Tim dosen dan mahasiswa Unusa foto bersama usai menggelar kegiatan edukasi tentang TBC di Manyar, Sembayat, Gresik. DUTA/ist

GRESIK | duta.co – Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang cukup besar di Indonesia. Desa Sembayat yang terletak di Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik  telah ditemukan 1 orang pasien TB aktif di salah satu RT di sana.

Dosen Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) pun menggelar kegiatan Pengabdian Masyarakat di desa itu. Karena melihat situasi yang padat penduduk, tidak menutup kemungkinan penyakit ini akan menyebar apabila tidak segera dilakukan tindakan pencegahan.

Pendampingan psikososial juga diperlukan bagi pasien dan keluarga mengingat penyakit ini memerlukan pengobatan yang relatif lama dan harus tuntas.

Ada tiga dosen yakni Dyah Ika Krisnawati dan Muhamad Khafid dari Fakultas Keperawatan dan Kebidanan (FKK) dan Ira Dwijayanti dari Fakultas Kesehatan Masyarakat dibantu para mahasiswa melakukan kegiatan dalam beberapa tahapan.

Pada Kamis, 8 Mei 2025  dilaksanakan adalah penyuluhan tentang TB  baik pengertian, tanda dan gejala, pengobatan, pencegahan. Juga diedukasi tentang pola hidup sehat untuk meningkatkan daya tahan tubuh serta  edukasi tentang gizi yang baik agar tetap sehat.

“Selain itu, kami menyerahkan buku panduan TB bagi masyarakat secara simbolis dan pembagian sembako kepada keluarga pasien TB,” ujar Dyah, selaku ketua tim.

Pada tahap evaluasi, masyarakat sangat antusias dalam mengajukan pertanyaan, hal ini membuktikan bahwa masyarakat paham dengan apa yang dijelaskan pada saat penyuluhan.

Diakui Dyah, ada beberapa tantangan utama yang dihadapi oleh pasien TB di masyarakat. Misalnya kurangnya edukasi tentang TB. Banyak pasien dan masyarakat umum yang masih belum memahami gejala, cara penularan dan pentingnya menyelesaikan terapi pengobatan,

Keterbatasan gizi,  di mana pasien TB sering mengalami kekurangan gizi yang dapat memperlambat proses penyembuhan dan meningkatkan risiko komplikasi. “Dari situlah kami berikan edukasi ini agar masyarakat paham sehingga proses penyembuhan bisa cepat,” ungkapnya.

Dengan edukasi ini, masyarakat mulai paham tentang TB, termasuk pencegahan dan pengobatannya, memberikan dukungan nutrisi bagi pasien untuk membantu proses pemulihan dan memberikan dukungan psikososial bagi pasien untuk mengurangi dampak stigma dan meningkatkan motivasi untuk sembuh. ril/hms