itu turun, kami siap melaksanakan,” katanya.

Sebelumnya, pemerintah telah memutuskan untuk membuka impor bawang putih sebesar 100 ribu ton melalui Bulog berdasarkan rakor terbatas pada Senin (18/3) yang dipimpin Menko Perekonomian Darmin Nasution.

Rakor tersebut dilatarbelakangi adanya kenaikan harga komoditas bawang putih di berbagai daerah, dan berkurangnya pasokan ke tingkat pedagang.

Bachtiar mengatakan memang selama ini 97 persen bawang putih harus impor. Hasil panen lokal hanya untuk dijadikan bibit-bibit untuk penanaman-penanaman berikutnya agar luas lahan tanam bisa bertambah.

Itu dilakukan untuk mencapai target yang ditetapkan menuju Indonesia swasembada bawang putih beberapa tahun ke depan.

“Itu memang tujuan kita. Jadi bawang putih lokal tidak dijual tapi dijadikan bibit,” tandasnya. end

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry