BENTUK KADER : Para ibu PKK di Kelurahan Wonokromo saat ikut pelatihan tentang penyakit degenerative. DUTA/istimewa

Penyakit diabetes kini sudah menyebar tidak hanya diderita kalangan usia tua, namun sudah mulai merambah ke usia muda bahkan anak-anak.

Hal ini yang membuat semua pihak harus terlibat aktif untuk mencegah penyakit ini semakin banyak diderita masyarakat.

Atau setidaknya para penderita tidak semakin parah dengan penyakit yang dideritanya.

Di sinilah pentingnya peran kader di lingkungan sekitar. Di mana kader ini adalah orang-orang yang bertugas untuk mengedukasi warga sekitar tentang pentingnya menjaga pola makan.

Peran kader sangat penting untuk mencegah jumlah penderita diabetes di lingkungan sekitar. DUTA/istimewa

Tidak juga terlalu mengumbar gaya hidup yang menimbulkan penyakit serta menghindari hal-hal yang bisa menyebabkan berbagai macam penyakit degeneratif salah satunya diabetes.

Karena itu tiga dosen Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) membentuk kader penyakit degeneratif di Kelurahan Wonokromo Surabaya.

Ketiganya adalah Umdatus Soleha, Nurjanah dan Nurul Komariyah. Mereka adalah dosen Fakultas Keperawatan Fakultas Keperawatan dan Kebidanan Unusa.

Umdatus Soleha mengaku pembentukan kader untuk penyakit degeneratif khususnya diabetes ini penting dilakukan.

Karena masyarakat biasanya tidak menyadari jika menderita diabetes. Bahkan para penderita pun tidak pernah mau peduli dengan terus menerus mengkonsumsi makanan yang sebenarnya dilarang dikonsumsi karena akan memperparah kondisinya.

“Kalau ada kader, setidaknya ada yang mengingatkan. Mengingatkan penderita dan mengingatkan keluarga penderita. Juga mengingatkan masyarakat luas akan risiko penyakit ini,” tandas Umdatus.

Karena diakui Umdatus, bagi penderita diabetes ada dua macam yang dilakukan yakni dengan mengkonsumsi obat-obatan dan yang tidak mengkonsumsi obat.

Yang tidak mengkonsumsi obat ini, pentingnya memiliki kader. Di mana kader ini nantinya akan memberikan edukasi kepada keluarga pasien bagaimana mengatur pola makan, memilih makanan dan sejenisnya.

“Karenanya kader ini perlu dilatih. Kita latih para kader ini. Biasanya mereka adalah kader posyandu yang sudah mengatahui pentingnya kesehatan,” jelas Umdatus.

Dalam pelatihan yang dilakukan, tiga dosen ini juga memberikan pengetahuan tentang 3J kepada para kader. Yakni jenis makanan, jumlah makanan dan jadwal makan.

“Pelatihan kader mulai tentang pengatahuannya keterampilannya dan sebagainya. Diharapkan kader itu bisa memabntu masyarakat dalam meningkatkan kepedulian akan kesehatan,” tuturnya. end/ril

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.