Penjelasan atau edukasi tentang Kesehatan balita bagi para kader Kesehatan. DUTA/ist

SURABAYA | duta.co – Lima dosen Fakultas Keperawatan dan Kebidanan (FKK), Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) mengedukasi kader Kesehatan di Desa Wage, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, Selasa (4/6/2025) lalu.

Dosen itu terdiri dari Annif Munjidah (Ketua) dengan anggota Elly Dwi Masita, Uke Maharani Dewi, Hinda Novianti dan Dr Machmudah. Dibantu juga oleh sebelas mahasiswa,  kegiatan itu dihadiri perangkat desa,bidan kelurahan, kader Kesehatan dan ibu balita.

Kegiatan ini menjadi momentum pembukaan resmi Kuliah Kerja Nyata (KKN) serta peluncuran program integrasi pengabdian masyarakat dan KKN yang direncanakan akan berlangsung selama dua bulan, yaitu Juni hingga Juli 2025.

Annif mengatakan tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan kesehatan balita, khususnya dalam aspek gizi anak.  “Juga untuk meningkatkan kapabilitas kader sebagai konselor ASI eksklusif dan PMBA (Pemberian Makan Bayi dan Anak),” ujarnya.

Tim pengmas melakukan Identifikasi Status Gizi Balita melalui kegiatan posyandu, edukasi dasar gizi anak dan pengukuran antropometri: berat badan (BB), tinggi badan (TB), dan lingkar lengan atas (LiLA). Juga dengan pemantauan status gizi balita secara berkala.

Pemberian bingkisan bagi kader kesehatan. DUTA/ist

“Juga kami lakukan pelatihan internal konselor PMBA dengan memberikan pelatihan dasar bagi kader mengenai prinsip pemberian makan bayi dan anak berbasis bukti (evidence-based).  Juga pendekatan konseling efektif untuk mendorong praktik ASI eksklusif dan MP-ASI yang tepat serta simulasi komunikasi dan penyusunan lembar konseling sederhana,” kata Annif.

Kegiatan yang dihadiri kurang lebih 50 orang itu sebagai kelanjutan dari program integrasi pengabdian masyarakat, mahasiswa akan terlibat aktif dalam kegiatan Posyandu di Desa Wage yang tersebar di 14 titik Posyandu.

Dalam kegiatan ini, mahasiswa berperan langsung dalam deteksi dini status gizi balita melalui pengukuran antropometri, serta memfasilitasi dan mendampingi kader dalam meberikan konsultasi kesehatan anak, khususnya yang berkaitan dengan permasalahan makan dan pertumbuhan.

Kehadiran mahasiswa diharapkan dapat menjadi mitra strategis kader dan bidan desa dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan anak, memperkuat edukasi gizi berbasis komunitas dan meningkatkan kapasitas kader menjadi konselor pemberian makan bayi dan anak. ril/hms

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry