Supervisi penelitian oleh Promotor Prof Dr Bambang Guritno (Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya). (DUTA.CO/IST)

MALANG | duta.co – Dosen Universitas Islam Malang (Unisma), Dr Ir Hj Istirochah Pujiwati MP, berhasil meningkatkan produktivitas kedelai melalui aplikasi Sonic Bloom. Sonic bloom sendiri merupakan teknologi perangsangan membuka stomata lebih lebar menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi.

Berawal dari kegundahaan Istirochah akan tingginya angka ketergantungan impor kedelai di Indonesia, dari 2,2 juta ton per tahun kebutuhan kedelai di Indonesia, 70% nya masih dipenuhi dari impor. Suatu kenyataan yang menggugah dosen Fakultas Pertaniaan Unisma ini untuk mencoba mencari solusi permasalahan bangsa.

“Saya pun tergerak untuk meneliti. Bagaimana supaya kedelai  yang ditanam petani di Indonesia meningkat produktifitas dan kesejahteraannya,” ungkap Istirochah.

Selanjutnya, dosen yang juga Wakil Rektor IV Unisma ini menguraikan, dari hasil penelitiannya, pada kedelai varietas Anjasmoro yang potensi produksinya 2,25 ton/ha, terdapat peningkatan produksi biji kedelai sebesar 40,89% dan kandungan protein biji mengalami peningkatan sebesar 10,3%  dengan adanya pemaparan gelombang suara.

Dijelaskannya, melalui aplikasi teknologi Sonic Bloom merangsang pembukaan lebar stomata, meningkatkan efisiensi serapan hara melalui daun sehingga menghasilkan peningkatan pertumbuhan.

Ia pun kemudian membeberkan beberapa fakta hasil penelitiannya, bahwa rangsangan membuka lebarnya stomata melalui peristiwa resonansi. Secara umum frekuensi 2 sampai 6 kHz, pada kadar lengas tanah 100% kapasitas lapang menghasilkan pembukaan lebar stomata, pertumbuhan dan hasil secara kuantitatif dan kualitatif (kandungan protein biji) yang tidak berbeda nyata dengan kadar air 75% kapasitas lapang.

Ia menambahkan, pada frekuensi gelombang suara 2 sampai 6 kHz, cekaman kekeringan 50% kapasitas lapang menghasilkan pertumbuhan dan hasil terendah. Penggunaan teknologi sonic bloom dapat meningkatkan toleransi terhadap cekaman kekeringan hingga kadar lengas tanah 75% kapasitas lapang.

Hasil penelitiannya ini ia tuangkan dalam disertasi untuk meraih gelar Doktor Ilmu Pertanian  Universitas Brawijaya. Judul dari papernya sendiri adalah “Peningkatan Produktifitas Kedelai (Glycine max (L.) Merril) pada Kondisi Cekaman Kekeringan Melalui Aplikasi Teknologi Sonic Bloom”.

Menurutnya, rendahnya produktivitas tanaman kedelai terutama yang berhubungan dengan ketersediaan air dan efisiensi serapan hara yang diberikan melalui daun perlu dikaji secara ilmiah.

“Pemanfaatan teknologi Sonic Bloom, yakni pemaparan tanaman kedelai dengan frekuensi tertentu diikuti dengan pemberian pupuk cair melalui daun merupakan salah satu solusi yang dapat memecahkan permasalahan produktivitas kedelai di lahan kering,” tambahnya.

Penelitian ini sendiri telah diuji coba di lahan pertanian Unisma dengan hasil yang menggembirakan. Diharapkan lewat terobosan ini produktifitas tanaman kedelai di Indonesia melonjak naik seiring dengan meminimalkan ketergantungan import kedelai dari negara lain.

Fakultas Pertanian Unisma beserta fakultas dan Program Studi yang lain saat ini telah membuka pendaftaran secara online. Nomer yang dapat dihubungi untuk hal tersebut, 081 231 537 615 (Moh Amin SE MSA) dan 081 231 537 614 (Ahmad Danial Riyadi ST). (dah)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry