SOSIAL MEDIA : Dosen FKIP, Dr. KH. Syukron Djazilan, M.Pd.I memberikan pencerahan tentang media sosial yang harus digunakan dengan bijak. DUTA/istimewa

Media sosial menjadi sebuah hal yang tidak bisa dipisahkan bagi kalangan remaja masa kini. Banyak hal yang bisa terjadi dengan media sosial. Bukan hanya hal positif tapi negatif.

Bagaimana dampak negatif itu bisa ditekan dan memangfaatkan media sosial untuk hal yang bermanfaat, dosen Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Dr. KH. Syukron Djazilan, M.Pd.I mengajak kaum milenial untuk bijak bermedia sosial.

——–

Data menyebutkan di Indonesia, satu orang bisa memiliki lebih dari satu smartphone. Ini membuktikan akses internet bagi orang Indonesia sudah tanpa batas. Mereka bisa dengan mudah berselancar di dunia maya untuk mengetahui segala hal yang ingin mereka ketahui.

Tidak hanya itu, dengan kemudahan akibat teknologi yang semakin canggih itu, orang Indonesia juga dikenal sebagai pengguna sosial teraktif.

Media sosial menjadi mainan sehari-hari. Bahkan dalam satu hari, orang Indonesia beberapa jam menghabiskan waktu dengan bermedia sosial.

Tapi, apakah cara bermedia sosialnya orang Indonesia sudah cukup bijak? Belum tentu. Karena masih sering terdengar banyak kejadian yang tidak diinginkan terjadi gara-gara media sosial. Ini membuktikan bahwa dampak buruk dari media sosial belum dipahami dengan baik, terutama oleh kaum milenial.

Bagaimana dengan di dunia? Data dari BBC pada 2018 kemarin telah menyampaikan bahwa tiga milliar orang, sekitar 40% populasi dunia, menggunakan media sosial.

Santri Pondok Pesanttren Al Jihad mendengarkan dengan serius pemaparan dari dosen Unusa. DUTA/istimewa

Dan menurut sejumlah laporan, kita menghabiskan rata-rata dua jam setiap hari untuk membagikan, menyukai, menulis cuitan dan memperbaharui perangkat ini. Artinya sekitar setengah juta cuitan dan foto Snapchat dibagikan setiap menit.

Karena pengaruh besar inilah, Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA), Dr. KH. M Sukron Djazilan, S.Ag., M.Pd.I mengajak anak muda generasi milenial untuk bijak dalam bermedia sosial.

Kegiatan edukasi bermedia sosial ini dilakukan di Pesantren Al Jihad Surabaya. Sebanyak 100an peserta antusias dalam mengikuti edukasi pentingnya akhlakul karimah bagi kalangan remaja milenial.

Kegiatan pengabdian mayarakat ini mengangkat tema pentingnya akhlak ditengah-tengah maraknya tantangan media sosial. Mengapa akhlak ini penting? Karena bisa kita lihat generasi muda sekarang sudah beda dengan muda mudi masa lalu.

“Anak muda sekarang sangat sulit dalam mengontrol perilaku dan sulit untuk diberitahu. Selain itu juga akhlak adalah ilmu hal yang dibutuhkan setiap saat, bahkan akhlak itu lebih utama dari pada ilmu sebagaimana maqolah al adabu fauqol ilmi,” ungkapnya saat ditemui di ruang Kerjanya Unusa Kampus B Jemursari Surabaya, Jumat (12/4).

Syukron Djazilan menambahkan bahwa generasi milenial dengan segudang potensi, sudah saatnya untuk menjadi pionir atau penggerak perkembangan medsos dalam hal kebaikan.

Generasi muda zaman now yang merupakan penghuni dari internet atau hidup di dunia maya, harus bisa memberikan kemanfaatna bagi kalangan umum.

“Bukan hanya menjadi pengguna yang pasif, lebih-lebih menjadi korban akan tindakan yang tidak baik yang tersebar di media sosial,” ungkapnya.

Karena inilah media sosial itu ibarat mata pisau, yang barang siapa tidak bisa menggunakan manfaatnya ia akan menjadi korban akan tajamnya pisau tersebut.

Bagi mereka yang salah menggunakan media sosial akan terjerumus dalam jurang kegelapan dan menjadi budak perilaku-perilaku negatif dalam media sosial. end/ril

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.