
SURABAYA | duta.co – Dosen Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Keperawatan dan Kebidanan (FKK), Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) menggelar pengabdian masyarakat (pengmas). Pengmas digelar untuk kader Laskar Gertak Kita, Keluarahan Kebonsari, Kota Surabaya.
Tema pengmas, Peningkatan Kesehatan Fungsi Reproduksi Di Masa Menopause Melalui Pendidikan Kesehatan Tentang Pentingnya Asupan Makanan Tinggi Estrogen. Edukasi dilakukan dengan media video animasi.
Ketua Tim Dr R Khairiyatul Afiyah dengan anggota Dr Faridah Umamah dan Rusdianingseh itu digelar pada 19 Juni 2025 lalu. Khairiyatul atau Rere mengatakan masalah kesehatan reproduksi tidak hanya menyangkut kehamilan dan persalinan saja, namun lebih luas lagi yaitu menarche hingga menopause. Menopause merupakan akhir alami dari siklus menstruasi yang biasanya terjadi saat wanita mencapai usia 45 hingga 55 tahun. Seorang wanita dikatakan menopause jika tidak mengalami menstruasi lagi selama minimal 12 bulan (Erol, 2014).
Sebagian besar wanita di masa menopause mengalami banyak perubahan fisik, tanda menopause pada setiap wanita berbeda-beda tergantung kadar estrogen dalam tubuhnya (Bahri et al., 2016). “Beberapa gejala fisik saat menopause adalah perubahan siklus menstruasi, menurunnya hasrat seksual, gangguan tidur, Masalah saluran kemih,perubahan bentuk tubuh, rambut rontok dan kulit kering,” ujarnya.
Gejala tersebut disebabkan penurunan hormon estrogen dan progesteron. Beratnya perubahan fisik yang dialami saat menopause disebabkan banyak faktor salah satunya adalah faktor pengetahuan terutama pengetahuan tentang pentingnya asupan makanan tinggi estrogen untuk mengurangi gejala fisik dan perubahan kesehatan reproduksi masa menopause.
Data yang diperoleh dari Ketua Kader Laskar Gertak Kita Kelurahan Kebonsari Kota Surabaya pada Februari 2025 adalah meningkatnya jumlah usia pre menopause dan menopause. Mereka cenderung lebih suka makanan cepat saji, gorengan, minuman manis yang sedang trend saat ini dan kebiasaan masyarakat malas olahraga.
“Data lain yang diperoleh adalah sebagian besar yang mengalami menopause mengeluh jantung berdebar-debar, nyeri lutut, susah tidur dan kadang gelisah tanpa diketahui penyebabnya,” jelasnya.
Dikatakan Rere, berdasarka informasi, banyak yang kurang paham tentang menopause yang meliputi (persiapan menjelang menopause, saat menopause dan pemeliharaan dan perawatan kesehatan reproduksi di masa menopause) dan cara mengatasinya.
Minimnya paparan pendidikan kesehatan tentang permasalahan tersebut baik dari petugas kesehatan di wilayah kerja puskesmas setempat ataupun dari serta media informasi lainnya. Hal tersebut yang menyebabkan permasalahan kesehatan fungsi reproduksi di masa menopause belum terselesaikan sampai saat ini.
Kondisi tempat tinggal yang berada di tengah kota Surabaya, padat penduduk dan sebagian besar warga usia premenopause dan menopause mempunyai pendidikan Dasar dan Menengah dan hal tersebut juga merupakan salah satu faktor permasalahan tidak terselesaikan sampai saat ini.ril/hms








































