
PROBOLINGGO | duta.co — Pemkab Probolinggo kembali menggelorakan semangat generasi muda melalui rangkaian kegiatan dalam peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-32.
Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Probolinggo menyelenggarakan Jambore Remaja dan Puncak Penobatan Duta Generasi Berencana (GenRe) Kabupaten Probolinggo Tahun 2025 dalam rangka Hargana ke-32, di Bale Hinggil, Kota Probolinggo, Senin (30/6/2025).
Kegiatan yang berlangsung sejak pagi ini diikuti oleh 64 peserta yang mendaftar sebagai calon Duta GenRe Kabupaten Probolinggo. Dari jumlah tersebut, terpilih 20 finalis yang terdiri atas 10 pria dan 10 wanita, yang kemudian menjalani masa karantina sebelum mengikuti grand final.

Kepala DP3AP2KB Kabupaten Probolinggo, Hudan Syarifuddin, menyampaikan kegiatan ini bertujuan mendukung pengembangan potensi dan karakter remaja melalui wadah Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R). Jambore Remaja adalah ruang bagi remaja untuk berkreasi, belajar, dan berperan aktif dalam program-program pembangunan kependudukan dan keluarga berencana.
“Jambore Remaja ini dari dan untuk remaja. Tujuannya adalah mendukung pendidikan, pelatihan, dan kegiatan sosial remaja yang aktif di PIK-R, baik berbasis sekolah maupun masyarakat,” ujar Hudan.
Dalam kesempatan tersebut, para finalis menampilkan komitmen mereka dalam mendukung program pembangunan keluarga dan kesehatan reproduksi, termasuk penundaan usia perkawinan dan pencegahan penyalahgunaan narkoba.

Hudan berharap, Duta GenRe yang terpilih dapat menjadi figur inspiratif dan agen perubahan di kalangan remaja.
Selain itu, Hudan menambahkan bahwa pembentukan insan GenRe yang aktif di PIK-R diharapkan mampu melatih remaja sebagai konselor sebaya, yang mampu memahami kebutuhan emosional dan psikologis teman sebaya.
Pendekatan ini dianggap penting dalam mencegah berbagai masalah remaja, termasuk perkawinan anak yang masih terjadi secara budaya meskipun data pernikahan tercatat menurun.

“Kami terus menggiatkan edukasi agar pernikahan dini tidak terjadi, baik secara hukum maupun budaya. Tujuannya adalah menekan angka kematian ibu dan bayi, serta menciptakan generasi muda yang sehat, cerdas, dan berdaya saing untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045,” kata Hudan.
Kegiatan Jambore ini diawali dengan registrasi peserta, diikuti lomba yel-yel Bangga Kencana, studi kasus, hingga sesi deville finalis bertema “Komitmen Remaja Mencapai Indonesia Emas 2025”. Puncak acara adalah penganugerahan Duta GenRe Kabupaten Probolinggo 2025. hul/afa








































